Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Pingsan


__ADS_3

Tak terasa sudah satu Minggu Leon dan antin berada di Bali, liburan keduanya banyak menyimpan momen yang sangat romantis karna banyak mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di sana, hari ini Leon dan antin akan berangkat untuk kembali ke Jakarta. Awalnya mereka akan berlibur selama dua Minggu, namun Leon memilki banyak pekerjaan di perusahaannya yang tidak bisa di handel oleh boy membuatnya harus kembali dan membatalkan rencana berliburnya yang tinggal satu Minggu lagi.


"sayang, maafkan aku ya, karna liburan kita kali ini tidak bisa lama-lama karna perusahaan tengah menungguku" ucap Leon pada istrinya.


"iya mas, tidak apa-apa, aku ngerti kok, lagian aku juga sangat merindukan rumah" ucap antin.


Keduanya menaiki pesawat yang akan sebentar lagi mengudara. Di dalam pesawat, Leon sengaja memesan kamar VIF untuk kenyamanan istrinya. Leon dan antin berada di dalam kamar pesawat dan mereka bisa istirahat dengan nyaman.


****


Boy tengah sibuk dengan pekerjaannya namun tak lama suara ketukan pintu mengganggu konsentrasinya.


Tok tok tok...


"masuk" boy tanpa melihat siapa pengetuknya, dia mempersilakan masuk orang itu tanpa mengalihkan tatapannya dari komputer.


"selamat siang tuan boy" sapa seorang wanita cantik dengan menggunakan dress selutut namun terbuka di bagian dadanya, membuat boy menelan ludahnya kasar saat mengalihkan tatapannya pada wanita itu.


"selamat siang, anda siapa ya?" tanya boy pada wanita itu.


"saya Mila tuan boy" ucap wanita itu yang bernama Mila.


"oh Mila silahkan duduk dulu" boy mempersilahkan duduk di sofa samping kanan meja kerjanya.


"kalau boleh saya tau, ada keperluan apa anda kemari nona?" tanya boy.


"sebenarnya saya hanya ingin mencari seseorang disini" ucap Mila.


"siapa?" tanya boy lagi


"tuan Leon, apa dia berada disini sekarang?" tanya Mila.


"ooh tuan Leon tidak masuk hari ini, karna ada keperluan penting dari keluarga di rumahnya, jadi saya yang menghandle semua pekerjaannya disini" ucap boy yang sengaja beralasan begitu agar Mila tak bertanya sedang apa Leon sekarang.


'"anda siapanya tuan Leon ya, setau saya tuan Leon tidak memiliki sahabat, atau teman wanita, karna di juga memiliki istri" ucap boy.


Wanita itu diam-diam mengepalkan tangan saat boy mengatakan jika Leon sudah memiliki istri. Namun memang kenyataan nya Leon sudah memiliki istri.


"ya, Leon memang sudah memiliki istri, tapi sebentar lagi akan jatuh ke pelukan aku dan siap menggantikan posisi istrinya" batin wanita itu.

__ADS_1


"nona" panggil boy lagi.


"ah ya, maaf baiklah, jika dia tidak ada hari ini, makan lain hari aku akan kembali untuk bertemu dengannya, " ucap wanita itu lagi.


"baiklah nona" ucap Boya yang heran karna wanita itu tak menjawab pertanyaannya tadi.


"saya permisi" wanita itu pergi meninggalkan kantor Leon dengan perasaan kesal karna Leon tidak ada di perusahaannya.


Boy juga tak ingin ambil pusing memikirian apa tujuan wanita itu mencari Leon, dia kembali sibuk dengan komputernya.


*****


Jam 5 sore, Antin dan Leon sudah sampai di bandara Soekarno-Hatta. Setelah mereka turun, boy sudah berada disana untuk menjemput sepasang suami istri itu yang baru saja turun dari pesawat.


"nona, tuan"


Boy membukakan pintu mobil untuk mereka berdua dan memasuki koper kedalam bagasi mobil dan mobil pun segera melaju menuju rumah.


Mama Yola menunggu anak dan menantunya di teras rumah sembari menikmati teh di sore itu bersama tuan Ferdianan. Mama Yola terlihat mondar-mandir di depan teras karna tak sabar menanti kepulangan menantu kesayangannya.


"ma, papa jadi pusing melihat mama yang mondar-mandir ke sana kemari mata papa juga sakit melihatnya ma" ucap tuan Ferdinan.


tin tin tin


Suara deru mobil memasuki gerbang membuat mama Yola sangat senang hati, namun yang dia harapkan sampai di rumah belum juga datang, ternyata yang datang adalah tuan Rizal dan juga istrinya Desi kedua orang tua antin bersama adik-adik antin.


"selamat sore" sapa Desi dan tuan Rizal bersama dan di sambut ramah oleh mama Yola dan tuan Ferdinan.


"selamat sore, ayo silahkan kita masuk" ajahk tuan Ferdinan.


"ayo" saat baru saja mereka akan masuk, suara deru mobil kembali terdengar membuat semuanya menoleh ke sumber suara.


tin tin


Leon dan antin sudah sampai di rumah, Boy memarkirkan mobil di halaman dan membantu kedua bosnya turun serta menurunkan beberapa koper dan juga oleh-oleh yang dia beli di Bali.


"selamat sore ma, pa" suara antin yang sedikit pucat karna dia merasa pusing setelah turun dari pesawat.


"mama Yola dan mama Desi segera menghampiri antin dan menggandeng tangannya di kedua sisi antin dan membawanya memasuki rumah. Memang ya keduanya sangat menyayangi antin.

__ADS_1


"kamu kenapa sayang?" tanya mama Desi.


"Leon ada apa dengan antin?" tanya mama Yola.


"sepertinya dia pusing karna mabuk perjalanan, karna sewaktu kita menuju kesana juga antin mabuk perjalanan dan pusing-pusing seperti itu" ucap Leon.


"ooh ayo sayang, kamu istirahat saja, nanti mama akan buatkan teh lemon untuk kamu. Leon, cepat bawa istri kamu ke kamar kasian dia, lemes banget" ucap mama Yola.


"iya ma, bik tolong bawakan koper ke atas dan taruh saja di depan pintu" ucap Leon pada bik Imah.


"baik tuan"


Leon pun segera membawa istrinya ke kamar untuk beristirahat. Saat Leon akan membaringkan tubuh istrinya ke ranjang, antin segera berlari ke arah westafel di kamarnya dan memuntahkan isi perutnya yang terasa bergejolak dan keram di Sertai kepalanya yang semakin pusing membuatnya tak sadarkan diri.


Bruk...


Leon yang melihat istrinya pingsan segera mengangkat tubuh istrinya ke atas ranjang dan menyelimutinya, Leon memegang kening istrinya yang panas dan kakinya yang terasa dingin membuat Leon jadi panik seketika.


Leon segera memanggil mamanya dan semua keluarga yang ada di lantai dasar.


"ma pa, antin pingsan," semuanya terkejut dan segera menuju ke kamar Leon.


"sayang, apa yang terjadi padanya, kenapa dia bisa pingsan?" tanya mama Yola.


"Leon juga tidak tau ma, tadi sesampainya kami disini, dia berlarian ke arah westafel untuk memuntahkan isi perutnya tapi tiba-tiba dia pingsan dan Leon segera membawanya ke atas ranjang" jelas Leon.


"Boya cepat, kamu hubungi dokter Hendrik" titah Leon pada boy.


Boy pun segera menelpon dokter Hendrik selaku dokter pribadi keluarga Anggara.


***


Sementara di tempat lain, Mila masih kesal karna tak menemukan jejak Leon semenjak mereka bertemu di Bali. Leon sengaja menyembunyikan dirinya dan juga antin agar Mila tak mengetahui keberadaannya. Ya Mila adalah nama wanita yang beberapa hari sempat bertabrakan dengan Leon di hotel tempat penginapan mereka sewaktu bulan madu kemarin.


"aaaarrrhhh kamu dimana Leon, kenapa jejak mu tidak bisa aku temukan. Apa kamu berusaha menghindar dariku, itu tidak akan mungkin terjadi, aku akan mencari mu kemanapun Leon " Mila tersenyum jahat.


Dirinya seolah tak pernah gentar untuk membuat Leon melihatnya, dia sudah sangat terobsesi dengan Leon, dan berpikir bagaimana cara agar Leon tertarik padanya.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan di baca bila tak suka dengan ceritaku, tapi kalau kalian tertarik dengan cerita aku, jangan lupa tinggalkan jejak mu😁😊.


__ADS_2