
"Reinara Azalea Jaxton" Guman Daffin sambil terus memeluk putri kecilnya yang gembul.
Bayi dengan 4 gigi itu hanya bisa mengoceh dan menggigit pipi sang Daddy yang baru saja ditemuinya.
Wajah Reinara sangat Cantik persis seperti Pelangi ibunya, Alis tebal , hidung mancung, mata bulat, meski begitu tidak mengesampingkan kemiripannya dengan sang Daddy, seperti kata banyak orang, Baby Rei adalah perpaduan yang sempurna antara Pelangi dan Daffin.
"Da-daddy....Da-daddy......." racau Baby Rei.
"Benar sayang....ini Daddy," Namun saat melihat arah pandang sang Anak alis Daffin seketika mengkerut, seseorang baru saja masuk melalui pintu utama Villa, sementara Melvin, ayu, mbok Yum dan Pelangi duduk di sofa ruang tamu menyaksikan pertemuan Haru daffin dan Baby Rei.
Pria tinggi dengan tubuh tegap dan wajah yang sangat rupawan menarik atensi Daffin, lalu dengan sorot mata penasaran Daffin menoleh kearah Pelangi mencari jawaban mengenai sosok pria muda yang baru saja duduk di salah satu sofa singgle dihadapannya. Ia yakin Pelangi tahu pria itu karena pria itu nampak serupa dengan perawakan Pelangi, mereka sama sama memiliki alis tebal, mata besar, dan hidung yang mancung, warna manik mata keduanya pun sama.
"Ah...Mas....kenalkan_"
"Bailan Ahmet Hakan" Potong Bailan cepat seraya mengulurkan tangannya untuk menjabat Daffin.
Daffin menyambutnya dengan tatapan yang memicing tajam, persis seperti saat ia melihat Melvin dulu tatkala pria itu masih menyukai istrinya.
"Hah....." Helaan nafas Melvin begitu kentara, ia paling tahu apa yang sedang dirasakan sepupunya itu.
"Panggil saja Bailan" ucap Bailan lagi.
Mendengar nama belakang pria itu, Daffin sedikit lebih lega. Ayleen Hakan, yah Pelangi sudah menceritakan segalanya kepada Daffin.
"Daffin Jaxton?" Ragu Bailan saat menyebut nama itu, karena Daffin nampak sedikit berbeda dengan di foto yang biasa ia searching di geogle.
"Yah....Daffin Jaxton, Suami Pelangi dan Daddy Reinara" Jawab Daffin seraya memeluk pinggang Pelangi yang duduk disampingnya dengan posesif.
"Mereka sepupuan, sama seperti kita" jelas Melvin, ia tidak tahan dengan ekspresi Daffin, bagaimanapun harus ada yang cepat menjelaskannya.
"Aku tahu, nama belakang mereka sama" tadinya Daffin sempat menerka didalam hati, karena pria itu tak mungkin kakak Pelangi, sebagai Ayleen Pelangi adalah putri tunggal.
"Tapi dalam keluarga Besar Hakan Sepupu bisa di pupuk"
Sontak semuanya terdiam. Sementara Daffin terlihat mengetatkan rahangnya, ia tahu maksud kata 'pupuk' yang diucapkan Balian.
__ADS_1
"Balian" Tegur Pelangi lembut.
Melvin semakin geleng geleng kepala, sedangkan Ayu dan Mbok yum sudah meninggalkan ruang tamu untuk menyiapkan makan malam.
"Iya, aku serius! Bahkan paman Eshaq pernah memintaku menikahi Pelangi"
"Balian" pelangi
"APA!!!" Bentak Daffin.
"Hahahahahah.....ada apa dengan kalian???" Balian tak bisa menahan tertawanya saat melihat air wajah Daffin yang seperti itu.
"Aku tidak mungkin menerimanya, Pelangi sudah kuanggap sebagai adikku sendiri, aku hanya mencoba berlelucon denganmu Adik ipar" Balian kembali terkekeh.
"Itu bukan lelucon Balian, kau sedang memancing kemarahan Suamiku" Tegur Pelangi dengan bibir yang mengerucut, ia juga kaget karena Balian begitu berani mempermainkan Daffin. Pria dengan kesabaran setipis tissue.
"Oh ya..... Wah wah...kau cemburukan Adik ipar? Itu berarti kau cinta mati kepada adik sepupuku, melihat sorot matamu yang hendak menerkamku aku tenang saat nanti meninggalkan Pelangi dan Reinara disini, aku yakin kau bisa menjaga mereka dengab Baik seperti harapan paman Eshaq" ujar Bailan...ia berdiri dan menepuk pundak Daffin yang terlihat berusaha mengatur emosinya.
"Terima kasih" ucap Daffin pada akhirnya.
Makan malam berlangsung meriah, semuanya tertawa mendengar Balian yang terus mengoceh mengenai lelucon lelucon yang ia pelajari dari si kembar putri Satria, meski beberapa candaannya ada juga yang terdengar garing.
Daffin memeluk Pelangi dari Belakang, Wanita itu kini berdiri diatas balkon kamar yang menjadi saksi bisu kebiadaban Daffin lima tahun yang lalu.
Sementara Reinara sudah sedari tadi terlelap diatas ranjang king size didalam, Keluarga kecil itu akan tidur bertiga malam ini.
"Aku pertama kali melihat mas dari atas sini" ujar Pelangi dengan ingatan yang menerawang jauh.
Deg....
Lagi lagi Daffin merasa hatinya seperti tercubit.
"Maafkan aku sayang....." Lirih Daffin.
Ia malu mengingat kejadian itu, masa lalunya begitu suram bahkan kedatangannya kala itu ke villa ini dengan tujuan mengadakan Pesta Se* dan berakhir dengan merenggut kehormatan Pelangi.
__ADS_1
"Jangan ĺagi meminta maaf mas, aku hanya ingin menceritakannya dari sisiku...."Pelangi berbalik lalu memeluk erat tubuh Daffin, setelah puas ia kembali mengurai rengkuhannya. Dengan posisi tanpa jarak Pelangi mulai bercerita, setelah Daffin mengangguk memberi ijin.
"Dari keempat pria waktu itu, Mas yang paling bersinar, wajah tampan dengan aura Tuan muda yang sangat kuat mendominasi, saat itu aku masih 16 tahun gadis kecil yang sama sekali belum mengenal cinta tapi Mas dan teman teman Mas justru langsung menyuguhkan pemandangan Mesum." Pelangi geleng geleng mengingatnya.
"Maaf karena Suamimu ini adalah pria bejat yang sangat kotor" Daffin menunduk penuh rasa bersalah.
"Itu masa lalu, lebih baik mantan bejat menjadi baik dari pada mantan orang baik menjadi bejat, sekarang Mas orang baik kan?"
"Aku tidak tahu Pelangi...."
"Iya Mas baik, sangat baik dimataku cup" Sebuah kecupan mendarat di leher Daffin karena hanya area itu yang bisa ia jangkau dengan tubuhnya yang tidak terlalu tinggi.
Mata Daffin membola sempurna karena lagi lagi ia merasa aliran listrik mengalir keseluruh tubuhnya.
" Sekarang aku malah bersyukur dengan kejadian 5 tahun lalu, karna andai itu tak terjadi mungkin kita tidak akan bertemu dan menjadi sepasang suami istri, Uncle Alex tidak akan memintaku untuk menikah dengan putranya begitupun sebaliknya, aku mungkin tidak akan bertemu dengan ayah kandungku maupun melahirkan Reinara kedunia ini, mungkin aku hanya akan jadi Pelangi yang mati dalam usia muda, karena tak ada Suami yang begitu mencintaiku sampai rela mencarikan donor jantung hingga ke Amerika." terang Pelangi dengan mata berkaca kaca.
Daffin memejamkan mata Dalam seraya menahan bulir air matanya agar tidak terjatuh, ia mengangguk setuju.
Semua yang dikatakan Pelangi benar adanya, Setiap kejadian buruk pasti ada hikmahnya.
"Aku bangga punya suami seperti dirimu Tuan Daffin Jaxton"
"Aku lebih bangga punya istri seperti dirimu, Pelangi Ayleen Hakan, Minggu depan kita akan ke turki bertemu ayah, aku akan meminta Restu yang tak pernah kulakukan saat menikahimu"
" Iya Mas...."
Cup....
Pagutan panas, dan saling sesap tak bisa lagi terhindar, keduanya melakukannya dibawah langit malam yang disaksikan oleh bintang bintang diatas sana, hingga pada akhirnya berakhir di................
________T A M A T______
Author ucapkan banyak terima kasih kepada para pembaca yang udah menyempatkan waktu memantau karya remah rengginang ini 😁Buat yang rajin komen, like, dan suport karya ini semoga rejeki kalian berlipat ganda, author gak bisa balas smg Tuhan yang balas.
Mohon Maaf jika banyak Typo didalam karya ini😁😁
__ADS_1
Jangan lupa mampir di karya baruku ya🥰