
Hari berganti, sesuai yang di rencanakan Leon untuk membawa pulang istrinya dan membawanya ke markas, Leon sudah menceritakan tentang Gilang yang ingin bertemu dengan antin dan antin pun tak merasa keberatan.
Mereka melangkah memasuki sebuah bangunan berlantai 3 itu milik mafia black Eagle itu, kedua pasangan ini terlihat sangat serasi dengan berjalan di atas karpet merah yang selalu di sediakan oleh semua anggota Mafioso Leon.
Sambutan di berikan pada beberapa petinggi dari black Eagle dan menyapa ramah kedatangan king mereka dan istrinya.
Selain Leon menemukan antin dengan Gilang, Leon juga akan mengumumkan siapa istrinya, karna selama ini Leon belum pernah memperkenalkan istrinya kepada seluruh anggota mafia black Eagle.
Namun seketika Leon menghentikan langkahnya ketika mendengarkan ponselnya berbunyi dan Leon melihat benda pipih itu dan tertera nama sang papa membuatnya bingung.
"Leon, kamu dimana bagaimana keadaan menantu mama apa yang sudah kamu lakukan padanya, aku akan menghukum mu setelah pulang nanti" ucap mama Yola ketika Leon mengangkat panggilannya.
Leon menjadi mengerti mama Yola lah yang menelponnya menggunakan ponsel papanya, kepalanya pusing mendengar celotehan mama sambungnya yang baik hati itu. Leon mematikan panggilan itu secara sepihak.
"siapa?" tanya antin.
"mama" ucap singkat Leon.
Antin akan kembali bertanya tapi Leon segera mengajaknya melanjutkan langkahnya menuju ruang bawah tanah.
"sayang, aku khawatir kamu merasa tidak nyaman berada di dalam sayang" ucap Leon.
"memangnya kenapa?"
"karna dia dalam adalah tempat yang sangat mengerikan" jujur Leon.
"sayang, sebelumnya aku juga terkejut kenapa kamu memiliki banyak anak buah dan beberapa kawanan mu, tapi aku mencoba untuk mengerti siapa kamu yang sebenarnya, awalnya aku juga takut sama siapa kamu tapi aku mencoba memahami, semuanya" jelas antin.
__ADS_1
"jadi kamu sudah tau, pekerjaanku selain pemimpin perusahaan?" tanya Leon.
Dan antin mengangguk, kemudian memeluk suaminya. "Aku tidak berhak menghalangi jalanmu sayang, ini adalah perjuanganmu demi banyak orang, kau pahlawan orang-orang yang membutuhkan mu" terang antin lagi sembari mengelus lembut punggung tegap suaminya.
"baiklah sayang, kita harus segera menyelesaikan ini, mama sudah mengamuk di rumah belum tau keadaanmu, aku takut dia marah besar" ucap Leon.
"mereka sudah kembali?" tanya antin antusias mendengarkan kedua orang tua dan mertuanya sudah kembali.
"Hem" Leon mengecup kening istrinya.
"baiklah ayo kita masuk" ajak Leon.
~~
Tampak Gilang masih dengan posisi yang sama terkulai tak berdaya menatap kedatangan kedua pasangan dengan derap langkah kaki yang sama mendatanginya.
Antin dan Leon sudah sampai di hadapan Gilang, kini antin sejenak menatap pria yang selama ini membuangnya, dan entah dengan alasan apa.
"antin kau datang" lirih Gilang.
"iya aku datang, ternyata keeogias mu menghancurkan segala milikmu Gilang, aku tak bisa membayangkan jika dulu aku bertahan padamu, mungkin hati dan jiwaku sudah tak bisa menata hidup kembali. Tapi aku beruntung tuhan menyayangi ku sampai saat ini dan memberikan ku hidup bersama lelaki separuh jiwaku ini" Antin memeluk lengan suaminya.
"maafkan aku antin yang dulu dengan mudahnya membawamu dalam hidupku tanpa memberimu kebahagiaan" ujar Gilang.
"aku menyesal telah menyia-nyiakan kamu"
"sudahlah itu semua sudah berlalu, aku juga kecewa tapi semua telah lewat, sekarang kau jalani saja kehidupanmu dan juga nasibmu kedepannya" tukas antin.
__ADS_1
"ya, aku janji akan hidup dengan baik meski harus banyak rasa penyesalan, tapi izinkan aku memelukmu untuk terakhir kalinya, sebelum aku pergi" izin Gilang pada antin.
Leon yang mendengar ucapan Gilang, tentu saja menjadi meradang dan menatap Gilang dengan tajam.
"aku tidak akan mengizinkan kamu memeluk istriku" pekik Leon.
"aku mohon tuan Leon, ini untuk terakhir kalinya, dan setelahnya aku akan pergi sesuai yang engkau minta" ucap Gilang.
Wajah Leon semakin memerah menahan geram di hatinya, namun istrinya mengiyakan permintaan Gilang, dan meyakini suaminya dia akan baik-baik saja.
"sudah sayang, ini untuk yang terakhir kalinya, aku tidak akan di apa-apa kan olehnya, dan setelah ini kita bisa membiarkannya pergi" ucap antin membuat Leon hanya pasrah atas kemauan istrinya.
"sayang" ucap Leon menatap nerta hazel milik istrinya dengan memelas.
"cup" satu kecupan mendarat di bibir Leon membuat pertahannya runtuh seketika.
"baiklah, tapi hanya sebentar saja" ucap Leon meski nada bicaranya terkesan datar.
"lepaskan pria ini" titahnya pada salah satu Mafiosonya yang bertugas menjaga Gilang.
Gilang pun segera di lepaskan dan setelahnya berjalan ke arah antin dengan tertatih dan merentangkan kedua tangannya untuk memeluk antin dan antin menyambutnya dengan tulus.
Tentu sja membuat Leon semakin meradang dan seakan tak rela melihat wanitanya di peluk orang lain. Tatapan Leon tak lepas dari istrinya dan mantannya berpelukan.
Sembari menangis Gilang memeluk antin dengan tulus, dia berjanji pada dirinya sendiri untuk Tak akan pernah mengganggu rumah tangga antin dan Leon.
Setelah mereka melepaskan pelukan mereka, Gilang di bawa langsung oleh para Mafioso Leon untuk memasuki mobil, karna mereka akan menuju kediaman Surya.
__ADS_1
Bersambung.......