Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Arion arviano Anggara


__ADS_3

"aaarrhh, hus hus hus, sakit Maas" suara kesakitan antin yang mengatur nafasnya.


"ibu sekali lagi ya buk, ayo semangat Bu anak ibu akan segera keluar" seru bidan itu.


Leon menatap istrinya sendu, meliht istrinya yang menahan sakit, Leon kasian pada istrinya, iya menguspa keringat yang bercucuran membasahi seluruh tubuh antin.


"aaarrrhhh hus hus hus, aaarrrhhhh"


"semangat buk, sedikit lagi, semangat Bu" ucap bidan itu kembali memberikan semangat pada antin.


"aaaarrrrrrrrrrrrrrhhhhhhhhh"


"Oek, oek oek" Teriakan panjang antin yang menggema membut hati Leon ngilu mendengarnya, Leon memberikan kata-kata cinta kembali pada istrinya hingga terdengar suara tangisan si bayi merah yang baru keluar.


Leon mendengar bayinya menangis sungguh mengharukan baginya melihat kebahagiaan yang sebentar lagi akan datang padanya.


"sayang, anak kita sudah lahir, sayang terimakasih karna kamu selama ini mengandung anakku. Aku akan selalu bersamamu sayang, aku janji" leon memberikan ribuan kecupan di wajah istrinya.


"mas, aku juga bahagia karna kamu yang membuat ku bahagia" suara antin dan menangis haru mendengar ucapan suaminya.


Rasanya kebahagiaan Leon sudah lengkap dengan hadirnya, buah cinta mereka di tengah-tengah keluarganya. Sekarang dirinya semakin berfokus pada dua orang yang sangat iya cintai.


"permisi tuan, kami akan membersihkan istri anda tuan" sopan bidan itu.


"baiklah, sayang kau tunggu di sini ya aku mau lihat bayi kita, aku akan mengambilnya untukmu" seru Leon.


"iya mas"


Leon pun kembali mendarat kan ciuman pada kening istrinya dan keluar mencari dimana bayinya berada. Perawat yang tadi membawa bayinya ke ruangan bayi dan di bersihkan di sana, serta tali pusarnya juga sudah di perban rapi oleh perawat itu.


Leon melihat dari jendela luar saat bayinya sedang di bersihkan dan di berikan kain yang tebal untuk menghangatkan tubuhnya yang kedinginan.


Suara tangisan yang menggema di seluruh ruangan menghangatkan hati Leon.


"Leon, dia ternyata anak laki-laki, dia sangat mirip denganmu" ucap mama Yola yang ada di samping Leon.


Semua keluarga, tengah berada di depan pintu ruangan bersalin dan hanya mama Yola yang pergi ke arah ruangan bayi yang sekarang sudah ada Leon di sana.


"ma aku sangat bahagia karna kehadiran anakku, kebahagiaan ku rasanya lengkap sekli" seru Leon.


"ayo kita temu dia" seru mama Yola dan mengajak Leon masuk ke dalam ruangan itu, dimana sekarang ada bayi mungil yang tengah di tidurkan oleh perawat itu di dalam box bayi.

__ADS_1


"boleh saya menggendongnya?" tanya Leon.


"tentu saja boleh tuan" perawat itu mengangkat bayi itu di dalam box bayi dan di serahkan pada Leon.


"saya akan membawa bayi saya pada istri saya" ujar Leon.


"silahkan tuan, karna bayi anda juga harus belajar meminum ASI pada ibunya" jelas perawat itu.


***


Leon dan mama Yola membawa bayi mungil itu masuk kembali ke ruangan antin untuk memberikan asi sesuai ucapan perawat tadi. Antin sudah selesai di bersihkan sekarang.


Leon masuk dan melihat istrinya masih berbaring di atas tempat tidur. Antin yang melihat suami dan anaknya yang datang, wajahnya terlihat ceria.


"sayang, kata perawat itu, kamu harus mengajarinya minum asi, sekarang dia mungkin kelaparan sekali" seru Leon masih menggendong anaknya.


"kemarikan, biar aku mengajarkan dia asi" antin meminta Leon menaruh bayinya di pangkuannya.


Antin mencoba memberikan asi untuk anaknya, mungkin saat pertama memang terasa ngilu tapi lama-lama, antin sedikit membiasakan diri agar bayinya merasa nyaman. Terlihat dari bibir mungil itu yang belum lihai mengulum ****** susu ibunya, namun beberapa saat kini iya bisa melahap dengan rakus.


Antin tersenyum melihat anaknya yang baru belajar meminum ASI itu, begitu berusaha untuk bisa melakukannya lagi.


"wah ganteng banget cucu Oma," mama Yola memegang pipi gembul bayi itu namun sedetik kemudian bayi itu menangis membuat semuanya panik.


"ternyata dia sangat tampan sekali ya," seru mama Desi.


"iya doang, tampan seperti kakeknya"


"dia itu tampan seperti aku, mana ada tampan seperti kamu" ucap tuan Ferdinan tak terima jika cucunya harus tampan seperti tuan Rizal.


"dia itu tampan seperti aku" seru tuan Rizal.


"dia seperti aku" tuan Ferdianan. tak mau kalah.


"stop, kenapa ini kakek-kakek sudah seperti anak kecil.


"tidka ada yang seperti kalian, dia itu mirip sama ayahnya" seru mama Yola dan mama Desi tersenyum mendengar besannya.


"kalian kenapa bisa seheboh ini, padahal tidak pernah begini sebelumnya" ujar mama Yola.


"besan, kita ajak main cucu kita saja, jangan pedulikan mereka" ucap mama Desi

__ADS_1


"iya, ayo besan" mama Yola kegirangan.


Sedangkan kedua kakek-kakek itu, terdiam dan tak ada yang bicara, mereka juga heran, sebelumnya mereka tak seheboh tadi, tapi berkat cucunya yang sudah lahir, mungkin bisa membawa sedikit perubahan pada keluarganya.


Sedangkan Leon sedari tadi hanya sibuk dengan menyuapi istrinya yang sedari tadi lapar karna tenangnya yang sudah terkuras.


Mama Yola dan mama Desi tengah bermain di sofa bersama bayi mungil itu, hidung mancung bibir tipis dan matanya yang sipit membuatnya terlihat mendominasi ayahnya.


"Leon, apa kamu sudah beri anak kamu nama?" tanya mama Yola.


"aku sudah memikirkannya ma" ucap Leon.


"siapa namanya?" tanya mama Yola.


"ARION ARVIANO ANGGARA" ucap Leon dengan lantang.


"wah nama yang bagus" ucap mama Yola


"iya, dia juga sepertinya suka dengan namanya. Buktinya tadi dia tersenyum saat ayahnya memberikan nama" seru mama Desi.


"kau hebat nak, selamat karna kamu sekarang sudah menjadi seorang ayah dan menjadi orang tua" tuan Ferdinan memberikan selamat pada Leon dan antin.


Tuan Rizal juga memberikan ucapan selamat pada Leon dan antin. Disini lah antin dan Leon merasakan kebahagiaan setelah kehadiran putra nya yang pertama bernama Arion arviano Anggara. Dan akan memulai hidup baru bergelar orang tua.


~TAMAT


Maaf novel ini harus tamat, karna memang ceritanya sampai disini, sampai antin bahagia menemukan hidup barunya.


Dan sekarang novel ini selesai sampai di sini. Tidka ada komentar, Tak ada like, tak ada jejak yang lain yang para readers berikan😭


Sudah capek nulis, tapi tak ada respon dari kalian😢, mohon maaf jika dalam penulisan masih banyak yang tidak enak di baca atau, kurang menyenangkan dengan ceritanya. Ini karna murni imajinasi author semata. Maaf jika cerita ini tidka sesuai dengan imajinasi kalian.


Tapi tidka apa, kita bisa bertemu di novel aku selanjutnya yang berjulud "Gadis muda tangguh milik tuan arogan"


Deskripsi:


"aku tidka mengerti apa alasan kalian membenciku, tapi jika ucapan-ucapan dan makian kalian masih bisa aku terima, aku tidka akan menghancurkan mu. Sampai saat nanti kau yang akan hancur dengan sendirinya"


By: Ailin saminath mole


Maaf disini deskripsinya hanya sedikit, jadi jika kalian penasaran dengan ceritanya, silahkan mampir di cerita aku yang ketiga ini. Semoga kalian suka. Dan mungkin kalian menemukan kesalahan dalam bab nomor satu dan dua dari bab cerita tersebut sekali lagi saya minta maaf. Karna memang novel ini sebelumnya berbeda, tapi aku ganti dengan cerita baru

__ADS_1



Silahkan mampir kak semoga kalian suka dengan ceritanya.


__ADS_2