
Antin dan Leon sudah resmi menjadi suami istri, semua para tamu yang menyaksikan pernikahan mereka ada yang terharu dan ada juga yang bahagia.
Namun tidak bisa di tebak apa yang kedua pengantin itu rasakan. Antin merasa sangat sedih karna di kedua kali pernikahannya, tanpa ada orang tuanya. Dia tak berdaya bisa mendapatkan keberadaan orang tuanya, itulah sebab dia menangis di hari pernikahannya.
Sedangkan Leon, pria itu tetap dengan wajah datarnya. Bukan karna tidak setuju, atau tidak menginginkan pernikahan nya. Namun karna ciri khas dari dirinya yang tidak bisa di ubah.
Mama Yola yang melihat menantunya menangis, dia menghampiri menantunya.
"sayang, kenapa kamu sedih? apa karna kamu menyesal sudah menikahi Leon?" tanya mama Yola.
Antin menoleh dan menggelengkan kepalanya. "tidak ma, antin tidak menyesal sama sekali" jawab Antin.
"lalu kamu kenapa?" tanya mama Yola.
"aku sedih ma, di pernikahan kedua aku, aku tanpa orang tuaku" jelas antin dan kembali menangis.
"cup cup cup,,,,udah ya sayang, papa dan mama kan sudah janji akan mencarikan kedua orang tua kamu nanti" jelas mama Yola.
"kamu jangan nangis lagi ya, kasian MUA nya, sudah kecapekan merias wajah cantik kamu" imbuhnya lagi.
Dan saat itulah antin berhenti menangis dan melihat ke arah Leon. Leon juga menatapnya.
"ayo kita ke kamar" ajak Leon tapi Antin kesusahan untuk berdiri karna tangannya di tarik oleh Leon.
"mau ngapain?" tanya Antin.
"sudah, kamu ikut saja" Leon yang melihat antin kesusahan untuk berjalan, dia langsung menggendongnya di depan banyak orang. Antin meronta-ronta minta untuk di lepaskan tapi Leon justru sangat tidak peduli.
Leon tidak melewati tangga, melainkan menggunakan lift untuk bisa sampai di kamar. Setelah sampai di kamar, Leon mendudukkan antin di atas ranjang, sedangkan Leon, dia memilih untuk melepaskan tuxedo nya dan berlalu ke kamar mandi.
Antin merasa heran dengan sikap suaminya itu, namun dia juga merasa sangat bahagia, karna Leon tidak memarahi, mencaci dan membencinya sama seperti keluarganya yang dulu.
Antin berharap ini adalah pernikahan terakhirnya bersama Leon. Meskipun dia bukanlah wanita yang sempurna, tapi setiap wanita pasti menginginkan rasa kasih sayang dari orang terdekatnya terlebih lagi pada seorang suami.
__ADS_1
Setelah beberapa menit kemudian, Leon keluar dari kamar mandi, melihat antin yang masih duduk di atas ranjang, Leon mendekati istrinya dan bertanya.
"kamu masih ingat kan peraturan yang pernah aku buat?" tanya Leon.
"iya tentu" jawab Antin.
"kalau begitu, ayo kita lakukan" ujar Leon serak.
Antin melihat ke arah suaminya yang baru selesai mandi, Leon hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggang dan terlihat rambut serta tubuh atletis nya yang masih basah membuat antin menelan ludahnya kasar.
"a,aku belum membersihkan diri, aku akan pergi ke kamar mandi" ucap antin.
Leon memperhatikan antin yang berjalan perlahan di kamar mandi hingga menutup pintu kamar mandi.
Di lantai bawah, mama Yola dan papa Ferdinan sudah mencari kesana-kemari menantu dan anaknya, namun tidak ada yang terlihat. Mama Yola mencoba untuk naik ke lantai atas untuk mencari keberadaan Leon.
tok tok tok
ceklek
pintu di buka oleh Leon dan melihat mamanya datang.
"ada apa ma?" tanya Leon.
"apa antin bersama mu?" tanya Leon.
"iya, ma dia di dalam kamar mandi, memangnya ada apa ma?" tanya Leon
"begini, kamu jangan lupa berikan gaun terindah untuk istrimu yang sudah kamu beli jauh-jauh hari. Ingat dia harus terlihat cantik malam ini ya. Dan sekarang hari masih siang. Kamu boleh melakukan apapun termasuk buatkan cucu buat mama sama papa ya" goda mama Yola.
"siap ma, mama jangan khawatir, Leon pasti akan buatkan cucu untuk mama hari ini juga" ujar Leon membuat keduanya tertawa.
"baiklah, mama pergi dulu ya, kamu lanjutkan saja" mama Yola langsung meninggalkan Leon.
__ADS_1
Setelah mama Yola pergi, antin tak kunjung keluar dari kamar mandi. Ternyata dia tidak membawa handuk ataupun pakaian. Karna pakaiannya berada di dalam kamarnya dan dia tidak bisa keluar dengan hanya menggunakan handuk saja.
Leon yang heran, kenapa istrinya itu tidak keluar-keluar dari kamar mandi mencoba mengetuk pintu.
tok tok tok
"Antin apa kamu masih ada disana"panggil Leon.
"iya, aku masih disini" jawab Antin dari dalam.
"ayo keluar" ucap Leon.
Namun tidak Antin tak keluar juga membuat Leon geram dan langsung mendobrak pintu kamar mandi.
Braaakk
Pintu kamar mandi terbuka dan Leon langsung menerobos masuk. Pemandangan yang dia lihat saat masuk iyalah, antin yang masih polos tanpa sehelai benangpun di tubuhnya. Sedangkan Leon, dia menelan ludahnya kasar saat melihat tubuh putih mulus tanpa cacat itu terpampang jelas di depannya.
Dan spontan saja antin menutupi dua bagian terpenting dalam hidupnya itu, meskipun bukit gunung kembar itu tidak bisa tertutupi secara sempurna karna ukurannya yang terlalu besar.
Leon secara perlahan mendekatkan dirinya pada antin dan menghidupkan shower hingga membasahi tubuh mereka berdua. Antin yang terlihat gugup dan takut karna baru pertama kali dia melakukannya bersama Leon.
Leon mengecup setiap inci tubuh antin, tentu saja antin merasakan sesuatu yang berbeda dari tubuhnya. Antin belum pernah sama sekali melakukan penyatuan sama seperti yang orang lain lakukan.
Setelah melakukan banyak pemanasan, Leon mencoba untuk menyatukan miliknya ke inti kenikmatan itu, tapi tentu sangat kesulitan, karna antin belum pernah melakukannya.
"ada apa ini, kenapa sulit sekali" batin leon
Bersambung....
Jangan lupa selalu dukung aku ya kak..
tinggalkan jejak mu😘😁
__ADS_1