
Setelah Antin sudah selesai dengan kegiatan mandinya, sekarang giliran Leon yang mandi. Setelah beberapa menit, keduanya sudah rapi dengan stelan mereka berdua, Leon mengajak istrinya ke pantai yang tidak jauh dari penginapan mereka.
Leon mengajak istrinya ke pantai yang tidak terlalu ramai, meskipun ada beberapa pengunjung yang datang ke tempat itu, namun keadaan di pantai itu tidak terlalu bising itulah yang di sukai oleh Leon, karna keramaian menurut Leon itu sangat mengganggu.
Mereka berdua mencari tempat duduk khusus pengunjung di tempat itu, yang sudah tersedia di tepi pantai, karna cuacanya yang cerah membuat Leon dan antin begitu sangat menikmati suasananya. Sinar matahari yang sudah mulai meninggi tak mereka rasakan, karna terlalu menikmati keindahan lautan biru dan beberapa tempat batu karang yang menghiasi lautan lepas itu sungguh memanjakan mata yang memandangnya.
Suara deburan ombak membasahi pasir putih yang sebagai pelengkap keindahannya, begitu bahagianya para pengunjung yang membawa banyak keluarga dan para sahabat untuk mengambil beberapa momen penting sebagai kenangan seusai mereka berlibur nanti.
Leon menangkap beberapa gambar istrinya secara diam-diam dan tak ingin antin mengetahuinya.
"sayang, apa kamu senang?" tanya Leon.
"iya mas, aku senang banget, bisa berlibur seperti ini" ucap antin tersenyum lebar menatap suaminya.
Sesaat antin masih menghadap laut untuk menikmati keindahannya, Leon memeluk istrinya dari belakang membuat antin terkejut sekaligus gugup.
"kamu tau, aku akan membawamu kemanapun aku akan pergi, aku akan selalu membuatmu bahagia sayang" Leon memejamkan mata dan menghirup wangi istrinya sebagai tempat kenyamanannya.
"apa kamu serius?" tanya antin.
"tentu sayang, aku tidak ingin terpisah darimu walau hanya beberapa saat saja" jelas Leon.
"baiklah, aku juga akan pergi kemanapun kamu pergi" ucap antin sembari tersenyum manis.
Leon tak bisa menahan melihat bibir pink itu tersenyum, dia langsung saja menyambar bibir itu oleh ciumannya dan dalam keheningan, mereka berdua menikmati momen romantis itu dan mereka saling mengungkapkan rasa cinta masing-masing meski sebelumnya mereka juga pernah saling mengungkapkan perasaan mereka berdua.
****
__ADS_1
Setelah seharian mereka menikmati suasana pantai, akhirnya mereka kembali ke hotel untuk membersihkan diri dan istirahat. Antin dan Leon memasuki hotel dan menuju ke kamar mereka, namun sebelum mereka sampai di kamar, seorang wanita cantik dengan dress mini di atas lutut dan terlihat seksi menabrak Leon membuat wanita itu sedikit terhuyang ke belakang karna menabrak tubuh Leon.
"awaaaasshh" pekik wanita itu kesakitan di bagian lengannya.
Leon seolah tak ingin peduli dengan wanita yang ada di hadapannya itu.
"ah maaf nona, apa nona tidak apa-apa?" ucap Antin yang tak enak melihat wanita itu kesakitan.
"tidak, aku tidak apa-apa, tapi lenganku sedikit sakit" ucap wanita itu namun pandangannya justru tertuju pada Leon.
"wah dia benar-benar tidak mengenal aku, atau memang dia masih marah padaku" batin wanita itu.
"sini nona saya bantu. Apa nona bermalam disini juga?" tanya antin yang tidak menyadari tatapan wanita itu.
"ah ya, aku bermalam disini, dan aku mau kembali ke hotel sekarang" ucap wanita itu.
"tidak bisa" sarkas Leon cepat mendahului wanita itu.
"mas, dia kan lengannya sakit, mana tega kita tinggalkan dia sendiri pergi ke kamar penginapannya" ucap antin.
"kalau aku bilang tidak ya tidak" bentak Leon membuat antin terdiam.
"oh, tidak apa-apa nona, saya bisa sendiri pergi ke kamar, nona jangan khawatir" ucap wanita itu.
"yasudah nona, saya minta maaf karna tak bisa mengantar nona ke kamar nona" ucap antin.
" iya tidak apa, baiklah saya pergi" wanita itu berjalan dan meninggalkan Leon dan antin yang masih berdiri di tempat.
__ADS_1
Setelah wanita itu menghilang, antin langsung berjalan ke kamarnya tanpa memperdulikan suaminya di belakang memanggilnya.
Sesampainya antin di kamar, dia langsung menyambar handuk dan berjalan ke arah kamar mandi, namun sebelum sampai pintu kamar mandi, Leon meraih tangannya dan membawa antin ke ranjang untuk berbicara. Namun karna antin masih kesal, dia tetap kekeuh dengan berontak tak ingin berbicara pada suaminya.
"sayang kamu kenapa?" tanya Leon.
Antin tak ingin eye contac dengan suaminya dan lebih memilih memandang ke arah lain.
"sayang, tolong dengarkan aku, bukan maksud aku untuk membentak apalagi berbicara kasar padamu, aku melakukan itu juga memiliki alasan nya" ucap Leon.
"aku tidak mau bicara sama kamu" ucap antin yang membelakangi suaminya.
"sayang, dengarkan aku, lihat aku sayang" Leon membalikkan badan istrinya menghadapnya dan sejenak mereka saling memandang lalu Leon dengan penuh kasih sayang mencium kening istrinya membuat antin tersentuh dan merasakan kenyamanan, seketika emosinya yang tadi kian mereda dan berubah menjadi sedikit tenang.
"sayang, aku sudah pernah bilang, aku tak akan pernah membentak dan juga berbicara kasar padamu kalau tidak memiliki alasannya, aku melakukannya karna aku tau siapa wanita yang tadi menabrak aku" ucap Leon membuat antin mengerutkan keningnya.
"siapa dia?" tanya antin.
"dia adalah wanita yang sangat nekat dan berani berbuat sesuatu yang dia inginkan demi mencapai segala tujuannya. Dia setiap hari mengejar-ngejar aku dari Masih SMA sampai sekarang. Dia juga berani berbuat nekat untuk menyingkirkan siapapun yang mengambil miliknya sayang. Aku takut dia akan menganggu dirimu nanti" jelas Leon.
"oh berarti, itu alasan kamu tidak mau menolongnya tadi?" tanya antin.
"Benar sekali sayang, aku tidak akan membiarkan wanita itu menganggu istriku ini,meskipun secantik apapun dia, tapi tetap wanitaku yang paling cantik" ucap leon membuat antin tersipu malu.
Bersambung.....
Tinggalkan jejak
__ADS_1