Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Permintaan


__ADS_3

Perbincangan tuan Ferdianan dan tuan Herman berlangsung lama, di pertemuannya kali ini sangat begitu memakan waktu. Dan tuan Ferdianan baru sadar ketika melihat Jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 15:30 Dan akhirnya keduanya memutuskan untuk berpisah.


"Wah sudah lama sekali ya kita mengobrol, sampai lupa waktu" ucap tuan Herman.


"Iya kau benar, baiklah. Kita bertemu lain hari. Masih banyak yang perlu kita bahas tentang kerja sama kita" ujar tuan Ferdinan.


"Oke lah tuan Herman, terimakasih atas kerja sama kita, semoga kedepannya kita tetap bekerja dengan baik" ucap tuan Ferdianan dan berjabat tangan dengan tuan Herman.


"Sama-sama pak"


Dan keduanya berpisah di parkiran. Tuan Ferdinan segera mencari mobilnya dan melaju meninggalkan cafe tempatnya.


Karna sudah sore, akhirnya tuan Ferdianan memutuskan untuk pulang.


***


Leon tengah bergelut dengan laptop yang ada di meja kerjanya. Dia memang terkenal sangat pekerja keras. Dia juga merupakan pria yang tidak pernah memiliki kekasih sampai saat ini.


Dia selalu bekerja dan bekerja. Dia hanya tau bekerja tanpa pernah menikmati hasilnya.


Puluhan triliun hasil kerja kerasnya selama menjadi pemegang perusahaanya, namun tak pernah iya gunakan untuk berfoya-foya, liburan atau segalanya.


Karna dia merupakan pria yang sangat tidak menyukai keramaian.


Tok tok tok


suara pintu membuyarkan dan menghentikan kegiatannya.


"Masuk"


Suara bariton dari dalam membuat sang pengetuk membuka pintu. Ternyata antin yang datang mengantarkan teh lemon pada Leon.

__ADS_1


"Kenapa lama sekali" ujar Leon tanpa melihat lawan bicaranya.


"maaf tuan membuat tuan menunggu" ujar antin.


"Saya permisi tuan" ucap antin namun saat dia akan berbalik pergi, kakinya tersandung oleh sesuatu membuatnya terjatuh.


Bruk


"Aaawwwsshh" ringisannya.


"Kau punya mata tapi tidak menggunakannya" ujar Leon.


"Dasar, gadis ceroboh" ucap Leon


Antin terbakar emosi mendengar ucapan Leon.


"Hey tuan, saya juga punya mata dan apa kau bilang tadi, ceroboh, siapa suruh menaruh barang sembarangan" ucap antin meluapkan emosinya.


"Huhh takuuuuut, tapi bohong" ucap antin membuat Leon kesal dan langsung berdiri menghadap gadis itu.


"Apa sekarang kau sudah berani melawanku, dan apa karna ayahku membelamu" ucap Leon menatap tajam antin seolah ingin menerkamnya.


"Tuan, saya datang kesini untuk bekerja baik-baik. Saya tidak pernah mencari musuh atau apa di rumah mu. Saya datang kesini hanya sekedar bekerja, bukan menjadi Orang yang kamu hina" ucap antin.


"Kalau begitu kamu pergilah dari rumah ini" ucap Leon.


"Ya, kau benar, lebih baik aku pergi dari sini daripada harus berhadapan dengan orang yang tidak pernah bisa menghargai lelah seseorang. Dan saya juga sadar jika kehadiranku membuat tuan tidak nyaman denganku meski aku hanyalah pelayan pribadi mu" ucap antin dan berlalu pergi dari kamar Leon.


Leon terdiam saat mendengar ucapan antin tadi. "Ada apa dengan gadis itu, kenapa dia seperti itu seperti tengah menahan tangis" ucap Leon dalam hati.


***

__ADS_1


Antin menangis di dalam kamarnya, sungguh miris hidupnya. Semua orang membencinya. Dia sadar jika selama ini dia telah salah menjalani kehidupannya. Berhadapan dengan orang kaya memang tidak akan pernah menang.


Antin mengambil tas miliknya dan mengemasi semua barang-barang nya. Antin bersiap akan pergi dari rumah itu, namun mengingat kebaikan nyonya Yola dan tuan Ferdianan padanya, dia menjadi bimbang.


"Ya Tuhan bantu aku, bagaimana cara aku bisa menghadapai pria berengsek itu" batinnya.


"oke baiklah, aku akan meminta pada nyonya Yola untuk berhenti melayani pria robot itu" gumamnya dan antin segera keluar kamar mencari keberadaan nyonya Yola.


"Antin melihat Yola yang tengah duduk di ruang tengah bersama suaminya yang sudah pulang dari kantor. Antin menghampiri kedua sepasang suami istri itu.


"permisi tuan, nyonya" ucap antin.


"Eh antin, ayolah kita gabung. Kau duduk disini di dekatku" ucap nyonya Yola.


"Apa saya mengganggu waktu kalian?" tanya antin.


"Tidak, sama sekali tidak" ucap tuan Ferdianan.


" ada apa antin?" tanya nyonya Yola yang melihat raut wajah antin yang tampak kebingungan.


Antin kebingungan entah memulai dari mana dia akan memulai pembicaraannya. berkali-kali terdengar hembusan nafas kasar dari gadis itu membuat Yola dan suaminya menatap heran dengan gadis yang ada di hadapannya itu.


"Katakanlah nak" ujar tuan Ferdinan.


Antin pun mencoba menetralisir kebimbangan di hatinya.


"Maaf sebelumnya tuan, nyonya jika saya lancang dalam berbicara. Tuan, nyonya, saya ingin berhenti menjadi pelayan pribadi tuan muda" ucap antin memberanikan diri.


"Kenapa?" tanya Yola bingung mendengar permintaan antin. Begitu juga dengan tuan ferdinan.


Bersambung...

__ADS_1


Ayo kak likenya dong, jangan cuma di baca doang. Ayo dong kakak2, cantik dan ganteng Minta jempolnya.


__ADS_2