Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova

Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova
Bab 106


__ADS_3

Dua bulan.....


Pelangi sampai membutuhkan waktu dua bulan untuk kembali ke Indonesia, padahal ia tahu Daffin tidak menikahi Cleo, dan Paula siap menerimanya dan Reinara, namun Pelangi masih berat untuk kembali, berbagai macam bujuk rayu Eshaq dan Balian nyatanya tidak mampu menggoyahkan Pelangi meski didalam hatinya ia sangat merindukan Daffin.


Alasan kepulangannya pun karena kesehatan Satria yang terganggu, pria 45 tahun itu baru saja menjalani operasi bisul raksasa di punggungnya akibat Diabetes.


Ah pamannya itu memang sangat menyukai hal yang manis sejak dulu.


"Paman tak boleh makan enak lagi!" Tegas Pelangi.


Ia sudah 3 hari membantu Soraya merawat Satria.


"Dengar kata putrimu, pamanmu susah dibilangnya sih," Adu Soraya kepada Pelangi yang telaten menyuapi Satria dengan semangkuk bubur beras merah,


Soraya lalu kembali fokus berbicara dengan suara cadel dengan Reinara yang ia dudukkan dipangkuannya.


"Nak...." Panggil Satria tiba tiba


"Hemm"


"Apa kau tak ingin menemui suamimu?"


"Pelangi mau paman" sebenarnya sejak menginjakkan kakinya di Bandara Pelangi serasa ingin berlari dan memeluk Daffin, tapi entah mengapa selalu ada rasa yang menghalangi langkahnya. Entahlah mungkin ia membutuhkan waktu memastikan semuanya sudah baik baik saja.


"Melvin tahu kau ada di Jakarta ?" Kali ini Soraya yang bertanya.


"Tidak bi" Pelangi merasa tidak enak jika harus menghubungi Melvin bagaimanapun statusnya sudah tidak sama lagi seperti dulu, Melvin kini adalah suami orang. Namun Pelangi berencana menghubungi Dokter Ayu nantinya.


hahaha


Hahahaha


Hahahaaa


Terdengar suara tawa membahana dari arah luar, Soraya segera bangkit dan membuka sedikit tirai jendela kamarnya yang berada dilantai satu sehingga langsung memperlihatkan taman hijau dengan kolam berenang yang ukurannya tidak terlalu besar.


Ia tersenyum melihat bagaimana Balian bermain bersama si kembar, mereka saling bertukar Lelucon. Echa dan Echi banyak mengajarkan Balian jokes yang tidak garing dan lagi viral di Indonesia.


"Jika di Amati wajah kalian terlihat sangat mirip" ucap Soraya.


Balian memang mendampingi Pelangi dan Reinara pulang Ke indonesia, sedangkan Eshaq katanya akan menyusul namun belum bisa memastikan waktu pastinya.


"Mungkin karena didalam tubuh kami mengalir darah yang sama" Pelangi tersenyum "Balian dan Reinara mengingatkanku pada Paman Satria dan Pelangi kecil" lanjut Pelangi lagi, kali ini menatap teduh kearah Satria.


"Paman bangga padamu nak, paman tidak menyangka kalau putri paman ini ternyata anak dari seorang eksekutif chef terkenal"

__ADS_1


"Boleh Paman memelukmu...."


Pelangi mengangguk dan membawa tubuhnya kedalam dekapan Satria cukup lama, sehingga Soraya menitikkan air matanya. Kini ia bisa melihat dengan jelas bagaimana kasih sayang orang tua kepada anaknya dalam diri sang suami.


Ceklek.....


"Mama....diluar ada yang mau bertemu kak Pelangi" tiba tiba Echi datang dan membuka pintu kamar.


"Siapa?"


"Enggak tahu, seorang wanita tua dan wanita muda" Jawab Echi lalu kembali keluar, ia akan melanjutkan permainannya dengan Echa dan Balian yang masih menunggunya. Echi memang berinisiatif menyapa tamu yang datang kerumahnya itu saat melihatnya dua orang wanita masuk melalui gerbang utama.


Pelangi manatap Soraya penuh tanya, padahal tak ada yang mengetahui kedatangannya selain Satria dan Soraya.


"Keluarlah dulu nak siapa tahu penting" ujar Satria.


"Nanti bibi menyusul, bibi masih gemes dengan baby Rei" lanjut Soraya menimang nimang Rey yang gembul.


Pelangi menurut saja perkataan dua orang yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya itu.


Wanita yang kini berusia 21 tahun itu menuruni tangga hingga akhirnya ia dibuat tercengang dengan kehadiran seseorang yang sempat membuat tubuhnya bergetar hingga seakan lemas.


"Nyo...nya...."Lirih Pelangi, ia mematung di ujung undakan anak tangga, meski Paula menyambutnya dengan senyuman merekah dan tatapan penuh binar kebahagiaan.


Pelangi tahu dari Melvin jika Paula sudah menerimanya namun ia tak menyangkan akan diberi pelukan hangat setelah apa yang terjadi di masa lalu.


"Maafkan ibu nak....." Bisik Paula dengan deraian air mata, "Maaf sudah menyakitimu, Maaf karena tidak menjadi mertua yang baik untukmu, dan maaf karena membuatmu pergi selama ini, terima kasih sudah kembali Nak" Paula tergugu, wanita congkak itu kini meminta maaf kepada Pelangi.


Pelangi akhirnya sadar sepenuhnya ia membalas pelukan Paula.


"Maafkan Pelangi juga Nyonya karena sudah hadir di tengah tengah keluarga Nyonya"


Paula mengurai pelukannya lalu menerima sapu tangan yang disodorkan pelayannya, mengusap air matanya dan kembali menatap Pelangi sendu setelahnya.


"Tidak Nak, kamu tidak berhak minta maaf, Ibulah yang harusnya minta Maaf ,Pelangi...ibu mohon jangan panggil nyonya lagi ya...panggil Ibu..." ujar Paula dengan netra anak kucing yang memelas.


"Ba-baik i-ibu" jawab Pelangi Gagu...


"Mana putrimu nak, biarkan wanita tua ini bertemu dengan cucunya" pinta Paula lalu mengedarkan pandangannya kekiri dan kekanan.


"Reinara bersama Omanya I-ibu"


Tak lama kemudian kedua netra sayu itu menemukan Soraya yang baru saja datang dari arah lantai dua dengan seorang bayi mungil nan gembul didalam gendongannya.


Soraya masih menatap sinis kearah Paula namun tetap membiarkan wanita itu mengambil sang cucu dalam pelukannya.

__ADS_1


"Cu-cu-ku....." Sekali lagi Paula terharu, ia mengecup pipi Reinara bertubi tubi. "Siapa namanya Nak?" Paula menoleh kearah Pelangi.


"Reinara Azalea..........." Hening...." Jaxton" pada akhirnya Pelangi menyebut nama belakang sang suami, ia masih takut kalau Paula tidak terima nama besar itu digunakan pada nama Reinara.


"Terima kasih nak......" ucap Paula, ia bahagia karena Pelangi masih sudi menyematkan nama keluarga sang suami pada putrinya, wanita paruh baya itu semakin mengeratkan pelukannya pada sang cucu kecil.


.


.


.


"Pelangi?" Mbok Yum


Deg....


Pelangi akhirnya kembali menginjakkan kaki di vila ini lagi, sebuah tempat yang menjadi saksi bisu awal mula keterpurukan dan kehancuran masa depannya, namun sekali lagi semua hal buruk itu selalu mendatangkan hal yang baik, Pelangi pernah membenci Daffin namun ia tidak menyesalinya karena pada akhirnya ia justru jatuh cinta kepada pria itu, Pelangi tak pernah pernah membenci masa lalu mulai dari saat bawahan ayahnya membuangnya hingga pelecehan yang ia alami. Ia menikmati proses kehidupannya tak ada lagi trauma dan ketakutan, Pelangi melangkah mantap memasuki bangunan mewah villa milik keluarga Jaxton disambut oleh Mbok Yum.


Pelangi datang bersama Melvin, Dokter Ayu dan Balian, serta tak ketinggalan Reinara yang selalu berada dalam dekapannya.


"Dia Nyonya muda Jaxton yang Tuan maksud?" Wanita gempal itu menatap penuh tanya kearah Melvin yang diangguki oleh pria yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah itu.


Mbok Yum kini mengusap Lengan Pelangi yang berdiri dihadapannya, entah mengapa rasanya ia ingin menangis melihat gadis pelayan kecil yang dulu melarikan diri tanpa upahnya justru kembali sebagai Istri Tuan mudanya. Tentu sampai sekarang Mbok yum tidak tahu apa yang sudah dialami Pelangi pada malam itu. Pelangi juga sudah tak ingin mengungkit peristiwa itu lagi.


"Sekarang sudah tidak salah sebut lagi Mbok? " ujar Pelangi gemas pada penjaga Villa itu, dulu wanita paruh baya itu memanggilnya dengan sebutan Bintang, bulan dan semua benda benda langit lainnya.


"Tidak lah Nona muda" Mbok Yum tersenyum malu.


"Jangan panggil Nona Muda Mbok, panggil Pelangi aja" pinta Pelangi.


"Biarin non, kan Nona Muda ini Istrinya Tuan Muda Daffin" Mbok Yum menoel pipi Reinara yang sejak tadi begitu menggemaskan didalam dekapan sang ibu.


"Ah....Pelangi dimana Suamimu?" Balian memecah Atensi semua yang ada diruangan itu.


Deg....Pelangi tersentak padahal saat di perjalanan jantung yang baru setahun ini ia gunakan sudah berdetak tak kaŕuan, ia bingung harus berekspresi seperti apa ketika bertemu dengan suaminya. Akankah pria itu marah dan tak ingin menemuinya? Atau ia akan bersimpuh dan memohon maaf?


Lalu bagaimana dengan Pelangi sendiri.


Bagaimana caranya Pelangi berterima kasih dengan donor yang sudah disiapkan Daffin untuknya?


Apakah ia akan tahan untuk tidak langsung memeluk raga yang selama ini begitu ia rindukan?


"Istirahatlah dulu, setelah itu kita akan menemuinya " jawaban Melvin atas pertanyaan Balian.


Pelangi menarik kesimpulan jika Daffin tidak tinggal di villa ini. Lantas dimana ia sekarang?

__ADS_1


__ADS_2