
Setelah antin melakukan pekerjaannya, antin segera menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
Antin setelah mandi menggunakan pakaiannya dan terlihat jelas wajah alami antin yang tidak pernah memakai make up. Wajahnya sangat cantik dan bersinar.
Antin keluar dari kamarnya berniat untuk ke dapur mengambil minum, bertepatan saat itu Leon akan berangkat ke kantor dan membawa tas laptop dan di sampingnya selalu setia asisten sekaligus sahabatnya.
Leon turun melewati tangga, dan tanpa sengaja melihat antin yang berada di dapur. Dia begitu terpana melihat kecantikan dan kemolekan wajah alami antin, mulai dari atas hingga bawah, Leon melihat seluruh tubuh ideal antin.
Wajah yang ayu dan kulit yang putih membuat kejantanannya berdiri tegak.
Namun Leon menepis semua itu tapi alangkah kesalnya dia ketika melihat tombak nya yang sudah siap menyerang.
"memang benar-benar tidak bisa di ajak kompromi" batin Leon.
"eh tuan muda, tuan mau berangkat sekarang. Saya siapkan sarapan?" tanya antin.
"Tidak perlu" ucap Leon dingin.
Leon melangkah meninggalkan antin.
"Idih, ada apa dengannya. Dasar orang gila" batin antin.
***
Gilang hari itu masuk restoran lebih awal karna akan ada seorang tamu yang sangat di katakan spesial. Gilang memimpin para bawahannya untuk melakukan pekerjaan dengan apik dan baik.
Mulai dari menyiapkan makanan serta minuman yang termewah hingga beberapa cemilan untuk iya sediakan pada tamunya yang akan berkunjung di restoran miliknya.
Seseorang pebisnis yang sangat di takuti dan di segani banyak orang. Pebisnis muda yang sangat dingin dan arogan. Dan berhasil menjunjung tinggi perusahaan milik orang tuanya. Bahkan dia tengah menjalankan perusahaannya sendiri.
Tuan muda yang di maksud akan mengunjungi restoran S. Y. resto
adalah Leon karya Anggara. Leon akan melaksanakan makan siang sekaligus meeting dengan kliennya di sana.
Memang tidak asing bagi semua orang tempat itu. Termasuk juga kalangan bisnis Yang sangat menyukai tempat letak restoran itu.
Gilang menyiapkan segalanya tanpa ada kekurangan. Dia memang sering melayani dan menyuguhkan hidngan makanan pada para pebisnis seperti Leon. Namun kali ini, berbeda. Seseorang yang akan mereka layani dan akan menjadi tamu spesial hari ini adalah pebisnis yang terbesar dan paling di takuti di seluruh Indonesia.
Setelah semua sudah di sediakan, barulah Gilang memerintahkan pada semua bawahannya untuk segera berdiri di depan gerbang restoran dan di sisi pintu masuk.
Semua sudah rapi dan terlihat bersih.
Tepat setelah beberapa jam persiapan, sebuah mobil mewah berwarna hitam pekat memasuki area restoran dan di belakangnya terdapat mobil sport berwarna merah.
__ADS_1
Tak berapa lama keluarlah Sang asisten untuk membukakan pintu untuk bosnya. Setelah pintu mobil terbuka, barulah seseorang dari dalam mobil itu keluar. Sosok pria tinggi tampan dan sempurna keluar dari mobil itu.
Teriakan para gadis-gadis yang melihat ketampanan seorang Leon membuat hati mereka meleleh.
"wah tampan sekali, aku ingin menjadi kekasihnya"
"Aku disini bang, aku menunggumu"
"wah, ketampanannya melebihi kekasihku"
Banyak para gadis-gadis yang tengah menikmati suasana makan siang dari restoran itu mendadak berteriak histeris melihat ketampanan dan kesempurnaan dari leon yang di iringi memasuki pintu masuk restoran.
Sesampainya di dalam, Leon di sambut oleh Gilang bersama para bawahannya yang lain.
"Selamat siang tuan Anggara, senang berjumpa dengan anda" ucap Gilang berjabat tangan dengan Leon.
"Selamat siang juga tuan Gilang, senang bertemu denganmu juga" jawab Leon datar.
"Ayo tuan saya antar ke meja khusus petinggi di restoran kami. Karna kami sudah menyediakan tempat yang paling nyaman buat anda" jelas Gilang.
"Terimakasih" ucap Leon.
Sesampainya Leon di ruangan khusus yang sudah di sediakan oleh Gilang tadi, dia memasuki ruangan itu bersama asistennya boy.
"jangan buru-buru tuan Gilang, karna kami baru saja sampai disini. Biarkan mereka melakukannya dengan hati-hati" ucap Leon pada gilang.
"eh iya tuan" ucap Gilang.
"Saya menunggu seseorang terlebih dahulu, tapi jika anda ingin menyediakan makanan sekarang, itu tidak Masalah, Silahkan saja." ucap Leon.
"Oh tentu tuan, baiklah saya akan mengantarkan makanan untuk anda" jelas Gilang dan di angguki Leon.
Setelah beberapa menit kemudian, kini semua makanan sudah di tata rapi oleh para karyawan di atas meja. Gilang juga memberikan minuman yang paling spesial dari restorannya.
Setelah semua makanan di hidangkan, semua karyawan meninggalkannya.
"Selamat menikmati hidangannya tuan, dan saya permisi" ucap Gilang
"Terimakasih" ucap Leon
Gilang pun meninggalkan ruangan itu dan kembali ke ruangan khususnya. Gilang mengambil sebuah foto berbingkai di atas meja kerjanya.
"Mengapa cinta itu datang sekarang, aku ingin melihatmu meski hanya sebentar. Aku menyesal telah membuatmu terluka. Tolong kembalilah" batin Gilang menatap foto seorang gadis yang diam-diam dia potret ketika masih bersamanya dulu.
__ADS_1
Foto itu adalah foto antin yang baru pertama memasuki keluarga Surya. Di dalam foto itu dia terlihat manis meski Gilang merasa tidak suka padanya, tapi dia sempat mempotret antin saat antin duduk di sofa ruang tamu.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya,
"Masuk" teriak Gilang dari dalam.
Dan tak berapa lama datanglah seorang gadis cantik, sexy dan anggun yang membuka pintu. Dia adalah Alice, wanita yang selama ini menjadi kekasih Gilang.
"Hay sayang" ucap Alice.
"Hey," ucap Gilang.
"Sayang aku kangen" Alice memeluk dan tanpa rasa malu mencium rakus bibir milik Gilang. Gilang hanya bisa saja, karna memang itulah yang sering Alice lakukan setiap kali mereka bertemu.
"Kenapa tumben sekali datang kesini, biasnya kamu sering keluar jalan bersama teman-teman kamu?" tanya Gilang.
"memangnya aku tidak boleh datang kesini?" ucap alice cemberut.
"Bukan begitu sayang, kamu boleh saja datang kapanpun kamu mau. Tapi ini aneh banget kenapa tiba-tiba kamu datang, pasti ada sesuatu" terka Gilang.
"hehe,,,,iya nih yank, kemarin aku jalan ke mall terus para teman aku semua pada beli tas sepatu sama, baju-baju cantik. Aku kan jadi iri. Aku mau doank yang di belikan baju, sepatu sama tas. Soalnya banyak pengeluaran terbaru sekarang" ucap alice.
"Baiklah, nanti kita keluar jalan-jalan dan membeli apapun yang kamu mau" ucap Gilang membuat Alice tersenyum lebar dan segera memeluk dan mencium kekasih nya.
"Ini yang tidak aku sukai dari wanita ini. Dia sangat boros dan tidak bisa menyisihkan uang. Dia hanya pandai berbelanja dan membeli barang-barang mahal. Aku sangat bosan dengannya" batin Gilang.
"Baiklah sayang, tapi ada syaratnya" ucap Gilang.
"Apa itu" tanya Alice.
"Kau harus bayar dengan tubuh ini" ucap Gilang membelai b***** milik Alice. Dan tentu tanpa rasa malu, Alice segera membuka seluruh pakaiannya dan begitu juga dengan Gilang. Mereka menuntaskan hasrat masing-masing di dalam kamar pribadi milik Gilang.
Bersambung....
Jangan lupa like kak terus dukung acu.
Jangan lupa selalu mampir ke novel aku
"Terimakasih"
I Love you all 😘 🥰
__ADS_1