Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Mayang kembali


__ADS_3

Pagi hari menyapa, Suara burung berkicau membangunkan tuan rumah yang masih bergelut dengan mimpinya, matahari sudah mulai menampakkan sinarnya. Sepasang suami istri itu terbangun dengan kebisingan dari para burung-burung yang beterbangan melewati kamar mereka.


Antin mengerjakan matanya mengumpulkan nyawa sejenak, melihat ke samping kanannya pria yang menjadi suaminya terlelap di dekatnya, Seulas senyum tulus dari bibir cantiknya menandakan dia sangat mengagumi pria itu.


Leon tetap saja terlihat tampan meski dalam keadaan terlelap. Perlahan tangan mungil istrinya itu membelai lembut wajah tampan itu dan seraya memandangnya penuh cinta. Meski belum sepenuhnya cinta itu ada, namun seorang antin kini bisa merubah perasaannya dalam waktu yang berbeda-beda.


Dia bisa mencintai seseorang, tapi dia akan dengan mudahnya bisa melupakan orang itu dengan caranya sendiri. Dia tidak akan pernah mengingat orang yang pernah menyakitinya, namun di dalam hatinya, dia tidak pernah membenci orang itu, selama orang itu bersikap baik padanya.


Leon merasakan kelembutan saat tangan istrinya mengelus lembut wajah nya. Dia merasakan kehangatan dalam hatinya saat melihat wajah cantik wanita yang menjadi istrinya itu.


Leon sengaja tidak membuka matanya lebar-lebar namun dia hanya membukanya sedikit agar antin tidak bisa melihat nya.


Leon menangkap tangan itu dan menaruhnya di dada.


"kau sudah mulai nakal ya sekarang, apa kau ingin menggodaku" ucap serak Leon.


"ah,ti,tidak, aku hanya...."


"hanya menggodaku" seru Leon.


"Bu, bukan begitu tapi...."


"tapi menggodaku" jawab Leon membuat antin gelagapan.


"ah, tidak, aku mau mandi dulu" antin segera berdiri dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Leon yang melihat tingkah istrinya tertawa, dia sangat senang sekali menggoda istrinya dan membuat wajah antin menjadi merona seperti tadi.


*****


Di bawah sudah menunggu tuan Ferdinan dan istrinya untuk sarapan bersama, dan tak berapa lama, antin keluar bersama Leon bergandengan tangannya.


Mama Yola yang melihat keromantisan kedua pasangan itu, hatinya menjadi sangat hangat.


"cieee pengantin baru, ada yang lagi seger seger nya nih" ujar mama Yola menggoda kedua anak dan menantunya.


"apaan sih mama," ucap Leon yang melihat istrinya sudah memerah menahan malu.


"sudah-sudah ma, mama duduk ya, mama sarapan dulu sebelum menggoda anak-anak kita, nanti mama menggoda papa saja di kamar ya" ujar tuan Ferdinan pada istrinya.


"ihhss papa, merusak suasana hati mama aja deh, tapi gak apa-apa deh, nanti kita lanjutkan yang tadi ya pa" ucap mama Yola ambigu.


"iya ma" jawab tuan Ferdinan membuat kedua pasangan itu menjadi menganga mendengar penuturan kedua pasangan paru baya itu.

__ADS_1


Namun mereka tak ingin mengambil pusing, mereka pun memulai sarapan mereka dengan keheningan. Pada saat di tengah-tengah mereka sedang menikmati sarapan mereka, bik Sri yang tengah menyiram tanaman di luar, memasuki rumah dan memberitahukan pada tuan rumah bahwa ada tamu yang datang.


"tuan,nyonya, ada tamu yang datang, dia sedang berada di luar" ucap Sri.


"siapa yang bertamu pagi-pagi begini" tuan Ferdinan bertanya-tanya dalam hati nya. Namun saat dia akan berdiri untuk menemui tamunya, tiba-tiba...


"selamat pagi semua" suara seseorang yang sangat tidak asing di dengar oleh Leon, papa Ferdinan dan mama Yola membuat mereka segera menoleh dan melihat wanita yang selama ini sudah menjadi bagian dari keluarga mereka dulu.


Mereka semua terdiam saat melihat wajah cantik yang selama ini menghilang, kembali menampakkan dirinya di depan mereka.


Mayang tiba-tiba muncul di hadapan mereka setelah sekian lama tidak ada kabar dan menghilang begitu saja.


"ma, Mayang" tuan Ferdinan terkejut melihat mantan istrinya yang datang bersama dua orang gadis yang masih berumur 10 tahun dan sudah dewasa, mungkin seumuran dengan Leon.


"kenapa, apa kalian terkejut saat melihat ku disini?" tanya Mayang dengan nada suara yang persis seperti mengejek.


"mama," ucap Leon membuat Mayang melihat ke arah Leon.


"Leon, apa itu kamu nak" tanya Mayang yang langsung menghampiri Leon dan memeluknya. Mereka berdua pun saling berpelukan untuk saling melepas rindu yang selama ini mereka pendam.


"ternyata kamu sudah dewasa nak, mama kangen sama kamu, mama rindu nak" ujar Mayang melihat anaknya yang sudah tumbuh dewasa.


"iya ma, Leon juga rindu sama mama"


"apa kamu baik-baik saja sayang?" tanya Mayang pada anaknya.


Mayang menatap antin dari bawah sampai atas membuat antin menjadi tidak nyaman saat mertuanya menatapnya tidak suka.


"saya antin ma" antin mengulurkan tangannya ke arah Mayang tapi Mayang malah mengabaikannya.


"tidak salah kamu pilih istri?, dia seperti wanita kampungan" ucap Mayang mengabaikan uluran tangan antin.


"ma, mama bicara apa sih, dia itu istri Leon" jelas Leon.


"iya, tapi kenapa kamu lebih suka wanita kampung dari pada wanita yang lebih cantik dan berkarir" ucap Mayang membuat hati antin teriris.


"ma cukup," ucap datar Leon membuat Mayang diam.


Sedangkan tuan Ferdinan juga sangat tidak menyangka jika mantan istrinya itu tidak pernah berubah. Tadinya dia masih menaruh hati pada mantan istrinya itu, tapi rasa cintanya berubah saat mendengar suara-suara menyakitkan untuk menantunya itu membuatnya geram.


"jika kamu hanya datang untuk menghina menantuku, silahkan pergi dari rumah ini, kami tidak butuh orang sepertimu yang selalu merendahkan orang lain" ucap tuan Ferdinan dingin.


"wah wah, disini akan terjadi pertempuran, drama memang sangat menyebalkan" batin wanita dewasa di samping Mayang.

__ADS_1


"Mayang, kenapa kamu kembali?" tanya Mama Yola yang sedari tadi hanya diam saja melihat pembicaraan adiknya itu.


"tentu saja aku ingin berkunjung menemuimu yang sudah merampas milikku" tegasnya.


"apa maksudmu Mayang, siapa yang sudah merampas milikmu?" tanya mama Yola pada adiknya itu.


"siapa lagi jika bukan kau" tunjuk Mayang pada saudaranya.


"apa yang pernah aku rampas darimu Mayang" ucap mama Yola.


"dia, dia yang sudah kamu rampas dariku, dan kamu juga mengambil anakku dariku" tunjuk nya pada tuan Ferdinan.


"siapa yang sudah merampas milikmu Mayang, aku bukan merampas Ferdinan darimu" jelas mama Yola.


" memang, sejak dulu, kau selalu mengambil apa yang aku punya dan apa yang aku miliki, kau rampas semuanya" teriak Mayang membuat Leon menjadi tidak suka atas sikap mama kandungnya yang dari dulu tidak pernah berubah.


" ma cukup" ucap Leon dingin.


" kenapa kamu menyuruh mama diam, mama hanya ingin mengembalikan apa yang sudah dia ambil dari mama" tukas Mayang.


"cukup" bentak Leon membuat Mayang diam seketika.


"jika mama masih saja ingin membuat keributan disini, lebih baik mama pergi dari rumah ini" jelas Leon.


"kamu mengusir mama?" tanya Mayang yang sangat sakit mendengar ucapan anaknya.


"iya ma, selama ini merekalah yang selalu merawat dan mencintaiku sepenuhnya setelah mama pergi meninggalkan Leon saat Leon masih kecil dulu" ujar Leon.


"lihat Yola lihat, Leon juga sudah kamu rampas dan jadi membenciku" ucap Mayang.


"diam " bentak tuan Ferdinan.


"sekarang kamu angkat kaki dari rumah ini secepatnya" ucap tuan Ferdinan yang kesal pada mantan istrinya itu.


"baiklah aku pergi dari sini dan lain waktu, aku akan datang kembali" ucapnya pergi bersama kedua gadis itu.


Gadis yang bersama Mayang tadi menatap Leon dengan penuh makna tanpa orang lain sadari.


"aku pasti mendapatkan mu Leon" ucap wanita itu.


Bersambung....


Jangan lupa selalu like, komen dan votenya kakak.

__ADS_1


I Love you all 😘🥰


Terimakasih


__ADS_2