
Mama Yola menyuruh kedua orang wanita paruh baya itu untuk duduk.
"Hay perkenalkan nama saya Yola Namira Anggara, dan kalian namanya siapa?" tanya mama Yola ramah.
"Saya Sri nyonya"
" dan saya Imah nyonya"
"Oh bik Imah sama bik Sri saya memeprcaya kan kalian untuk mengurus rumah ini dan kalian bisa membagi tugas bersama dan nanti Bu Mina yang akan membimbing kalian selama disini. Saya menerima tenaga kalian sebab saya kasihan melihat Bu Mina yang bekerja untuk kami di rumah ini" jelas mama Yola.
"Kami sangat berterimakasih pada nyonya, karna nyonya mau menerima kami bekerja di rumah nyonya" ucap bik Sri.
"Iya nyonya, dan kebetulan sekali kami sangat membutuhkan pekerjaan ini. Kami berasal dari desa yang sama nyonya dengan Imah" ujar bik Sri.
"Iya sudah, kalian bisa bekerja mulai hari ini. Dan saya akan pergi menemui menantu saya di taman terlebih dahulu" ujar mama Yola.
Mama Yola bangkit dari duduknya dan meninggalkan kedua wanita paruh baya itu di ruang tamu karna mereka akan langsung mulai bekerja hari ini.
****
__ADS_1
Di tempat lain, Leon sudah keluar dari mobilnya dengan merapikan jasnya yang sedikit berantakan. Wajah tinggi gagah,dan kekar membuat para wanita banyak yang terpesona oleh ketampanan seorang Leon.
Kaca mata hitam yang melekat di wajahnya dia buka dan terlihat jelas wajah datar nan dingin membuatnya terlihat berwibawa.
Leon bersama Maya berdiri di depan sebuah villa besar yang pembangunannya sedang berlangsung dan tinggal beberapa persen lagi akan siap. Leon dalam hati begitu mensyukuri pembangunannya yang sedikit lagi akan siap tapi kini raut wajahnya kini berubah sendu.
"Ma, sampai kapan kau akan meninggalkan aku, aku akan segera menikah. Dan aku sebenarnya juga tidak mencintai wanita itu ma, tapi karna aku bertekad untuk tidak mengikuti jejak mama dan papa. Leon akan menikah satu kali dalam seumur hidup" ucap Leon dalam hati.
"Silahkan tuan, anda bisa langsung masuk ke dalam villa ini tuan. Semua para pekerja juga bekerja dengan sangat baik dan rapi, anda bisa langsung melihatnya" ucap seorang kepercayaan Leon yang selalu memantau dan bertanggung jawab atas pembangunan villa itu.
"baiklah" Leon segera mengikuti seseorang kepercayaan nya memasuki villa miliknya dan di belakangnya ada Maya yang selalu mengekor di belakang Leon.
Entah berapa lama lagi Leon mengelilingi dan berbicara pada pengelola yang dia berikan tanggung jawab untuk mengelola villa miliknya hingga tak terasa hari sudah menjelang sore.
Leon melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Jam menunjukkan pukul 15:20 bahkan saking semangatnya, Leon sampai melupakan makan siangnya.
"Kita istirahat sebentar untuk makan siang, dan setelah itu baru kita pulang" ucap Leon pada Maya.
"apa kita tidak menginap disini bos?" tanya Maya dan berharap bosnya mengatakan iya setuju untuk bermalam di tempat itu. Namun sayang, Leon justru tak mau bermalam di sana, terlebih lagi dia bersama Maya dan dia tidak ingin ada gosip yang tidak-tidak di kantornya karna dia bermalam bersama Maya.
__ADS_1
"Kita pulang saja" ucap Leon.
"Tapi bos, perjalanan pulang akan sangat memakan waktu sekali, kita kan juga butuh istirahat cukup untuk meeting besok siang bos" ujar Maya memberikan alasan namun Leon sudah mengerti jalan pikiran sekertaris nya itu.
"jika kamu ingin bermalam disini, silahkan kamu bisa di temani oleh teman-teman mu disini kamu bisa menelpon mereka" ucap leon datar.
"eh hehe,,,,nggak deh bos aku juga ikut pulang deh" ucap Maya namun dalam hatinya menggerutu kesal karna dia tidak bisa membujuk bosnya untuk bermalam bersamanya.
Beberapa saat kemudian Leon menemukan warung makan kecil di tepi jalan. Leon menyuruh sopirnya untuk berhenti di sana, Maya yang melihat ke arah tempat dimana dia di ajak berhenti oleh bosnya mengerutkan dahi. "bos, anda yakin mau makan siang disini?" tanya Maya.
"Memangnya kenapa?" tanya Leon.
"iihhh,,, ini kan tempatnya kotor banget, pasti banyak debunya dan pasti bau juga tempatnya" ucap Maya.
"Kalau kamu tidak mau saya tidak memaksa" Leon keluar dari mobilnya dan memasuki warung makan itu. Sementara Maya terlihat sangat kesal karna bosnya mengajak dirinya berhenti disana untuk makan siang di warung makan biasa.
Namun karna perutnya yang keroncongan, Maya terpaksa keluar dari mobil dan mengikuti bosnya dari belakang. Iya terpaksa mengikuti bosnya karna dia juga sangat kelaparan.
Leon hanya cuek saja pada sekertaris nya yang sangat kecentilan itu yang selalu mencari perhatiannya. Leon juga merasa jijik jika bersama sekertaris barunya itu, tapi mau bagaimana lagi. Boy sudah memilih Maya menjadi sekretarisnya.
__ADS_1
Bersambung......