Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Pergi


__ADS_3

Hari ini adalah hari keberangkatan Leon ke Amerika, pagi itu antin menyiapkan keperluan suaminya selama di luar negri. Meski kesusahan mengerjakan sesuatu dengan perut buncitnya.


"sayang, kamu jangan capek-capek melakukannya" ucap Leon yang baru keluar dari kamar mandi.


"aku tidak apa mas, aku lebih baik melakukan aktivitas, dari pada harus terdiam diri" ucap antin.


"sayang kau jaga dirimu baik-baik ya, aku akan pergi hanya sebentar" ucap Leon.


"kamu tenang aja ya mas, aku pasti baik-baik aja di rumah, kan ada mama papa dan mama papa aku juga yang menemani aku" ucap antin.


"tapi tetap aku tak ingin meninggalkan mu baby"


"inilah risiko suamiku harus menjadi pemimpin perusahaan yang terkenal dan paling berpengaruh di negara ini, kau mempunyai tanggung jawab yang besar untuk para karyawan mu, jika kau membatalkan perjalananmu ini, sama saja kau tak memberi mereka makan" tutur antin pada suaminya.


"iya sayang, aku akan pergi meski meninggalkanmu, aku janji akan segera pulang setelah semuanya selesai" ucap Leon.


*****


Setelah Leon bersiap dengan semua barangnya dan dokumen yang sudah di siapkan boy, Boy membukakan pintu mobil untuk bosnya. Sedangkan Leon, terlihat jelas di matanya tersirat berat meninggalkan istrinya, namun memang inilah kewajibannya.


"aku pergi sayang" Leon mengecup kening istrinya dan menyalami tangan kedua orang tuanya.


"hati-hati di jalan nak, cepat pulang ya" ucap tuan Ferdinan dan Leon hanya mengangguk.


Leon juga mencium kening Aksa, anak angkatnya.


"Daddy pergi ya boy, jaga mommy kamu" ucapnya.


"Daddy tenang saja, mommy pasti Aksa jaga" ucap Aksa.


Leon memasuki mobil dan membuka kaca mobil melambaikan tangannya dan di balas antin dan semua yang berpamitan dengannya. Mobil yang di tumpangi Leon sudah menghilang dari pandangan, tinggalkanlah antin dan Aksa yang berada di luar, sedangkan kedua mertuanya sudah masuk lebih dulu.

__ADS_1


***


Di dalam perjalanan Leon, leon menghubungi Alex yang sebagai tangan kanannya di markas black Eagle untuk memerintahkan agar tetap memantau keadaan rumahnya.


"Ingat, jangan sampai Kalian lengah sedikitpun" ucap Leon.


"...


Tut


Panggilan sepihak di matikan Leon. Leon belakangan ini begitu merasa memiliki firasat yang tidak baik, sehingga iya memerintahkan kepada para Mafiosonya untuk tetap waspada dari mulai markas hingga ke rumah miliknya.


Leon sejenak memejamkan mata, dengan merilekskan pikirannya dalam perjalanan bisnis nya, bukan hanya sekedar menghadapi pebisnis yang biasa, namun akan melakukan kerja sama dengan perusahaan yang paling berpengaruh di Amerika.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu lama, Leon sudah sampai di bandara dan berada di ruang tunggu bersama boy.


"Leon, kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan kita ini untuk bekerja sama dengan perusahaan itu, aku yakin dengan beberapa kelebihan dari perusahaan kita, mereka pasti akan tertarik untuk bekerja sama dengan kita" ucap boy di sela-sela keheningan di antara mereka.


Waktu penerbangan setengah jam lagi dan mereka masih berada di ruang tunggu, boy yang melihat ponselnya sedangkan Leon masih dengan termenung ya, hingga boy menepuk pundaknya membuat Leon terkejut.


"ada apa, kenapa wajahmu seperti itu?" tanya boy pada bos sekaligus sahabatnya itu.


"aku hanya memikirkan antin yang sebentar lagi akan melahirkan, bagaimana kalau aku tidak ada di sana, saat dia melahirkan nanti" ucap Leon.


"kau itu akan pergi selama dua Minggu bukan bertahun-tahun" terang boy"


"sudahlah ayo kita berangkat" ajak boy membuat Leon berdiri dan segera berjalan menuju pesawat.


****


Antin sedang berada di kamarnya mengurung diri di dalam kamar setelah kepergian suaminya, bukan tak rela melihat suaminya pergi, tapi karna memang baru beberapa kalia kepergian leon membuatnya merasa gelisah. Namun sebisa mungkin antin menepis segala kegelisahannya.

__ADS_1


Aksa mengetuk pintu sang mommy nya pelan.


tok tok tok


"mom, apa mommy teltidul?" panggilan Aksa pada mommy angkatnya itu.


"mom, Aksa boleh masuk?" tanya bocah itu.


"buka saja sayang" Sura lembut dari dalam mengizinkan Aksa membuka pintu yang tak di kunci itu.


Aksa masuk membawakan makanan untuk mommy nya. Aksa melihat wanita yang beberapa hari ini menjadi orang tuanya tengah melamun entah memikirkan apa sehingga wanita itu hanya termenung.


"mom" panggil Aksa membuat wanita cantik itu menoleh.


"ada apa sayang?" tanya antin.


"mommy belum makan Dali tadi, Aksa suapi mommy ya?" tanya Aksa.


"mommy tidak lapar sayang"


"tapi mommy harus memikirkan adek Aksa di dalam sini" ucap Aksa mengelus perut buncit mommy nya.


"nanti ya mommy makan" ucap antin.


"tidak mom, nanti Daddy malah kalau mommy tidak makan" ucap bocah itu lagi membuat hati antin luluh seketika.


"baiklah"


"bocah itupun tersenyum dan dengan antusias, mengambilkan sang mommy makanan dan menyuapi mommy nya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2