
Mana nih readers ku tersayang, sembunyi dimana kah kalian😢 maafkan author yang sebesar-besarnya jika update kali ini tidak serajin dulu😢😢.
Happy reading💌
Leon menatap salah satu wanita paruh baya di hadapannya itu dengan dingin, bahkan tak ada lagi rasa belas kasih yang terlihat di sorot matanya, hanya ada kebencian terhadap wanita yang berstatus ibu kandungnya.
Leon sudah penuh dengan rasa benci mengingat perlakuan wanita itu pada anak dan menantunya, Leon tak habis pikir kenapa wanita itu berani melakukan hal itu pada anak dan menantunya.
"sudah lama aku mencari mu kemana-mana, dan sudah lama pula ku berharap engkau kembali melengkapi hidupku selama ini, sudah lama pula rasa rindu tertanam dalam jiwaku. Tapi sirna begitu saja saat aku mengetahui kelakuanmu"
"apa maksudmu Leon, aku tetap menyayangimu nak, kasih sayang mama tidak ada batasnya untukmu saya_"
"cukup....kau dengan tidak tau malunya menyebut aku sebagai anakmu. Anak yang mana kau beri kasih sayang itu, apa anak yang selama ini kau tinggalkan, dan anak yang selama ini ke campakkan, sungguh kau memiliki hati yang kejam" ucap Leon memotong ucapan Mayang.
"kau salah Leon, karna aku tidak ingin hidup miskin dengan papa kamu, sebab itu mama pergi tinggalkan kamu, aku tidak butuh cinta, aku hanya butuh kebahagiaan dengan memiliki seorang yang selalu memberikan aku uang dan kemewahan" ucap Mayang dengan suara yang meninggi.
Leon menyeringai melihat pengakuan ibunya, sungguh hatinya hancur mendengar jika ibunya tak membutuhkan cinta dan kasih sayang, yang iya butuhkan adalah uang dan kemewahan saja.
"lalu dengan kau menyakiti istri dan anakku, kau akan berusaha untuk mendapatkan kemewahan itu dari papa dan apa yang papa ku miliki sekarang, sungguh engkau adalah wanita terkenal egois yang pernah aku lihat"
"kamu sudah tau kan siapa mama kamu ini, kamu sudah tau kan apa tujuanku selama ini" ucap Mayang membuat hati Leon kembali memanas.
"bairkan lah nak, kamu harus tetap menjalani ini semua dngan hati yang tabah dan sabar, istri dan anakmu akan selalu menemanimu suatu hari nanti" tuan Ferdinan memberikan kekuatan pada anaknya agar Leon tak terpancing emosi dengan perkataan Mayang.
"bawa mereka ke markas, besok kita tentukan apa hukuman untuk mereka" perintah Leon pada Alex.
"baik king"
__ADS_1
Ketiga wanita itu terus saja memberontak ingin di lepaskan, namun tenaga mereka kalah dengan para pria bawahan Leon. Mereka di seret dan kembali kepalanya di tutup kain.
Banyak yang menyaksikan mereka yang di seret paksa keluar rumah sakit itu, orang-orang yang melihat ketiganya menjadi penasaran dan ingin bertanya namun tak berani, melihat penampilan serta wajah sangar dari semua Mafioso yang tengah membawa ketiga wanita itu.
****
Leon menatap mertuanya dengan dingin dan tentu membuat mama Desi menjadi sedikit takut.
"jangan pernah mencari masalah dengan ku, atau kalian bisa saja menyaksikan kematian anakmu. Aku masih berbaik hati memberikan hukuman yang ringan nanti, tapi jika ini terulang kembali, aku tidak tau harus bagaimana"
Leon memasuki ruangan istrinya dan di susul kedua orang tuanya. Tuan Rizal dan istrinya juga ikut masuk ingin melihat keadaan anaknya.
Leon memperhatikan wajah istrinya yang sudah tidak pucat lagi, dan tepat saat itu Antin membuka matanya perlahan. Leon yang melihat istrinya sudah sadar, kini senyumnya kembali dan mengecup kening istrinya.
"kau sudah sadar sayang," Leon menitikkan air matanya, hatinya lega dan bahagia melihat istrinya kembali sadar. Sungguh dia merasa sangat takut dan cemas saat mendengar istrinya kecelakaan.
"a_air" ucap antin terbata.
"sayang bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Leon.
"aku baik mas, tapi perutku keram sekali" ucap antin lirih.
"Aku benar-benar takut kehilangan kamu baby" Leon memgang tangan istrinya dan mengecupnya berkali-kali.
Keempat paruh baya itu terharu melihat keduanya.
"antin kamu sudah sadar nak, maafkan mama ya sayang, mama tidak bisa menjaga kamu" sesal mama Yola.
__ADS_1
"tidak ma, semua ini adalah takdir, mama jangan merasa bersalah" ucap antin.
"papa juga minta maaf sayang, papa tidak bisa melindungi kamu" ucap tuan ferdinan kembali.
"papa jangan begitu, papa sudah baik melindungi antin selama ini, justru antin yang berterima kasih pada kalian berdua yang sudah menjaga antin selama mas Leon pergi"
Antin menatap selain kedua mertuanya, kedua orang tuanya yang hanya berdiam diri di tempat. Melihat anaknya sadar, tuan Rizal segera mendekat.
"antin, mohon maafkan papa yang telat menemui mu nak, bahkan papa merasa bersalah beberapa hari ini tak pernah mengunjungimu" tuan Rizal menunduk.
"pa kemarilah" pinta antin.
"ma" antin memanggil mama Desi.
Keduanya segera mendekat dan antin membuka tangannya ingin memeluk kedua orang tuannya. Melihat itu, keduanya tersenyum dan segera menyambut pelukan anaknya yang sudah sangat lama Antin rindukan.
"ma, pa, maafkan kehadiran antin ya, selama ini antin tak pernah memikirkan perasaan kalian, antin tidak pernah membuat kalian bahagia" tutur antin.
"tidak sayang, mama yang minta maaf padamu karna telah membuatmu tersiksa dan bahkan dalam keadaan begini itu semua karna mama" mama Desi menyalahkan dirinya.
"iya ma,jangan di ungkit kembali ya, mungkin pertemuan kita sebagai keluarga, harus lebih mengenal lebih dekat lagi, agar tidak terjadi banyak kesalahpahaman di antara kita" ucap antin bijak.
Leon tersenyum mendengar ucapan istrinya yang meski sudah di sakiti orang, tetap dia akan cepat memaafkan siapapun yang telah menyakitinya.
"Baiklah, acara nangisnya kita hentikan sampai disini, sekarang Perut ku sudah lapar, apakah ada makanan yang bisa di makan" tanya antin mencoba mengalihkan pembicaraan agar keadaan kembali normal.
"oh tentu sayang, mama sudah menyediakan makanan untuk kamu" mama Yola mengambil rantang berisi makanan kesukaan antin dan kini mama Yola memberikan pada mama Desi agar mama Desi menyuapi antin. Dengan senang hati mama Desi mengambil rantang itu dan tersenyum menyuapi anak sulungnya.
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan bosan ya kalian baca ceritanya,,,jika ada kesalahan dalam tulisan atau setiap katanya, mohon di berikan saran agar author bisa memperbaikinya.😢😊