Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Satu bulan lagi


__ADS_3

Lagi dan lagi antin merasa malu saat berhadapan dengan calon suaminya. Namun sebisa mungkin dia menyembunyikan raut wajah malunya di hadapan Leon.


Setelah Antin selesai membuatkan teh hangat untuk Leon, dia kembali ke kamar Leon untuk mengantar teh yang dia buat tadi.


Tok tok tok


"tehnya sudah siap" ujar antin sembari mengetuk pintu kamar Leon.


Ceklek


Pintu di buka oleh Leon.


"Bawakan masuk" ucap Leon dan dia kembali masuk ke kamarnya.


Antin menaruh teh milik Leon di atas meja dan setelah itu dia akan kembali tapi Leon mencegahnya.


"Satu bulan lagi kita akan menikah dan aku harap kamu masih ingat dengan semua isi peraturan yang saya buat kan untukmu" ucap Leon.


"tentu,aku masih sangat ingat dan anda jangan khawatir" jelas Antin dan berlalu pergi. Sedangkan leon masih berdiri dan memandang punggung antin yang semakin jauh semakin menghilang.


Hari sudah gelap, Antin sedang membaca buku novel yang di belikan oleh mama Yola di toko buku, agar dia tidak merasa bosan hanya berdiam diri di rumah. Mama Yola juga membelikan setumpuk buku untuk Antin biar calon menantunya itu merasa senang berada di rumah.


Antin memang sangat suka sekali membaca terlebih lagi dia bisa melatih dirinya untuk bisa membaca dengan lancar karna dia sudah lama lulus sekolah dan hanya bisa sibuk mencari uang di kampungnya.


Antin sudah lama bergelut dengan buku novelnya hingga ketukan pintu kamarnya terdengar membuat antin menghentikan kegiatannya.


"Non, waktunya makan malam, non sudah di tunggu oleh tuan dan nyonya di meja makan" ujar Sri yang memanggil Antin.


"Ohh astaga,a ku lupa sekali. Sekarang kan sudah waktunya makan malam, aduuhh aku belum masak untuk mama sama papa dan mas Leon" ucap Antin dan kocar-kacir berlarian ke sana kemari hingga lupa menguncir rambutnya yang terurai.

__ADS_1


Sesampainya antin di ruang makan, antin merasa sangat malu harus bicara pada anggota keluarga calon suaminya.


"ma, pa, " panggil antin


"hai sayang, sini nak kita makan bersama" ucap mama Yola.


"ma, pa, antin belum masak buat kalian"


"sudah sudah, kamu duduk saja, buk Imah dan bik bik Mina yang memasak tadi, kamu jangan merasa bersalah gitu dong. Mama kan sudah tugaskan pembantu buat melakukan pekerjaan semua. Dan sekarang kamu tinggal menikmatinya saja, masak calon pengantin yang cantik ini akan terlihat jelek karna setiap hari akan bertempur dengan peralatan dapur" ucap mama Yola.


"Ma tapi Antin menjadi tidak enak" ucapnya.


"sudahlah antin, nanti setelah kmu menikah dengan Leon, terserah kamu mau mask atau tidak, tapi sekarang kamu tidak boleh bekerja, dan untuk kebun di belakang juga bik Sri yang akan merawatnya" jelas mama Yola lagi.


"iya ma" ucap antin.


Sedari tadi sepasang mata memperhatikannya dan mengulas senyum setipis mungkin.


"cantik dan menggemaskan" ucap Leon dalam hati.


Antin seperti biasa mengambilkan makanan untuk Leon dan menyediakan air minum di depannya.


Semua anggota keluarga menikmati makan malam itu tanpa ada pembicaraan apapun. Hingga beberapa menit kemudian makanan sudah habis tak tersisa.


Antin akan siap untuk membawa piring kotor tapi lagi-lagi mama Yola mencegahnya.


"Antin, ayo mama sama papa mau bicara sama kamu dan Leon" ajak mama Yola ke ruang tamu.


"bentar ma, antin mau...."

__ADS_1


"sudah, biarkan saja, disitu atau mama akan marah" ujar mama Yola mengancam membuat antin langsung melepas piring kotor itu di atas meja.


"iya ma" Antin segera mengikuti Langkat mama Yola ke ruang tamu. Di sana sudah ada tuan Ferdinan bersama Leon yang sedang membahas pekerjaan.


"pa, Leon karna kita sudah berkumpul disini, mama ingin membahas sesuatu pada kalian"


"apa itu ma?" tanya Leon.


"begini, satu bulan lagi kalian sudah resmi menjadi suami istri. Mama mau tanya sama kalian berdua terutama sama antin" ucap mama Yola.


"kenapa dengan aku ma?" tanya antin.


"apa, kamu sudah bisa melupakan mantan suami kamu?" tanya mama Yola.


"iya ma, antin sudah tidak mengharapkan apapun dari dia. Antin sudah banyak sekali menderita saat masih bersama pria itu. Dan antin juga sudah tidak ingin melihat pria itu lagi ma" jelas antin tegas.


"baiklah, mama percaya sama kamu, dan untuk Leon, apa kamu memiliki kekasih?" tanya mama Yola pada Leon yang sedari tadi hanya diam saja.


"mama kan sudah bertahun-tahun hidup dengan Leon dan tinggal bersama Leon. Leon tidak pernah memiliki kekasih selama ini" jelas Leon membuat mama Yola tersenyum.


"Baiklah jika kalian tidak memiliki sebuah permasalahan untuk melangsungkan pernikahan ini, mama harap hubungan kalian kedepannya semakin membaik dan selalu saling menyayangi" ujar mama Yola.


"iya ma, mama tenang saja, aku sama antin pasti akan saling menyayangi dan Sling mencintai" ucap Leon namun matanya memandang antin yang wajahnya sudah merah menahan malu.


"mama akan melakukan persiapan mulai dari besok biar setelah semua sudah selesai, kita tinggal tunggu hari H nya." ujar mama Yola.


Bersambung......


tinggalkan jejak kalian😘😁

__ADS_1


__ADS_2