
Sudah seminggu leon pergi meninggalkan istri dan juga keluarganya, Leon begitu sangat merindukan istrinya, setiap hari dia berusaha mencari waktu hanya sekedar mengobrol bersama istri tercinta, namun dia hanya memiliki waktu yang terbatas untuk hanya sekedar menanyakan kabar istrinya.
Antin juga selama itu tidak memberitahukan perihal kejadian yang menimpa dirinya. Antin sengaja tak menceritakan semua yang dia alami pada suaminya, takut nanti Leon akan membenci keluarganya terlebih lagi pada adiknya.
Keluarga nya selama ini belum pernah datang berkunjung menemuinya, namun tak Maslah bagi Antin karna kedua mertuanya yang sangat baik itu sudah cukup mengerti akan keadaannya.
Antin memikirkan ada apa yang sebenarnya terjadi pada adiknya, karna selama ini hubungan mereka baik-baik saja tak ada yang bermasalah. Namun entah mengapa antin menjadi bingung sendiri atas sikap adik bungsunya yang terkenal polos dan lugu itu memiliki karakter sebaliknya.
Masih jelas terasa semua perkataan serta makian mama Desi padanya, membuat antin jika mengingat itu akan merasa sedih dan kecewa. Antin berusaha untuk tidak mengingat semuanya, dan kembali ceria seolah tidak ada apa-apa.
Antin juga seminggu ini selalu sibuk dengan kegiatan berkebunnya di belakang rumah, mulai dari menanam hingga memanen, antin begitu senang dengan kegiatan ini.
Antin teringat dengan suaminya, dia sadar sekarang tidak memiliki banyak waktu hanya sekedar ngobrol dengan Leon. Namun antin memaklumi itu semua.
***
Leon hari ini tengah ada pertemuan di restoran terkenal di kota itu, dan begitu banyak pengunjung yang berdatangan untuk segera melakukan pemesanan makanan. Leon melihat kursi dan meja yang tempat akan iya temui kliennya. Sesampainya Leon di kursi ujung restoran, dia menunggu beberapa menit namun kliennya tak kunjung datang, Leon masih tetap bersabar, hingga suara lembut menyapanya.
"selamat siang tuan Leon" sapa seorang wanita di belakang Leon membuyarkan lamunan Leon.
"selamat siang," jawab dingin Leon.
Leon sudah sangat muak melihat penampilan wanita yang ada di depannya ini, bukan Leon tak profesional tapi karna wanita yang menjadi kliennya ini selalu menatap wajah tampannya. Entah mengapa Leon menjadi jijik dengan wanita yang ada di depannya itu, namun Leon tetap berusaha tenang dan tidak menampilkan ekspresi nya saat ini.
"tuan, sebelum kita memulai pembahasan nya, kita pesan makanan dulu?" tanya wanita itu dengan suara yang di buat-buat membuat Leon semakin jijik dengan wanita itu.
__ADS_1
"silahkan nona, kau bisa pesan apa saja, tapi aku sudah kenyang" ujar Leon tetap tenang.
"baiklah" wanita itu segera mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan.
Setelah wanita itu memesan makanan dan pelayan itu pergi me mengambilkan pesanan wanita itu.
"oh ya tuan, apa anda sudah menikah?" tanya wanita itu, sedangkan Leon yang di tanya hanya berdecak sebal dengan pertanyaan wanita di hadapannya.
"nona Angelina Lee, ini adalah pertemuan pertama kita dan juga kedatangan kita hanya untuk membahas mengenai pekerjaan, bukan masalah pribadi" ucap dingin Leon membuat wanita yang bernama angel itu gelagapan dan takut menatap Leon.
"maaf jika pertanyaan saya membuat tuan tidak nyaman?" ucapnya.
Kini suasana kembali normal, setelah pelayan mengantarkan pesanan angel, barulah Leon memulai pembahasan bersama boy yang menerangkan beberapa hal penting lainnya, namun satupun tak ada yang angel dengar, karna dia begitu terpana akan ketampanan pria di hadapannya ini.
"nona, apa anda baik-baik saja?" tanya boy yang bingung dengan wanita yang ada di hadapannya itu.
"apa nona bisa bekerja profesional atau tidak, bahkan nona tak sedikitpun mendengar penjelasan kami" tutur boy yang sudah jengah dengan kelakuan wanita yang ada di hadapannya ini.
"ah maaf tuan-tuan mungkin karna tubuhku lagi kurang fit makanya aku tidak bisa konsentrasi" bohong angel.
"baiklah nona, pertemuan sampai disini, jika ada yang ingin di pertanyakan silahkan sebelum kami pergi" ucap boy.
"boleh saya bertanya pribadi pada tuan Leon?" tanya Angel berharap.
"ada apa?" kata itulah yang keluar dari mulut Leon.
__ADS_1
"apa tuan sudah memiliki istri?" dengan tidak tau malu Angel menanyakan itu.
"apakah itu penting?" tanya Leon menatap datar wanita di hadapannya ini.
"ah tidak hanya ingin bertanya saja?" jawab Angel merasa tak enak.
"kalau begitu berarti pertanyaan anda tidak penting?"
"saya pamit pergi, semoga kedepannya pertemuan kita anda lebih profesional. Jika tidak,,,, tidak akan ada kerja sama" ucap Leon enteng membuat Angel merasa sangat bersalah atas pertanyaannya.
"tapi tuan, mm apa malam ini anda tidak sibuk?" kembali pertanyaan itu keluar dari angel.
"ada apa?" tanya Leon mengernyit bingung.
"bisakah kita makan malam bersama di rumah saya tuan?" ucap Angel dengan wajah berharap, namun angel harus mendapatkan kekecewaan lagi.
"maaf malam ini saya sibuk mempersiapkan kepulangan saya ke Indonesia" ucap Leon.
"tapi" Angel memegang tangan Leon dan sengaja mengunci tangan pria itu dan kepalanya bersandar di dada bidang Leon seolah sedang berpelukan dan detik itulah jepretan kamera yang entah berasal darimana menyimpan kejadian itu.
Leon sudah merasa geram dengan kelancangan wanita itu dan sedikit menghempas tangan wanita itu dan menatap tajam wanita itu membuat Angel ketakutan.
"maaf aku tidak sengaja" ucap Angel pura-pura menyesal.
Leon tanpa banyak bicara segera langsung meninggalkn tempat itu dengan suasana hati yang tak bersahabat.
__ADS_1
Bersambung.......