Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova

Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova
Bab 93


__ADS_3

"Ini alasan ia meninggalkan Pelangi di luar hotel sendiri ckk" Melvin menaruh dengan kasar ponselnya diatas meja.


"Cari tahu apa yang sebenarnya terjadi, saya tidak yakin Daffin mau menyentuh Cleo seperti ini kalau tidak berada dibawah pengaruh obat atau alkohol, dan perintahkan anak buahmu untuk mentake down semua scandal Daffin pagi ini" titah Melvin pada Jhon yang sejak tadi berdiri dihadapannya.


"Baik Tuan" Jhon menunduk hormat sebelum meninggalkan Melvin, sementara pria 29 tahun itu kembali duduk seraya memijat pangkal hidungnya yang mancung.


Pagi setelah peresmian Tower Jaxton, media sosial diramaikan dengan pemberitaan mengenai Daffin dan sang istri. Sebuah artikel dengan judul Sepasang penghianat benar benar menjadi trending topik, Melvin yakin ini adalah pekerjaan Paula dan Cleo. Ia benar benar ingin memberikan pelajaran kepada dua rubah betina yang juga berani menyeret namanya kedalam pusaran scandal itu.


Sebuah foto dimana Cleo memapah Daffin masuk kedalam sebuah kamar hotel lalu mereka berciuman didalamnya menjadi potret yang dibagikan berkali kali dengan tagar Daffin dan cintanya sementara Pelangi dianggap Pelakor. Bagaimana tidak Hot Gossip news terlebih dahulu menerbitkan berita mengenai Pelangi yang muncul dengan cara licik selicik sang ibu yang berani bermain api dengan Alexander Jaxton.


Pelangi bahkan digambarkan sebagai wanita penggoda, karena beredar pula foto Melvin saat di basement tower dan ketika ia merangkul Pelangi menuju mobilnya.


Tetiba Melvin teringat Pelangi yang mungkin masih seorang diri di Apartemen, karena Satria baru saja mengirim pesan jika ia sudah kembali kerumah.


Tujuan Melvin membawa Pelangi ke Apartemen yang ia beli dari uang pribadinya itu hanya agar wanita hamil itu bisa menenangkan diri , maka dari itu ia mengundang Satria untuk menemani Pelangi.


Sebenarnya Pelangi tidak benar benar sendiri Melvin sudah meminta salah satu Pelayan Hotel untuk melayani kebutuhan Pelangi.


Melvin melakukan panggilan ke ponsel sang pelayan dan memintanya agar tidak membiarkan Pelangi memeriksa ponselnya apapun yang terjadi, Melvin khawatir Pelangi melihat berita yang lagi viral harini meski ia yakin Daffin tidak akan menghianati Pelangi, namun sebelum bukti ditemukan ada baiknya jika Pelangi tidak mengetahui apapun.


Tapi terlambat, sang pelayan sudah melihat Pelangi memeriksa ponselnya.


"Hah....."Nafas pelangi seakan tercekat ditenggorokan enggan untuk dihela, ia beeulang kali mengatakan dalam benaknya jika Daffin berhak mendapatkan yang lebih baik darinya, bukankah ini yang ia inginkan? Ia hanya butuh sang anak untuk diterima karena Pelangi tak tahu sampai kapan ia akan bertahan.


Tapi kenapa begitu sakit saat melihatnya sendiri?


Sang Pelayan berada di dapur enggan untuk menegur, Ia keluar dengan ponsel yang masih menempel ditelinganya.


"Nyonya sepertinya sudah tahu Tuan" ucap pelayan itu memberi informasi.


Flashback.....

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan?" Risman menegur dua orang yang tengah merekam diambang pintu yang tidak tertutup sempurna.


Mereka adalah dua wartawan dari Hot gosip news yang tidak terlalu terkenal.


"Ka-kami..."


"Pergi, atau aku akan membunuh kalian" Tukas Risman, Pria tua itu sama seperti Melvin dan Jhon, dimasa dinasnya ia adalah orang yang paling disegani di Jaxton hotel setelah Alexander sahabatnya, ia mengerjakan semua pekerjaan alexander termasuk melakukan kekerasan jika ada seseorang yang memgancam keberlangsungan Hotel, meski tidak sampai pada tahap pembunuhan, namun percayalah Risman adalah sang singa dimasa mudanya.


"Ba-Baik Tuan" Keduanya lekas berlari menuju lift, bahkan bentakan Risman saja mampu menggetarkan lutut mereka, kesalahan risman adalah tidak membuat mereka menghapus rekaman yang sudah terlanjur diambil.


Risman membuka pintu perlahan, ekspresinya tak berubah saat melihat Daffin menggerayangi tubuh Cleo yang sudah terbuka dibagian atasnya, posisi dua anak muda itu masih berdiri.


"Wanita murahan! Kau bahkan rela menyuruh seseorang mengabadikan tindak asusilamu" Hardik Risman yang sontak membuat Cleo berbalik dan segera menaikkan dressnya hingga batas dada.


Sementara dalam ketidaksadaran dan pandangan sayu namun penuh kilatan Nafsu Daffin masih mencoba meraih tubuh Cleo.


"Daffin sadarlah" Hanya dengan melihat tatapan Daffin, Risman tahu jika pria yang sudah mengusirnya dari Jaxton hotel itu berada dalam pengaruh obat perangsang.


Daffin masih berusaha menepis cekalan Risman untuk kembali kepelukan Cleo, namun risman dengan sekuat tenaga menahannya, ia menarik dengan kasar lengan Daffin bahkan setengah menyeretnya kedalam kamar mandi lalu menguncinya didalam sana.."Selesaikan sendiri hasratmu nak" ucap Risman.


Namun Risman yang baru saja mengunci Daffin dan membiarkan pria itu meracau menyebut nama sang istri langsung menoleh dan..


Plak


Plak


Ia memberi hadiah dua kali tamparan dikedua pipi Cleo hingga wanita itu tersungkur dengan kedua sudut bibir yang berdarah.


Cleo mndongak dan melotot kearah Risman seraya memegang salah satu pipinya yang perih dan memanas.


"Arkhhhh....." Cleo berteriak frustasi...ia masih mengenali sosok pria tua yang berdiri dihadapannya, dia adalah Asisten pribadi Mendiang Alexander Jaxton.

__ADS_1


"Kenapa kau melakukan ini padaku hah!!!! Tante Paula sendiri yang menyerahkan putranya padaku dan menyuruhku mengandung penerus Jaxton!!" Teriak Cleo seperti orang kesetanan, ia yang masih terduduk dilantai meronta ronta tak terima dengan perlakuan Risman padanya.


Namun ekspresi Risman tetap sedatar lapangan sepak bola, pria tua itu sedikit berjongkok dan mengapir dagu Cleo dengan jemarinya.


"Wanita murahan sepertimu tidak pantas mengandung keturunan Jaxton! Apa kau fikir aku tidak tahu mengapa kau sangat terobsesi dengan Daffin? kau berharap Daffin membayar hutang hutang kedua orang tuamu? "


"Ka-u?"


" Apa kau fikir jika Paula mengetahui kondisi keluargamu yang sebenarnya sudah lama bangkrut ia masih ingin menjadikanmu menantu? " Risman menyeringai.


" Meski Bangkrut tapi keluargaku masih memiliki beberapa Aset, setidaknya aku masih jauh lebih baik dari pada Pelangi yang yatim piatu dan berasal dari panti asuhan"


"Jangan pernah bandingkan dirimu dengan Pelangi....dia gadis suci pilihan Alexnder yang tidak akan sebanding denganmu!" Risman menghempas dengan kasar wajah Cleo hingga wanita itu kembali tersungkur mencium karpet mahal yang melapisi lantai kamar mewah itu.


"Keluar atau kubuat kakimu patah!!" Bentak Risman dengan suara yang menggelegar.


Merasa gagal dan tak punya pilihan lain Cleo secepatnya beranjak dan memunguti mantel bulunya yang teronggok dilantai.


Ia berjalan gontai sambil mengumpat semua nama nama yang dianggap menggagalkan rencananya.


Risman menunggu Daffin yang masih meracau seraya menuntaskan hasratnya sendiri, pria itu menangis dan meringis entah berapa dosis yang diberikan Cleo dan Paula kepadanya. Benar benar membuatnya menderita.


Ditengah sedikit kesadarannya yang sudah mulai pulih Daffin bersumpah akan membalas perbuatan Ibunya dan Cleo, Daffin masih beeusaha menggosok tubuh polosnya yang tadi disentuh Paula saat Risman membuka pintu kamar mandi dan membantu Daffin berdiri.


"Sudah pukul 4 pagi" Risman membantu Daffin mengenakan kimono mandinya.


Pria yang sebentar lagi menjadi ayah itu masih menatap sayu, ia tak memiliki kekuatan untuk sekedar bertanya mengapa pria tua yang sudah ia usir itu berada didalam kamarnya? Meski samar samar Daffin bisa mengingat Risman adalah orang yang menyelamatkannya dari jerat Cleo.


"Istirahatlah saat hari sudah terang kita akan bicara" Risman memapah Daffin menuju tempat tidur dan membaringkannya.


"Terima kasih paman" Lirih Daffin sebelum benar benar memejamkan matanya.

__ADS_1


Risman menatap Nanar penuh rasa iba pada pada Daffin. Ia mengeluarkan sebuah buku rekening dan kartu Debit dari dalam saku jaket kulit yang ia kenakan seraya mengingat betapa Alexander sangat menyayangi putranya yang selalu salah paham kepadanya.


"Sudah saatnya kau tahu semuanya nak, betapa ayahmu sangat ingin melindungimu" ucap Risman.


__ADS_2