Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Meninggalkan


__ADS_3

Sekitar jam empat sore, antin terbangun dari tidurnya dan melihat Leon tidak ada di sampingnya, antin bangun dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu dia keluar kamar dan mencari sosok lelaki tercintanya itu yang entah kemana semenjak bangun tidur.


Antin mendengar seseorang dari arah ruang tamu, antin mencari dimana suara itu dan disana antin melihat suaminya yang tengah menemani sosok kecil Aksa bermain di sana. Entah mengapa hati antin terasa hangat melihat Aksa si bocah kecil yang menggemaskan itu tertawa lepas saat Leon menggelitik kan pinggang kecilnya membuatnya tertawa dan tak berhenti untuk terus menjaili ayah angkatnya itu.


"Hay mom, sini main sama akca dan dad" ucap bocah itu memanggil mommy angkatnya itu.


Leon melihat istrinya datang dan memberikan tempat duduk istrinya. "sayang kau sudah bangun?" tanyanya.


"belum aku masih tidur" gurau antin.


"haiis ya aku tau" jawab Leon jengkel.


"Daddy kan cudah lihat mommy sudah bangun, kenapa beltanya lagi" ucap Aksa membuat Leon hanya bisa menggaruk kepalnya yang tidak gatal.


"sayang kelihatanya kamu seneng banget, main apa sih?" tanya antin mengusap lembut rambut lebat Aksa.


"ini Deddy gelitikin pinggang aku, sampai pelut aku sakit ketawa" tutur Aksa.


"aku kan ajakin kamu main tebak-tebakan, siapa yang kalah itu yang di gelitikin" ucap Leon


"iya juga sih, tapii...


"hahahaha,,,hahahah "


Tiba-tiba Leon tertawa karena antin menggelitik suaminya membuat Leon tak berhenti tertawa, begitu juga dengan Aksa yang ikut menggelitik daddy-nya dan di ruang tamu itu terdengar sangat ribut karna ketiga manusia yang tengah bermain bersama dan tertawa bersama.


***

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain, Gadis dengan balutan gaun malam yang seksi tengah beradu pandang dan penuh nafsu dengan seorang laki-laki yang tengah iya duduki pangkuannya itu, wanita itu terus saja memancing birahi pria yang bersamanya dengan melakukan aksi mencari kelemahan pria yang akan menjadi mangsanya malam ini.


Alice, wanita yang beberapa bulan ini meninggalkan Gilang dan melahirkan anaknya di negara asalnya di Amerika serikat. Namun setelah melahirkan anaknya, dia justru kembali hidup dalam kesederhanaan, tak pernah merasakan banting tulang sebelumnya, sekarang dia harus mencari uang meninggalkan anaknya dengan kakaknya di rumah dan mencari pria yang bisa memuaskannya demi mendapatkan uangnya untuk menghidupi anaknya.


Alice sebenarnya sangat menyesal setelah bercerai dengan Gilang, karna kehidupannya yang dulu serba glemor sekarang harus banting tulang untuk membiayai anaknya dan saudaranya, karna senjak Alice kembali pada kakaknya, kakakya tak pernah mau mencari pekerjaan untuk membantu adik dan ponakannya itu sehingga Alice harus bekerja siang malam demi kehidupan anaknya.


Alice terus saja menggerayangi dada besar dan perut buncit pria di hadapannya itu, sebenarnya dia juga merasa jijik dengan pria itu namun karna uang yang di janjikan tidaklah main-main membuatnya harus menahan rasa jijiknya pada pria gondrong itu.


Alice memang sangat terkenal dengan dunia s*k dan sering kali membuat para pelanggannya senang dengan pelayanannya, tentu membuat Alice senang dengan kepuasan mereka.


"baby, let's go" Alice memberikan kertas pada pria itu yang tertulis nomor kamar yang di sewanya malam ini untuk memulai pekerjaannya. Dan dengan senang hati pria gondrong itu mengambilnya, Alice pun sudah lebih dulu meninggalkan pria itu dan memasuki kamar tempat janjinya.


Sesampainya Alice di kamar itu, kini iya menumpahkan rasa kesalnya namun tak lama terdengar suara ketukan pintu dan segera mungkin mengembalikan ekspresi nya.


"Hay sayang, kau sudah lama menunggu?" tanya pria itu.


"tidak kok, hem apa kita bisa mulai sekarang, aku sudah tidak tahan baby" Suara manja nan indah itu yang membuat pria gondrong itu semakin tergoda dan tidak bisa menahannya. Namun tidak dengan Alice, iya seolah mengutuk dirinya sendiri yang tengah menggoda pria gondrong itu, iya ingin muntah dengan kata-kata nya.


Dan tak lama pria itu menyerang tubuh Alice hingga, beberapa suara lenguhan yang keluar dari mulut Alice, entah berapa kali mereka melakukannya, hingga mereka terkapar di tempat.


****


Di negara lain, Leon dan juga antin setelah terjadi penculikan kemarin, Leon akan meninggalkan istrinya dalam beberapa hari karna ada sebuah kepentingan yang harus dia selesaikan di negara Amerika dan akan kembali sekitar dua mingguan. Namun arka sangat berat meninggalkan istrinya, tetapi mama Yola dan mama Desi tetap meyakinkan agar antin baik-baik saja ketika Leon pergi.


"sayang, aku sebenarnya berat sekali meninggalkanmu" ucap Leon.


"tapi kamu kan harus hadir di pertemuan penting itu" jawab antin.

__ADS_1


"aku pasti akan merindukan ini" ucap Leon mengusap perut buncit istrinya itu.


"cepat pergi cepat pulang sayang, jika kau terus saja menunda perjalananmu, maka kamu tidak bisa mencarikan aku dan anak kita uang, kerjalah yang baik suamiku, aku akan baik-baik saja disini" tutur antin pada suaminya.


"iya sayang, demi kamu dan anak kita"


"kapan kamu berangkat sayang?" tanya antin.


"mungkin lusa sayang, sekarang aku mau pergi sebentar untuk mencari boy dulu" Leon mencium istrinya dan meninggalkan istrinya menemui boy.


"aku tidak ingin terjadi sesuatu pada istriku lagi, aku akan tetap menjaga istriku dimanapun dia pergi" Leon berjalan dan bergumam sendiri hingga sampai di mobilnya berada.


Tut Tut Tut


"........"


"kerahkan beberapa pengawal di rumah utama, dan kalian ikuti kemanapun istriku pergi selama aku tidak ada" jelasnya pada para Mafiosonya.


"......"


"tapi ingat, Kalian harus menjadi bayang-bayang, dan tidak boleh di lihat oleh siapapun" titah Leon.


"......."


Panggilan di matikan sepihak oleh Leon dan melanjutkan perjalanan menuju apartemen boy.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2