Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Pelayan Pribadi


__ADS_3

Keesokan harinya, satpam yang berjaga di gerbang rumah megah itu kembali bekerja setelah meminta cuti satu hari pada bosnya. Satpam itu membuka pintu pos tempatnya dan alangkah terkejutnya melihat seorang gadis yang dengan nyenyaknya tidur di atas kursi dengan posisi duduk. Pak satpam yang bernama pak Ahmad itu heran melihat ada sosok gadis cantik yang tiba-tiba berada di dalam pos jaganya.


Pak Ahmad mencoba membangunkan antin yang masih terlelap itu dengan menggoyangkan bahu antin.


"Neng, neng, bangun ini sudah pagi" ujar pak Ahmad.


"Emm," antin menggeliat membuat pak Ahmad terkekeh melihat antin yang tertidur seperti kebo itu.


"Neng, ayo bangun neng, kenapa neng bisa ada disini?," tanya pak Ahmad pada antin.


Antin pun membuka matanya dan melihat orang yang memanggilnya sedari tadi. Antin membelalakkan matanya dan rasa ngantuk ya pun hilang seketika.


"Maaf ya, bapak siapa?" tanya antin bingung.


"Nama saya pak Ahmad neng, bapak bekerja di sini di rumah besar ini" ujar pak Ahmad.


"Oohh, maaf pak Ahmad saya tadi malam ketiduran disini. Maaf jika saya sudah membuat pak Ahmad terkejut karna saya sudah lancang masuk ke pos tempat bapak bekerja" ucap antin meminta maaf.


"Tidak apa neng, santai saja. Oh ya neng, neng mau kemana, bawa tas dan sampai-sampai ketiduran disini?" tanya pak Ahmad.


"Saya tidak tau harus kemana pak, saya diusir dari rumah. Sebenarnya saya tinggal di desa dan menikah kesini. Tapi karna takdir yang kurang baik terjadi pada rumah tanggaku, akhirnya aku di usir oleh mertua serta suamiku" tutur antin.


"eehh, kok malah aku jadi curhat sama bapak, maaf pak" antin keceplosan dan menceritakan singkat kehidupan rumah tangganya.


"Tidak apa-apa kok neng. Oh ya neng, neng namanya siapa?" tanya pak Ahmad.


"Nama saya antin pak" ucap antin.


"Oh neng antin ya, trus sekarang neng antin mau kemana?" tanya pak Ahmad pada antin.


"Itu dia pak, sebenarnya saya ingin sekali pulang ke desa saya pak, tapi saya tidak punya uang. Dan untuk mencari kerja disini saja mungkin agak susah juga"! seru antin.


"Ooohh kebetulan neng, disini sedang mencari pelayan baru, kalau boleh, neng bisa bekerja disini, nanti saya bilang sama pemilik rumah ini" seru pak Ahmad.


"bapak serius"? tanya antin senang.

__ADS_1


"Saya dua rius neng, neng bisa bekerja sebagai pelayan disini. Tapi..." pak Ahmad menggantungkan ucapannya.


"Tapi apa pak?" tanya antin bingung.


"Tapi, bukan sebagai pelayan memasak, membersihkan rumah, dan segala pekerjaan rumah." tutur pak Ahmad.


"Lalu, jika bukan sebagai pelayan yang melakukan pekerjaan rumah, lalu apa pak?" tanya antin penasaran.


"sebagai pelayan pribadi tuan muda" ucap pak Ahmad.


"Lah emangnya kenapa kalau jadi pelayan pribadi, apa antin tidak cocok ya pak?"


"Bukan begitu neng"


"Lalu?"


"Begini neng, sebelumnya sudah banyak pelayan pribadi yang menjadi pelayan tuan muda, tapi tidak ada yang betah bekerja disana. Banyak juga wanita cantik-cantik yang sengaja menawarkan diri sebagai pelayan pribadi tuan muda. Tapi mereka tidak tahan karna ada saja yang di lakukan tuan muda untuk membuat pelayan pribadinya tidak betah" tutur pak Ahmad.


"Hemm sepertinya seru nih" ucap antin membuat pak Ahmad bingung.


"Tidak apa-apa pak, aku mau kok bekerja disini, yang terpenting aku bisa bekerja dan menghasilkan uang untuk pulang ke desa" tutur antin membuat pak Ahmad tersenyum mendengarkan gadis yang ada di hadapannya itu.


"Baiklah, mari ikut bapak masuk dan bilang pada nyonya dan tuan besar" ucap pak Ahmad mengajak antin masuk ke rumah mewah itu.


Antin berjalan mengekor pak Ahmad di belakang. Sesampainya antin dan pak Ahmad di dalam rumah itu, pak Ahmad memanggil pemilik rumah itu dan pemilik rumah itupun segera menemui antin yang berada di ruang tengah.


"Ini dia buk, namanya antin. Dia mau bekerja di sini sebagai pelayan pribadi tuan muda Leon" tutur pak Ahmad pada sang pemilik rumah.


"Baiklah pak, bapak boleh pergi" ucap Yola nyonya rumah megah itu dan di sampingnya tuan Ferdinan suaminya Yola.


"Selamat pagi nyonya" sapa antin pada Yola yang masih berdiri.


"Selamat pagi juga Antin. Apa benar kamu mau bekerja sebagai pelayan anak kami?" tanya Yola pada antin.


"benar nyonya, saya yang akan bekerja di rumah nyonya sebagai pelayan tuan muda" ujar antin.

__ADS_1


"Baiklah, tapi aku ingin bicara satu hal sama kamu boleh?" tanya Yola pada antin.


"Boleh nyonya"


"Duduk dulu nak antin" Yola mempersilahkan antin untuk duduk di sofa. Dan antin pun menurut


"Begini nak antin, saya memiliki anak laki-laki tapi dia sudah dewasa. Dia sangat tidak bisa di atur, setelah kejadian beberapa bulan lalu. Dia menjadi sangat dingin dan tak tersentuh. Maaf apa nak antin mau menerima pekerjaan ini" tanya Yola memastikan.


"Saya terima buk, saya benar-benar tidak punya uang sekarang, makanya saya mau bekerja di sini. Bukan karna terpaksa sih buk tapi emang benar kalau aku sangat membutuhkan pekerjaan ini. Sanggup dan tidak, mampu dan tidaknya itu tergantung kegigihan kita sendiri saja" ujar antin pada Yola membuat Yola tersenyum tipis.


"Terimakasih, nak antin. Semoga nak antin betah bekerja disini. Dan nak antin, mulai sekarang kamu bisa bekerja hari ini" ucap Yola sang nyonya di rumah ini.


"Terimakasih nyonya, saya janji tidak akan mengecewakan nyonya dan tuan" ucap antin.


"semoga anak kita tidak lagi melakukan hal aneh pada pelayan barunya ya mi" ucap Ferdinan.


"Iya Pi, semoga saja"


"Baiklah, antin selamat bekerja ya, kamar kamu nanti Bu Mina yang kasih tau dimana letak nya" ujar Yola


"Terimakasih nyonya, tuan" ucap antin.


"Baiklah saya pergi dan jadwal kegiatan tuan muda kamu hari ini sudah ada di kamar kamu dan sudah di tuliskan oleh tuan muda sendiri" ujar mami Yola.


"Baik nyonya" ujar antin lalu mami Yola bersama suaminya pak Ferdianan pergi meninggalkan antin.


Lalu tak berapa lama datang lah seorang wanita paruh baya yang menghampiri antin.


"permisi mbak antin, saya Mina. Saya di tugaskan untuk memberitahu jadwal tuan muda serta kamar yang mbak antin tempati" ucap Bu Mina pada antin.


"Oh, silahkan buk, antin langsung bekerja saja ya, dan buk Mina tinggal kasi tau aja apa tugas-tugas aku" ujar antin.


"Baiklah, nak antin kau harus mencuci baju tuan muda, dan hanya milik tuan muda saja bukan punya orang lain. Itu saja dulu nanti setelahnya, saya kasih mbak antin tugas yang lain yang sudah di tuliskan oleh tuan muda " ujar Bu Mina.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya kakak...


__ADS_2