
Sepasang suami istri itu masih terlihat santai saja di tepi danau itu. Tanpa terasa matahari sudah perlahan tenggelam untuk beristirahat menampakkan sinarnya.
Antin dan Leon menyadari jika hari sudah mulai gelap mereka pun segera mengemasi beberapa barang yang mereka bawa.
Namun saat mereka akan berjalan menuju tempat mobil mereka parkir, seorang laki-laki yang dengan berlari menabrak antin hingga antin terjatuh dan tangannya berdarah akibat tabrakan pria tadi yang begitu kuat.
Leon yang melihat istrinya jatuh langsung mengangkat istrinya.
"sayang, kamu tidak apa-apa?" ucap Leon cemas melihat istrinya jatuh.
"ohh ternyata kau yang ku tabrak tadi, haha mampus kamu, rasakan akibatnya" ucap seorang pria tadi yang menabrak Antin. Suara pria itu sangat terdengar familiar sekali membuat antin dan Leon menoleh melihat orang yang menabrak Antin tadi.
Seketika rahang Leon mengeras melihat siapa pria yang sudah menabrak istrinya itu. Gilang sebenarnya sengaja menabrak antin tadi karna sejak antin keluar dari taman itu sejak itulah Gilang melihatnya, dan berniat mencelakai antin. Dia cemburu sekaligus dendam dengan kedua sepasang suami istri itu, oleh sebab itu Gilang merencanakan akan mencelakai antin.
"hey kenapa kalian hanya diam saja, ohh aku tau, pasti kalian takut kan haha" Gilang tertawa sumbang saat melihat Leon hanya diam saja dengan tatapan tajamnya pada Gilang.
Leon berdiri dan membantu istrinya berdiri. Leon melihat darah dari telapak tangan antin dan lukanya cukup dalam hingga membuat antin meringis saja.
Leon masih saja terlihat santai dengan membantu istrinya dan meniup tangan istrinya. Leon kemudian mencoba untuk mengabaikan gilang dan akan membawa istrinya langsung ke mobil. Namun beberapa langkah, Leon terhenti oleh ucapan Gilang.
"dasar pengecut, memang kau adalah seorang CEO yang sangat terkenal, tapi sayang tidak punya otot untuk melawan,,kau jadilah banci saja" ucap Gilang meremehkan.
Bugh
bugh
__ADS_1
bugh
Leon tanpa aba-aba langsung melayangkan tinjuannya ke arah Gilang dan ketiga kalinya tepat pada sasaran.
Gilang terhuyang dan mengeluarkan darah segar dari hidungnya.
Gilang merasa geram oleh tindakan Leon yang secara tiba-tiba itu, Gilang siap akan melayangkan tinjuan pada Leon namun Leon dengan lihainya menghindar dari tinjuan Gilang.
Gilang semakin di buat geram oleh serangan Leon yang dengan beladiri nya tidak biasa membuat Gilang tak bisa menghindari hantaman dan tendangan Leon. Ternyata Gilang merupakan orang yang hanya pandai bicara dan bermain wanita, tapi tidak dengan pandai bertarung.oleh sebab itu dia kalah dari Leon yang sejak kecil menguasai bela diri serta memegang senjata api.
Antin yang melihat suaminya membabi buta Gilang membuatnya kagum dengan suaminya itu. Namun di tengah ke kagumnnya dengan suaminya, dia juga tidak tega melihat mantan suaminya di hajar habis-habisan oleh suaminya.
Terlebih lagi para orang-orang di sekitaran tempat itu banyak yang menyaksikan pertarungan gratis itu. Ada yang terlihat kagum dengan Leon, ada juga yang merekam kejadian itu.
Gilang sudah tak bisa berbuat apa-apa berdiri saja dia tidak bisa namun dia begitu sangat malu saat dirinya di kalahkan dan di permalukan oleh antin dan suaminya.
"ternyata, kau tidka lebih dari seorang banci, kau juga bukanlah lawan ku, jadi setiap ucapanmu tadi itu, sudah kembali padamu" ucap Leon.
"jika nanti aku melihat di media tentang pertarungan ini dengan salah satu antara Kalian yang menyebarkan video ini, aku tidak akan segan untuk membunuh kalian yang menyebarkan video ini dan akan mencari dimana pun kalian berada, ingat aku tidak akan pernah main-main" ucap Leon dingin membuat semuanya takut dan segera menghapus semua isi rekaman yang mereka buat saat pertarungan tadi.
Tentu saja mereka sangat takut dengan pemimpin perusahaan terbesar di Indonesia ini. Leon sangat terkenal dengan kepemimpinannya yang tegas dan berwibawa. Dalam bidang pendidikan dan segala materi dia sudah kuasai begitu juga dengan gelarnya menjadi CEO adalah berkat kerja kerasnya selama ini. Dulunya dia adalah pemimpin di perusahaan ayahnya tapi dalam waktu yang cukup lama dia bekerja dan mengurus perusahaan ayahnya, dia membangun perusahaan nya sendiri dan berpijak pada kaki sendiri. Oleh sebab itu dia merupakan pria yang sangat di takuti dan juga pria yang- memiliki harta hingga triliunan itu.
Hingga sekarang dia memiliki perusahaan cabang dimana-mana, hingga ke luar negri di Singapura.
"lihat saja nanti, aku akan balas kalian atas semua ini. Aku juga akan membuat kamu tak bisa hidup tenang" Gilang menunjuk Antin yang sedari tadi masih bergetar ketakutan di belakang suaminya.
__ADS_1
"silahkan lakukan apapun yang akan kamu lakukan tun Gilang yang terhormat. Tapi ingat, perusahaan anda akan menjadi sasarannya. Ingatkan sekali lagi, siapa aku" ucap Leon menyeringai.
"aku tidak boleh gegabah, aku harus meminta bantuan para dunia bawah untuk membalaskan dendam ku dan akan membunuh pria ini" ucap Gilang dalam hati.
Tanpa banyak bicara diapun segera meninggalkan tempat itu menuju tempat mobilnya di parkir.
"aahhh sial, aku kenapa bisa kalah darinya, bahkan aku tidak bisa membalas menghajarnya, aku harus berbuat sesuatu untuk membalas mereka" ujarnya setelah dia sudah berada di dalam mobilnya. Gilang pun segera melajukan mobil miliknya dan meninggalkan tempat itu dengan gemuruh yang ada pada hatinya, dan juga rasa sakit pada lukanya.
Sedangkan Leon langsung membawa istrinya ke mobil dan beruntung kotak P3K selalu tersedia di dalam mobil milik Leon.
Stelah mereka masuk ke dalam mobil, Leon segera mengobati luka di tangan istrinya agar tidak infeksi.
"mas, aku yakin setelah ini, pasti Gilang tidak akan tinggal diam dan akan berusaha untuk balas dendam pada kita setelah kejadian tadi" ucap antin.
"aku sudah tau, yang terpenting kamu harus selalu waspada pada saat berada di luar. Dan aku tidak akan mengizinkan kamu keluar rumah jika tidak ada aku bersama mu" ujar Leon.
"aku takut mas, Gilang itu adalah pria yang sangat tempramental, tapi beruntung dulu dia tidak pernah menyiksa aku sewaktu aku masih jadi istrinya" jelas antin.
"kamu harus tau, tidak ada yang akan pernah menyakiti istri dari seorang Leon, ingat itu. Jika ada yang berani melakukannya, mereka tidak akan hidup tenang" ucap Leon dengan tatapan tajamnya membuat antin sedikit takut oleh suaminya itu.
"baiklah sekarang kita pulang, karna sekarang sudah gelap" ajak Leon dan antin pun menurut.
Di tengah perjalanan hujan lebat membasahi kota dan menciptakan kemacetan di tengah jalan, namun beberap menit setelah kemacetan, akhirnya mobil Leon bisa lolos dari panjangnya kemacetan yang di sebabkan karna genangan air yang membanjiri jalan raya.
Setelah mereka sampai di rumah, Leon segera membawa istrinya masuk dan menggandeng tangannya.
__ADS_1
Bersambung.....