Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Kecelakaan


__ADS_3

matahari cepat begitu berpindah posisi di ujung barat menandakan malam akan datang, seorang wanita dengan perut besarnya memandang langit sore dengan warna jingga di atas sana yang menghiasi jagat raya penuh keagungan.


Antin menatap langit sore itu lama, meski matanya menatap ke langit, namun hati dan pikirannya entah berkelana kemana. Sesekali terdengar hembusan nafas kasar dari mulut wanita itu, sembari memejamkan mata dan melirik setiap sudut kota yang terlihat di balkon kamarnya.


Antin masih dengan posisi menutup mata, entah membayangkan apa. Antin merasa satu Minggu ini di tinggalkan suaminya merasa sangat merindukan sosok yang menjadi penenang hatinya dan juga pria satu-satunya Sandara ketika iya lelah.


Lama Antin berdiri menghirup udara dan keluar dari mulutnya, hingga suara pesan masuk dari ponselnya mengganggu kenyamanan nya.


Ting


Suara ponsel terdengar nyaring itu di angkat oleh sang pemiliknya. Antin mengangkat ponselnya dan melihat pesan yang masuk ke dalam ponselnya dan begitu terkejut atas apa yang di lihatnya.


Antin melihat nomor sang pengirim dan mencoba untuk menghubungi kembali, namun nomor itu sudah tidak aktif, entah apa maksud dan tujuan orang itu mengirimkan pesan padanya dengan menampilkan gambar suaminya tengah berpelukan dengan wanita lain. Tentu hati antin terasa sangat sakit dan benar-benar seperti di tusuk sebilah pisau yang tajam.


Belum selesai Maslah di rumah, sekarang entah siapa yang mengirimkan pesan padanya tentang suaminya yang berpelukan dengan wanita lain, tentu hatinya bagai di remas.


Antin mencoba menghubungi suami nya dan akan menanyakan tentang foto itu, apakah benar atau tidak.


"aku berharap ini tidak seperti yang aku lihat mas, aku takut kau menghianatiku" ucap antin menangis dan mencoba menghubungi Leon namun nomor Leon sedang tidak aktif, entah apa yang di lakukan pria itu.

__ADS_1


"mas kamu lagi apa sekarang, kenapa nomor kamu tidak bisa di hubungi" antin bergumam dan menangis menitikkan air matanya mengalir deras.


Pikiran antin semakin berkecamuk, entah dia merasakan takut dan juga gelisah. Takut akan kenyataan yang akan di terima nanti dan gelisah karna entah perasaan apa yang tiba-tiba datang membuatnya merasa tidak nyaman. Antin keluar kamar untuk mengambil air minum karna air minum di kamarnya sudah habis.


Antin menuruni anak tangga dengan kaki lemas dan bergetar, air matanya masih dengan derasnya, perlahan kakinya menuruni anak tangga, hingga kekuatan antin menuruni anak tangga tak seimbang dan kakinya terpeleset dan


bruk


Antin terjatuh bersimpah darah di kepala dan di pahanya mengeluarkan darah segar, antin langsung tak sadarkan diri saat itu juga.


Bik Minah yang kebetulan lewat di sana melihat antin tergeletak di bawah tangga membuatnya terkejut dan syok, segera bik Minah menghampiri nona mudanya dan memanggil Art yang lain untuk menolong antin.


"nona bangun, nona ada apa denganmu" bik Minah mencoba melihat apakah antin masih sadarkan diri atau tidak.


"cepat panggil tuan dan nyonya" ucapnya lagi dan bik Sri segera memanggil kedua majikannya di dalam kamar mereka.


tok tok tok


"Tuan, nyonya, non antin jatuh dari tangga" ucap bik Sri setelah mama Yola membukakan pintu kamarnya dan tentu membuat kedua pasangan paruh baya itu syok seketika.

__ADS_1


"cepat ma ayo kita ke rumah sakit" tuan Ferdinan juga begitu terkejut mendengar menantunya yang jatuh dari tangga.


"ma ayo cepat" panik tuan Ferdinan sedangkan antin sudah di masukkan ke dalam mobil oleh pak Harto yang sebagi supir baru tuan Ferdinan.


Selama dalam perjalanan tuan Ferdinan tak berhenti berdoa atas keselamatan menantunya, sedangkan mama Yola menangis melihat keadaan menantunya yang sudah pucat dengan keadaan darah masih mengalir lewat ************ antin. Tentu mama Yola sangat takut terjadi sesuatu pada cucunya yang masih berada di dalam kandungan.


"ya Tuhan, selamatkan lah cucu dan menantuku" gumam tuan Ferdinan. Tentu dia yang merasa sangat terkejut dan yg takut akan terjadi sesuatu pada menantunya. Karena gagal dalam menjaga menantunya.


Selang berapa menit mobil sudah memasuki halaman luas rumah sakit milik keluarga Anggara. Mama Yola segera memanggil perawat di sana dan dengan begitu cepat sang perawat menghampiri sang pemilik rumah sakit itu dengan membawa berangkar rumah sakit.


Antin segera di bawa masuk ke ruang UGD dan segera langsung di tangani.


Para dokter dan suster terhebat kebetulan dari luar negri dan kerabat tuan Ferdinan datang berkunjung ke rumah sakit itu untuk melakukan pekerjaan tertentu, tuan Ferdinan bertemu dengan dokter ahli yang selama ini menjadi sahabatnya segera iya meminta pada sahabatnya itu untuk menangani menantunya yang tengah mengalami kritis.


"Rey tolong selamatkan menantuku, ucap tuan Ferdinan dengan tangisnya yang begitu memilukan, tuan Ferdianan baru kali ini terpuruk seperti ini, karna melihat keadaan menantunya itu.


Mama yola yang berada di dekat suaminya selalu menguatkan suaminya dengan mengelus punggung suaminya lembut memberikan ketenangan, entah mengapa dirinya juga baru pertama kali melihat suaminya sesedih itu atas kecelakaan menantunya.


"kamu tenang ya nan, aku sebisa mungkin akan membantu menyelamatkan bayi dan ibunya" ucap sahabat tuan Ferdinan yang bernama Reyhan itu

__ADS_1


"pa, kita berdoa saja ya biar menantu kita bisa selamat beserta cucu kita" ucap mama Yola memegang kuat tangan suaminya.


Bersambung.....


__ADS_2