Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova

Jangan Cintai Aku, Tuan Casanova
Bab 77


__ADS_3

Pelangi mengenal wanita cantik yang kini duduk dihadapannya.


Ia adalah kekasih Daffin, dan beberapa waktu lalu mereka bahkan masih menghabiskan waktu bersama di Singapura.


Pelangi seketika merasa bersalah, bagaimanapun Cleo adalah kekasih Daffin jauh sebelum ia dan pria itu menikah.


"Hai Pelangi" Sapa Cleo ramah, meski isi hatinya kini bahkan lebih kotor dari tempat sampah, ia serasa ingin mengumpat wanita sok polos yang sudah berhasil mencuri perhatian Daffin yang tidak pernah ia dapatkan selama 4 tahun ini.


Cleo merasa di khianati, ia memang tak pernah tahu alasan mengapa Daffin mempertahankannya selama 4 tahun yakni karena Traumanya dan Daffin enggan dikejar gadis gadis lagi. selain itu ada beberapa acara yang kadang mengharuskan Daffin untuk membawa pasangan. Tentu Daffin tidak mendapatkannya dengan gratis ia karena Melvin rutin mengirimkan kucuran dana yang tidak sedikit kepada Cleo sebagai konpensasi. Dan itu semua terhenti tatkala Daffin menikahi Pelangi.


Meski begitu Cleo masih memiliki kartu As yakni Paula yang akan selalu merestuinya.


Pelangi melangkah Pelan dengan senyum canggung yang menghiasi bibirnya , ia ingat setiap pertemuan dengan wanita ini tak pernah meninggalkan kesan yang baik, tentu saja dirinya dibenci.Pelangi merasa hadir diantara dua orang yang saling mencintai.


"Hai juga Nona" Jawab Pelangi kikuk ia kini duduk disebuah seofa tunggal yang berhadapan dengan Cleo, wanita dengan tinggi semampai itu nampak anggun dengan mengekspos kaki jenjangnya.


"Kau pasti mengenalku kan Pelangi? maaf sudah ketus kepadamu, kedatanganku kesini hanya ingin mengajakmu berteman baik, aku sudah ikhlas menerimamu sebagai istri Daffin, aku juga ingin menyampaikan salam dari mertuamu" semua yang keluar dari bibir manisnya adalah kebohongan Belaka, ia dan Paula sadar Pelangi tidak akan tersentuh jika bermain secara terang terangan karena Daffin dan Melvin akan selalu melindungi wanita ini.


"Iya maafkan aku nona," Hanya itu yang bisa pelangi ucapkan sebagai bentuk rasa bersalah.


Cleo tersenyum Smirk, namun pelangi tak melihatnya karena ia terus menunduk, bagi Cleo sikap Pelangi yang seperti ini membuatnya mudah saja untuk menyingkirkannya.


"CLEOPATRA!!!APA YANG KAU LAKUKAN DIRUMAHKU?" Sentak Daffin tiba tiba. Ia baru saja memarahi Security karena membiarkan Cleo masuk, meski mereka memberi alasan jika Pelangi sendiri yang memintanya.

__ADS_1


Daffin bergegas pulang begitu meetingnya selesai, setelah sebelumnya ia memeriksa aktifitas Pelangi melalui tampilan cctv yabg terhubung pada tabletnya.


"Mas"


"Tuan"


"Jangan marah dulu, tante Paula menyuruhku untuk melihat keadaan istrimu, kau tega sekali mas menutup akses bagi ibumu sendiri, padahal ia sangat penasaran dengan kondisi calon cucunya" lagi lagi Cleo memainkan perannya dengan sempurna, gurat kesedihannya seakan benar benar mewakili kondisi Paula Saat ini.


Tapi Daffin tidak sebodoh itu, ia mengenal dengan baik siapa ibunya, bahkan baru beberapa hari yang lalu Paula mengirimnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan Soraya menceritakan hubungan Satria dan Pelangi yang sebenarnya.memang tak ada yang salah dari hubungan itu namun Soraya menceritakan pula bagaimana wasiat sang mertua yang meminta Satria menikahi Pelangi kelak saat dewasa. Dan menurut Soraya karena itulah keduanya tidak bisa dipisahkan karena masing masing mengetahui mengenai rencana pernikahan itu.


Tentu saja Soraya berbohong karena hanya satria yang tahu mengenai hal itu, Pelangi sama sekali tidak tahu apa apa. Dengan semua hal yang bisa menggoyahkan rumah tangganya Daffin berusaha menutup Netra dan Rungunya.


Dan sekarang Cleo mengatakan Paula khawatir dengan sang calon cucu?


"Berhenti bersandiwara Cleo! Pelangi masuk kekamarmu" titah Daffin.


"Mas..tante Paula sudah memutuskan aku harus tinggal disini menemani istrimu"


Hening.....


Daffin menyugar rambutnya lalu tersenyum mencemooh, sementara Pelangi semakin merasa bersalah, bukan hanya hubungan Daffin dengan kekasihnya yang rusak akan tetapi hubungan dengan ibunya juga.


"Keluar sekarang Cleo! Jangan asal bicara, rumahku bukan tempat penampungan"

__ADS_1


Tak lama kemudian dering ponsel Daffin terdengar, ia gegas menjawab saat melihat tampilan foto ibunya.


"Apa maksud ibu mengirim Cleo kesini aku sudah memperingati ibu jangan ikut campur urusan rumah tanggaku" Tanpa basa basi Daffin langsung mencecar sang ibu.


"Daffin kau keterlaluan, Tidak ada yang bisa ibu percaya selain Cleo untuk mengamati gerak gerik istrimu, bagaimana jika istrimu melakukan sesuatu pada cucu ibu" Paula terdengar sedikit terisak, tentu itu hanya kepura puraan.


"cucu? Heh...bukankah itu yang ibu inginkan?"sarkas Daffin ia tahu betul Paula tidak sudi menerima cucu dari Pelangi.


"Daffin jaga bicaramu pada Ibu!"


"lalu mengapa tidak mengirim Pelayan? Mengapa Ibu mengìrim Cleo? oh atau ibu menyamaratakannya dengan Pelayan? Heh " Daffin menoleh dan tersenyum sinis kearah Cleo sedangkan sang model hanya bisa mengepalkan tangannya kuat. Ia benar benar merasa tak pernah ada tempat dirinya di hati Daffin. Lantas apa artinya hubungan selama 4 tahun ini? Walau Cleo merasa hubungan yang mereka jalani memang begitu hambar karena Daffin bahkan tak pernah mau menciumnya.


"Mas Daffin kata katamu sangat kejam"


Daffin mencibir, ia tetap tak peduli, sedangkan Pelangi merasa kasihan dengan Cleo.


"ibu mohon Daffin biarkan Cleo tinggal disana, ia tak akan macam macam bukankah selama 4 tahun kau tak pernah melihat gelagat yang aneh dari dirinya? Jika tidak ibu akan menarik kembali saham ibu"


Daffin tahu Ibunya sedang memgancam dirinya, tanpa saham dari paula maka otomatis kursi CEO yang ia duduki akan bergeser.


"Baiklah" kali ini Daffin ingin melihat apa yang hendak dilakukan Cleo dan ibunya.


Mereka bisa apa saat semua ruangan terpantau Cctv dengan dua orang pelayan yang tak pernah lepas dari samping Pelangi apapun yang terjadi. Kecuali jika Daffin pulang dari Hotel.

__ADS_1


__ADS_2