
Mayang dan Mila tak gentar atas semua cemohan yang di lontarkan oleh para karyawan Leon, mereka terus saja berusaha untuk mengambil hati Leon dengan cara yang sama yakni membujuk serta melakukan penjelasan yang tepat. Namun Leon sudah banyak membaca karakter kedua wanita beda usia itu.
"boy segera usir mereka berdua dari sini, dan jangan pernah memberikan masuk bagi keduanya" ucap Leon tanpa menatap mereka.
"baik bos" boy pun segera melakukan perintah sang bos.
Leon sangat membenci keduanya, dia sudah cukup tak ingin mengenal wanita selain mama Yola dan antin yang statusnya sebagai istrinya.
Hari ini Leon berniat akan segera pulang untuk mengecek keadaan istrinya, namun karna boy memberitahukan bahwa ada Klien yang akan bertemu dengannya siang ini di sebuah cafe, membuat dirinya urung untuk pulang dan sesegera mungkin menghubungi istrinya atau mamanya.
Di rumah, antin merasa sangat haus dan kepalanya masih sangat berat sekali untuk turun ke dapur mengambil air minum. Namun mama Yola tidak ada di sana, antin berniat mengambil air minum sendiri di dapur.
Meskipun kepalanya begitu sangat sakit, sebisa mungkin antin berjalan dengan hati-hati menuju lift untuk membawanya turun ke bawah lantai dasar.
Dengan sedikit sempoyongan antin berjalan perlahan dan tak berapa lama dia sudah sampai di lantai dasar untuk mencari dimana arah dapur.
Sesampainya di dapur, dia juga tak melihat ketiga pembantunya, mungkin mereka tengah istirahat karna baru selesai memasak atau mungkin melakukan pekerjaan lain sehingga tidak ada satupun orang lain yang mengetahui jika antin berada di dapur.
Antin menuang air minum ke gelas dan meminumnya hingga habis dan berniat membawanya ke kamar namun belum sempat antin menuangkan air minum ke dalam botol, kepala antin terasa sangat sakit dan begitu terasa ingin pecah membuat antin tak sadarkan diri dan ambruk seketika terjatuh ke lantai bawah meja.
Bik Mina yang baru selesai mengambil jemuran di belakang rumah seketika di kejutkan oleh suara benda terjatuh di dapur membuatnya segera berlarian menuju ke sumber suara.
__ADS_1
Buk Minah melihat antin tergeletak tak sadarkan diri di dapur membuatnya panik.
"non, non bangun. Tolong.... tolong ...tolong...." suara buk minah membuat mama Yola dan yang lain mendengarkan nya langsung pergi ke tempat buk Minah berteriak.
Sesampainya mama Yola di dapur, dia juga begitu syok melihat menantunya yang tergeletak di sana dan membuatnya segera menolong dan mengusap lembut kening menantunya.
"sayang, kamu kenapa nak, kenapa kamu bisa ada disini" ujar mama Yola namun antin tak menyahut. Lalu mama Yola melihat gelas berisi air minum dan dia yakin antin datang ke dapur untuk mengambil air minum karna di tinggal sebentar oleh mama Yola membuatnya terpaksa turun dari kamar untuk mengambil sendiri air minum.
"ayo bik, tolong bantu kami bawa menantu saya ke kamar lagi" ucap mama Yola pada ketiga pembantunya.
"iya nya" mereka bertiga segera membawa Antin ke kamarnya sesuai perintah mama Yola.
"nak,nak maafkan mama ya, mama sudah salah sama kamu yang telah meninggalkan kamu dalam keadaan seperti itu, mama lain kali tidak akan ulangi lagi" sesal mama Yola melihat menantunya yang tengah di bawa ke kamarnya.
"yang sabar ya sayang, dokter sementara lagi akan datang dan kamu akan segera di periksa" ucap mama Yola berbicara sendiri karna antin masih tak sadarkan diri.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya dokter spesialis kandungan datang ke rumahnya, mungkin bagi orang lain mustahil seorang spesialis yang datang ke rumah menemui pasienya, jika bukan karna pasien yang datang ke rumah sakit tempatnya bekerja. Namun karna pihak keluarga Anggara yang memerintahkannya untuk datang, dokter tersebut tak berani membantah. Memang keluarga Anggara sangat berpengaruh di kota dan juga negara ini. Jadi tak heran jika semua yang mereka lakukan tak pernah mereka berpikir dua kali untuk melihat dan melakukan apapun yang mereka mau.
Leon begitu gelisah saat dirinya tengah melakukan pertemuan dengan kliennya, namun sebisa mungkin dia menyembunyikan raut wajahnya yang sedikit gelisah itu agar kliennya tak bertanya padanya.
Setelah melakukan pembicaraan dan juga beberapa hal penting lainnya, Leon sedikit lega karna kliennya sangat menyukai beberapa metode masukan yang selalu di ajukan Leon di terima oleh kliennya dan tak pernah memberikan kecewa pada kliennya dan membuat klienya setuju atas beberapa pengakuan yang di berikan oleh Leon.
__ADS_1
"terimakasih pak Leon, kami sangat senang dengan adanya pertemuan ini dan sangat senang dengan beberapa pengajuan yang anda berikan baut perusahaan kami, semoga beberapa bulan kedepan, anda bisa memenangkan tender yang kita bicarakan ini" ujar pak Tristan yang sebagai klien Leon itu.
"terimaksih kembali tuan atas pujiannya," ucap Leon tersenyum.
"baiklah tuan Leon, sekarang sudah jam 2 siang, sebenarnya ada banyak sekali obrolan yang ingin saya sampaikan oleh bapak, tapi waktunya sangat mepet sekali, dan siang ini saya akan pergi ke suatu tempat, terpaksa saya batalkan untuk berbicara lanjut dengan bapak, semoga lain hari kita bisa bertemu dan mengobrol lebih lama" ujar pak tristan.
"iya pak, lain kali kita bisa ngobrol lebih lama, dan saya juga sebenarnya sangat ingin pulang tuan melihat keadaan istri saya yang tengah hamil muda" ujar Leon.
"ooh kalau begitu, maaf jika banyak waktu yang terbuang oleh saya karna terlalu lama berbicara" ucap pak Tristan merasa bersalah.
"tidak apa-apa tuan" ucap Leon.
"baiklah kalau begitu kita bertemu di lain hari saja ya," pak Tristan dan Leon segera berjalan menuju parkiran dan berpisah disana, Leon dan pak Tristan berjabat tangan lalu mereka segera mencari mobil masing-masing.
Leon melajukan mobilnya sedang dan tak mau mengganggu kendaraan lain yang juga mengendara.
Dalam hati Leon, entah gelisah yang sedari tadi tak bisa di tebak dan entah perasaannya begitu tidak enak saat mengingat istrinya. Leon segera meraih ponselnya yang sejak tadi tersimpan di dalam saku jasnya. Iya membuka ponselnya namun ternyata ponselnya sudah mati oleh sebab itu tak ada satupun panggilan yang bisa masuk ke ponselnya.
Leon segera mencarger ponselnya dan menghidupkan kembali ponselnya, dia baru bisa melihat beberapa panggilan dari mama Yola membuat hati ya semakin di landa kepanikan. Leon merasa ada sesuatu yang terjadi pada istrinya, lalu sesegera mungkin dia menancap gas dengan kecepatan penuh sehingga tak berapa lama, dia sudah' sampai di pelataran rumahnya.
Leon tanpa banyak bicara segera menemui istrinya di kamar untuk memastikan keadaannya.
__ADS_1
Bersambung......
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.