
Leon sudah sampai di apartemen milik boy, boy yang baru mulai merebahkan tubuhnya kini harus terkejut dengan kedatangan bosnya.
"boy, Diman kamu" teriak Leon dari sofa.
"bos sialan, tidak bosan-bosannya memerintah, kalau saja bukan bos sudah ku cekik lehernya" gerutu boy yang mendengar panggilan bosnya.
Dengan langkah berat dan lesu boy menemui bosnya itu, bagaimana tidak lesu, baru selesai boy melakukan tugas kantor yang di serahkan bosnya, sekarang iya harus mendapatkan perintah baru meski Leon belum memberikan perintah, tapi sudah jelas kedatangannya akan ada perintah baru untuknya.
"kau baru bangun tidur?" tanya leon melihat asistennya dengan wajah kusut.
"sudah bangun apanya, aku saja belum tidur kau sudah menggangguku" jawab boy tanpa sadar.
"hey kenapa matamu menatapku seperti itu"
"kau bilang aku mengganggumu" suara dingin Leon membuat boy tersadar.
"ti- tidak ada, aku tidak pernah bilang seperti itu, kau salah dengar" ucap boy.
"awas saja kau berani denganku" ancamnya.
"huuuhh sialan, boleh tidak aku patahkan lehernya," batin boy menjerit..
"kenapa kau menatapku seperti itu, jangan menggerutu dalam hati" sindir Leon.
"terlalu percaya diri sekali anda, ada apa kau kemari?" tanya boy.
"lusa adalah keberangkatan kita ke Amerika, kau siapkan semua yang perlu di bawa, dan untuk kerjasama beberapa hari yang lalu bersama XXX kita tunda dulu. Nanti setelah semua urusan selesai di Amerika baru kita bisa melanjutkannya" jelas Leon panjang lebar.
"baik bos" ucap boy lesu.
"satu lagi, perintahkan Alex untuk tetap mengawasi keadaan istriku, jika saja mereka sampai lengah, aku tidka akan segan untuk menghukum mereka" ucap Leon datar seketika membuat Leon kesal melihat wajah bosnya.
"iya bos" namun apalah daya boy hanya pasrah saja.
****
Di rumah Anggara, antin dan Aksa tengah menyiram tanaman di kebun belakang rumah yang selama ini iya rawat meski kadang-kadang tidak terurus karna beberapa kejadian terakhir ini.
Antin sangat merindukan tanaman-tanaman tersebut dan beberapa juga sudah siap panen dan antin dengan senang hati memanen beberapa sayuran seperti caisim, sawi putih dan tomat, dan masih banyak lagi sayuran yang iya tanam dulu bersama mama Yola. Begitu juga dengan Aksa yang begitu senang membantu mommy nya memetik beberapa tomat dan cabai.
"mom, apa mommy yang tanam semua sayuran disini?" tanya Aksa.
"iya dong, mommy yang tanam semua bersama Oma sayang" jawab antin.
__ADS_1
"wah mom, mommy hebat ya tanam sayurnya, semuanya subur dan segar-segar" ucap Aksa memuji tanaman sayur mommy nya.
"iya dong sayang, kita harus selalu merawat dan menjaga apa yang sudah kita tanam, hingga nanti akan menghasilkan buah dan sayuran yang segar dan terbaik" jelas antin.
Antin teringat akan saat iya menemukan Aksa di tepi jalan trotoar, dan setelah bertekad membawanya pulang, dia berjanji akan memberikan cinta dan kasih sayang meski bukan darah dagingnya. Iya akan menanamkan beberapa ilmu dan bekal untuknya agar dewasanya menjadi orang yang terbaik untuk semua orang.
"sayang, sudha cukup nih sayurnya, kita kasih ke bik Minah ya sayang" ucap antin.
"iya mom, biar Aksa saja yang kasih nenek Minah ya mom" pinta Aksa.
"memangnya kamu bisa bawa sayurnya?" tanya antin.
"bisa dong mom, Aksa kan kuat" ucap bocah itu membuat antin gemas dengan tingkah lakunya.
"baiklah, ini sayurnya" antin memberikan bakul kecil berisi sayuran itu pada Aksa.
"hati-hati bawanya sayang"
"iya mom" Aksa pun pergi ke dapur mengantarkn sayurannya.
***
"pa, ma kapan Rezi boleh ke rumah kakak?" tanya Rezi "
"iya deh, boleh kan aku nginep di sana?" tanyanya lagi.
"boleh sayang" ucap tuan Rizal
"kau tidak ikut Riza?" tanya Rezi pada kembarannya itu.
"terserah" jawab singkat Riza.
Dari kedua saudara kembar itu, memang riza lah yang paling pendiam, dan irit bicara, karna itu memang sifatnya, bukan seperti Rezi yang sangat cerewet dan bawel. Mungkin karna rezi adalah yang paling bungsu sehingga dia bersifat sangat manja.
Karna tuan Rizal dan nyonya Desi memang sangat memanjakan anak bungsunya itu, dan juga tak pernah memikirkan berapa biaya uang harus keluar jika membuat anak-anak nya senang.
Namun yang paling di sesali oleh kedua pasangan paruh baya itu adalah ketika tak pernah memberikan banyak kasih sayang untuk sang putri sulungnya, seperti kedua anak kembarnya.
****
Antin sudah selesai mandi dan berpakaian, terlihat langit jingga sudah tercentang di atas sana, dan bersiap akan menjadi gelap, Leon pulang dan melihat mama papanya berada di ruang tv, namun tak melihat istrinya.
"ma, pa, antin mana?" tanya Leon.
__ADS_1
"dia di kamar katanya mau mandi" ucap mama Yola.
"Leon ke kamar dulu ya ma" ucap Leon
"pergilah"
Leon memasuki kamarnya dan melihat istrinya tengah mengeringkan rambutnya yang baru saja di keramsinya. Leon mendekati istrinya dan mengambil alih hair dryer itu dari tangan istrinya.
"kamu sudah pulang mas?" tanya antin.
"iya, aku pulang karna merindukan istriku ini" ucapnya sembari mengendus wangi tubuh istrinya.
"kamu sudah makan?" tanya antin.
"aku belum makan apapun termasuk memakan mu" bisiknya di telinga antin membuat antin merasa geli oleh setiap sentuhan suaminya.
"mas aku sudah mandi, masa mau mandi lagi nanti" ucapnya.
"kita bisa mandi berdua sayang" ucap Leon dan memulai aksinya untuk segera melakukan ritual malamnya bersama istri tercinta. Hingga terjadilah pertempuran hebat antara keduanya, hingga beberapa kali pelpasan. Mereka berdua pun melewati makan malamnya dan tertidur saling berpelukan.
Suara perutnya yang keroncongan kembali membangunkan antin dan ternyata dirinya masih dalam keadaan polos, Leon juga terbangun karna gangguan kecil istrinya, iya melihat istrinya sudah bangun dan akan bergegas ke kamar mandi tapi Leon tiba-tiba bangun dan menggendong istrinya memasuki kamar mandi.
"aaww, mas kamu ngagetin aku aja deh"
"aku kan sudah janji sama kamu kalau kita akan mandi bersama"
"tidak-tidak, aku mandi sendiri saja, nanti bukannya mandi setengah jam, malah mandi berjam-jam" ucap antin.
"nggak sayang, aku janji hanya mandi ya, bukan yang lain" ucapnya membuat antin pasrah.
Setelah mereka selsai mandi dan sudah siap dengan piyama tidurnya, antin dan Leon keluar kamar menuju ruang makan, dia lihatnya jam dinding sudah jam 11 malam, dan tentu membuat keduanya terkejut.
"apa kita sampai melupakan mama dan papa"
"kalian ketiduran, papa sama Mama langsung makan malam aja tanpa nunggu kalian berdua, pasti kalian kecapean" ucap mama Yola yang tiba-tiba keluar kamar membawa teko ke dapur untuk mengisi air.
"maaf ma, antin sama mas Leon ketiduran" sesal antin.
"udah nggak apa-apa sayang, ya sudah kalian makan lah, kasian cucu mama kelaparan" ucap mama Yola mengusap perut menantu kesayangan nya.
"iya ma"
Mereka berdua pun menikmati makan malamnya hanya berdua saja, karna Aksa juga sudah tertidur setelah makan malam bersama bik Sri yang selalu mengurus keperluan Aksa.
__ADS_1
Bersambung......