Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
minta cerai


__ADS_3

Hari itu cuacanya begitu sangat panas sekali, di ruang tamu Alice duduk sendiri di sofa sambil menunggu kembalinya Gilang dari kamar. Gilang terasa sudah lama tidak keluar dari kamarnya membuat Alice penasaran, apakah Gilang benar-benar sedang bercinta di kamarnya seperti yang di bilang oleh antin tadi.


Gilang tidak ingat jika dia datang bersama alice. Bahkan melupakan keberadaan Alice di ruang tamu yang sudah lama menunggu. Gilang berada di ruang kerjanya. Karna dia begitu kesal dengan antin, membuatnya mengurung diri di ruang kerjanya dan melupakan Alice yang masih betah di ruang tamu.


"Mereka sedang apa sih, kenapa mereka tidak kunjung keluar, apa benar ya yang di katakan wanita itu jika mereka sedang bercinta?" Alice bertanya-tanya dalam hati.


Tak berapa lama antin keluar dari kamarnya dan melihat Alice yang masih duduk di sofa tapi tidak melihat Gilang bersamanya.


"Aku kira sudah pergi si nenek lampir itu, tapi ternyata masih betah juga ya disana, mmm oke, aku kerjain saja dia biar tau rasa" ujar antin tersenyum smirk.


Antin keluar dengan menggunakan baju tidur yang sedikit sexy dan terbuka di belahan dadanya. Antin sengaja mengolesi lipstik di bagian lehernya banyak-banyak dan sengaja menguncir rambutnya atas. Kemudian berjalan ke arah dapur dan tentunya di lihat oleh Alice yang berada tidak jauh darinya.


Alice meneliti setiap tubuh antin dari atas sampai bawah membuat emosinya serasa di ubun-ubun. Alice segera melangkah menuju antin yang berjalan menuju dapur.


"Kau mau kemana ******" teriak alice membuat antin berhenti dan menoleh menatap wanita yang berteriak padanya itu.


"Kau memanggilku nona?" tanya antin pura-pura.


"Kau tidak perlu pura-pura jelaskan apa maksudmu memakai baju tidur di siang hari, dan jelaskan apa maksudnya ini" teriak alice menunjuk leher antin yang merah membuat seisi rumah keluar karna teriakan Alice.


"Aku tidak yakin kau tidak tau ini artinya apa" ujar antin.

__ADS_1


"jangan pernah macam-macam denganku wanita kampung" ucap Alice.


"Ada apa ini, kenapa kalian ribut sekali" ucap mama Merry yang datang bersama suaminya dari arah kamar.


"tante, lihat wanita kampung ini, dia sudah merebut Gilang dari aku, wanita ini tadi memaksa Gilang untuk tidur dan bercinta dengannya. Lihat saja di lehernya begitu banyak kiss mark di lehernya dan dia juga memakai baju tidur yang terbuka di siang hari. Apa artinya itu Tante jika mereka tidak bercinta" tutur Alice dengan di bumbui oleh sedikit cabai supaya memanas.


"Aku tidak Sudi punya menantu seperti kamu, kenapa kamu memaksa anak saya untuk melakukan hubungan ranjang hahh" mama Merry menjadi tersulut emosi oleh ucapan Alice.


Antin hanya diam menyimak ucapan pedas mertuanya. Antin ingin melihat sampai dimana mereka akan menyalahkan dirinya.


Alice dengan senyum liciknya memandang antin dengan api kemarahan.


"Aku tidak ingin punya cucu di rahim seorang wanita kampung" teriak mama merry. Gilang yang baru saja terlelap, kini terbangun karna mendengar teriakan mamanya dan keributan yang terjadi di ruang tengah.


sedangkan papa Andi hanya diam melihat kejadian tersebut.


"ada apa, kenapa kalian ribut sekali. Istirahatku jadi terganggu" ucap Gilang yang menuruni anak tangga.


"Gilang, apa benar kau sudah bercinta bersamanya tadi?" tanya mama Merry.


Gilang melihat antin memakai baju tidur dan melihat bekas kissmark di leher antin. Gilang tanpa berkata langsung membawa antin ke dalam kamarnya. Sesampainya di kamar Gilang melihat ke arah istrinya yang mengenakan pakaian tidur Gilang menelan ludahnya kasar ketika melihat belahan dada istrinya yang sedikit terbuka. Namun dia tidak mau terlalu lama memandang istrinya. Takut akan tidak bisa mengendalikan dirinya.

__ADS_1


"Cepat gunakan baju yang lebih tertutup, aku tidak Sudi memandang tubuhmu itu, dan aku juga tidak tertarik dengan tubuhmu yang rata itu" hina Gilang pada antin. Antin hanya diam dan mengenakan pakaiannya menuju kamar mandi. Setelah selesai semuanya Gilang juga tidak melihat ada kiss Mark di leher istrinya lagi.


"Trik cara apa yang kamu gunakan untuk mengelabuhi Alice?" tanya Gilang dingin.


"Tidak, aku hanya melihat bagaimana reaksinya jika dia melihat aku bercinta dengan suamiku sendiri" ucap antin dan Gilang memandang istrinya.


"Terus mau kamu apa sekarang?" tanya gilang.


"Kamu mau tau aku maunya apa? Aku mau kita cerai" ucap antin membuat Gilang menoleh ke arah istrinya.


"Tidak, aku tidak akan menceraikan mu, aku belum puas memanfaatkan kamu, ingat kau adalah boneka di rumah ini. Kau hanya akan di manfaatkan oleh seluruh keluargaku-"


"Atas kesalahan dimasa lalu, kau ingin memanfaatkan aku untuk membalas orang tuaku dengan cara menyiksa lahir batinku iya" ucap antin meninggi.


"Darimana kau tau?" tanya Gilang.


"Dari mama mu, apa kau terkejut? kau kira aku bodoh tidak tau dan tidak mengerti apa maksud kalain. Ingat ya Gilang, selama ini aku terdiam karna aku sadar jika aku tidak memiliki keluarga disini dan aku menyadari jika aku memang gadis kampung yang tidak memiliki keluarga,harta dan segalanya. Tapi setelah aku mendengar ucapan mama kamu sendiri membuat aku tau cara kehidupan yang sesungguhnya adalah saling bersaing.


"Aku berjanji, aku akan membalas setiap rencana yang akan kau buat untuk orang tuaku serta seluruh keluargaku, dan aku akan mencari keberadaan mereka" ucap antin dan segera mengemasi barang-barang nya. Gilang yang melihat antin mengemasi barang-barang nya menghentikan tangan antin.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan likenya kak


__ADS_2