
Antin di bawa kesebuah rumah di tengah hutan dengan mata tertutup, serta tangan terikat. Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, barulah mereka sampai di rumah yang terlihat besar di tengah-tengah hutan.
Rumah itu terlihat bersih dan juga halamannya luas, rumah itu di hiasi dengan berbagai tanaman hias di beberapa bagian serta air mancur di tengah-tengah kolam ikan.
Rumah dengan gerbang tinggi 3 meter terlihat sangat mewah dengan design yang indah dan nampak seperti rumah bangunan baru.
Antin masih dengan posisi mata tertutup, setelah sampai di sana, antin di bawa masuk oleh ketiga pria yang bersamanya, sedangkan yang satunya, sudah lebih dulu memarkirkan mobilnya.
Antin di bawa masuk ke sebuah kamar besar dan mewah di lantai dua. Antin di bawa masuk dan duduk di atas ranjang. Dia terlihat biasa-biasa saja, namun di dalam hatinya, dia begitu cemas.
Antin tidak akan menyangka akan di bawa oleh orang asing jauh dari rumahnya. Namun dia terus saja berdoa untuk keselamatan dirinya agar bisa bertemu dengan suaminya.
"buka penutup mata wanita incaran bos ini, biar dia bisa melihat siapa yang membawanya kesini " ucap salah satu pria itu.
Barulah mereka membuka kain penutup mata Antin, dan antin bisa melihat kamar yang luas nan mewah itu, namun terlihat sangat asing.
"wanita incaran" batin antin.
Dia juga melihat ke arah balkon kamar, melihat sebuah pemandangan asing dan jauh dari tempat tinggalnya. Antin semakin bingung dengan orang yang menculiknya ini, apa sebegitu sukanya dia terhadap antin sehingga dia berniat menculiknya.
Antin masih di landa kebingungan hingga suara pintu terbuka mengejutkannya.
"siapa kamu," antin terlihat was-was dengan pria yang masuk dan mendekatinya.
"ternyata kamu semakin cantik dan sexy ya sekarang, apa lagi ternyata kamu lagi hamil mengandung anak pria brengsek itu" ucap pria itu.
"ooh jadi kamu yang sudah merencanakan semua ini, ya mungkin lebih tepatnya kamu yang pantas di panggil brengsek. Karna selama ini kamu hanya bisa melakukan apapun yang kamu mau sesuka hatimu" antin memanasi pria itu yang telah antin sangat kenali suaranya.
"kau jangan takut sayang, aku masih ada di sini. Aku akan membuatmu kembali ke pelukan aku. Sayang sekali jika tubuhmu belum pernah aku sentuh, malah pria brengsek itu yang sudah mengambil kamu dari aku" ungkap Gilang.
Ya Gilang lah yang sudah menculik antin, membuat semua rencana busuknya supaya antin mau kembali kepadanya.
"bukankah kamu yang tidak Sudi padaku dulu, kau seolah-olah jijik melihatku, kau bahkan terang-terangan berselingkuh dan bahkan tidur di ranjang yang sama dengan para ****** kebanggaan mu" ucap antin.
__ADS_1
"ya, maka dari itu, aku ingin mengambil kamu dari pria itu, dan melakukan hal yang sama seperti mereka yang pernah aku tiduri dulu" ucap Gilang membuat antin geram.
"lepaskan aku Gilang, aku tidak akan pernah ingin kembali pada pria bejat sepertimu" ucap antin.
"tidak semudah itu, jika saja sampai ada yang berani mencari mu di sini, aku akan membunuhnya, termasuk pria brengsek Leon itu" ucap Gilang dan berlalu pergi.
"kunci pintu dan jangan pernah ada yang masuk ke dalam, jaga semua sisi ruangan dan juga di area villa" ucap Gilang pada semua anak buahnya.
"baik bos"
"ya Tuhan, tolong aku aku tidak tau bagaimana caranya bisa bebas dari sini" ucap antin yang melihat seluruh pemandangan di luar jendela, sedangkan tempatnya sungguh tinggi di lantai dua.
Antin mencoba memikirkan cara untuk bisa segera keluar dari ruangan itu. Semua isi ruangan hanyalah barang mewah dan berharga namun semua itu tak berarti bagi antin.
Yang di inginkan antin saat ini adalah keluar dari tempat itu dan antin berpikir keras untuk mendapatkan caranya.
***
Sebelumnya memang bik Imah sudah menelpon tuan mudanya di kantor hingga Leon memutuskan untuk pulang lebih awal.
"tuan, bagaimana ini nona antin di culik. Saya takut tuan saya takut jika non kenapa-kenapa" ucap panik bik imah. sedangkan bik Sri dan buk Minah berada di sana.
"baiklah bik, kalian tenang saja kalian cukup membantu saya di sini saja biar itu menjadi urusanku" ucap Leon tenang namun di dalam hatinya, dia mencemaskan istrinya.
Leon segera melangkah ke kamar dengan menggunakan lift dan menuju ke kamar untuk menaruh tas kerjanya dan langsung menuju ruangan kerjanya. Disana Leon mengamati cctv-nya bebrapa waktu lalu.
Leon menemukan semua bukti dan juga pelaku penculikannya hanya dalam beberapa menit saja. " brengsek, kau ingin bermain denganku ya. Baiklah jika ini keinginan mu" Leon segera mematikan semua layar monitornya dan segera mengganti bajunya dan menyambar jaket kulitnya.
Leon segera menghubungi para bawahannya yang lain. ( maaf sebenarnya banyak para bawahan Leon yang menjaga sekitar rumahnya, namun mereka sudah tewas dan di bunuh oleh para anak buah yang di bawa oleh gilang")
#Flashback on#
Gilang meneliti rumah megah nan mewah di depan matanya yang banyak di kelilingi para anak buah Leon. Benar-benar begitu sangat ketat hingga rumah sebesar itu banyak di kelilingi oleh para bawahan Leon.
__ADS_1
Sebelumnya Gilang sudah mengatur banyak strategi untuk bisa mendapatkan targetnya, namun meskipun begitu tak ada yang bisa mengalahkan seorang Leon. Hanya saja Gilang tidak tau dengan siapa dia berhadapan dan dengan siapa musuhnya kali ini.
Gilang menyuruh para anak buahnya menggunakan tembakan kedap suara yang beracun untuk menembaki para anak buah Leon. Gilang juga tak lupa menyuruh para anak buahnya untuk membunuh seluruh anak buah Leon dengan melakukan aksi baku hantam. Bukan hanya anak buah Leon saja banyak yang mati, namun anak buah Gilang juga banyak yang tumbang, namun apalah daya, jika pistol kedap suara itu kembali menyerang seluruh anggota bawahan Leon hingga tak tersisa.
Barulah Gilang mengetuk pintu dan menunggu sang pemilik rumah keluar. Gilang memang sudah lama merencanakan ini semua, dan mengambil kesempatan di saat Leon tidak ada di rumah dan seluruh keluarga yang lain.
Flashback off
Leon sudah berada di markas dan mengumpulkan para bawahannya lebih tepatnya para Mafioso miliknya. Karna selama ini Leon adalah pemimpin mafia Balck eagle, mafia yang di bangun oleh tuan Ferdinan dan beberapa sahabatnya selama ini. Namun karna seluruh sahabatnya lebih dulu meninggal, hingga dirinyalah satu-satunya masih hidup sampai sekarang, dan memiliki keluarga baru.
Hingga Leon beranjak dewasa barulah Leon mengambil alih kepemimpinan ayahnya. Tuan Ferdinan juga mempercayai sosok putra nya itu dalam segi hal apapun, karna dia yakin Leon akan menjadi penerusnya sampai Leon memiliki generasi berikutnya kelak.
"kalian memang tidak bisa mengenali musuh Kalian, beberapa kali aku sudah bilang, jangan pernah lengah. Gunakan senjata dan otak kalian apa kalian pikir setelah mereka mati, kalian akan merasa baik-baik saja. Mereka akan selalu meremehkan mafia black Eagle paham" ucap Leon pada seluruh mafioso nya.
"paham king"
"aku ingin istriku selamat dalam penyerangan ini, jika sampai kalian lengah lagi, aku akan siap memberikan hukuman pada kalian" Leon benar-benar tak habis pikir dengan seluruh para mafiosonya, padahal sudah banyak trik dan startegi yang di berikan serta di ajarkan oleh Leon, namun karna kelengahan mereka, akhirnya itu semua tak bisa mereka gunakan.
"berangkat sekarang" Leon tanpa banyak bicara langsung berangkat menaiki jet pribadi miliknya, Alex sang asisten dunia bawahnya ikut beserta dengan nya. Sedangkan boy menggunakan jet pribadi yang lain milik Leon.
Waktu benar-benar tak bisa Leon sia-siakan saat ini. Karna ini perjuangan dalam mencari istrinya.
Leon tidak akan pernah memaafkan Gilang yang berani menculik istrinya.
"tunggu aku brengsek, aku akan mencabik-cabik seluruh isi tubuhmu jika sampai berani menyentuh istriku" Leon terus saja menatap tajam kedepan dan membatin membuat Alex yang berada di sampingnya menjadi bergidik ngeri melihat tatapan tajam kingn nya.
Bersambung.....
Sudah lama ya tidak up, maafkan author ya karna selama ini telah mengabaikan para pembaca setia ku.
Semoga hari ini dan seterusnya bisa selalu update meski hanya satu bab per hari..
Selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin pada kalian semua, jika ada kata yang menyakiti kalian semua saya mohon maaf yang sebesar-besarnya πππ.
__ADS_1