Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Wanita incarannya


__ADS_3

Antin berdiri menatap langit malam. Bintang yang bercahaya dengan terang. Langit yang terlihat cerah dengan dingin malam membawa setitik embun yang membasahi bumi.


Sesuatu yang sangat di inginkan seorang antintia adalah kebahagiaan, canda tawa, dan kasih sayang pada orang yang menjadi suami serta keluarganya. Namun itu hanyalah sebuah angan-angan saja.


Antin selama ini bisa menerima keadaan hidupnya yang tak berkecukupan. Tapi sekarang setelah dia di berikan semuanya pada suaminya. Justru dia merasa sangat banyak memiliki kekurangan.


"Aku tak berharap kau memberiku segala isi dari dunia ini. Tapi yang aku inginkan adalah sebuah kebahagiaan yang tak bisa di rupiahkan. Namun sungguh semakin aku mendekatimu, aku semakin terasa menghilang di pandanganmu",, "Aku bagimu, seperti mahluk halus. Ada tapi tak terlihat" gumam pelan antin.


Setiap malam antin merenungi nasibnya selama ini. Mulai dari dirinya di buang oleh orang tuanya hingga menjalani kehidupan yang pahit di desa dan di tinggal oleh kedua orang tua angkatnya sewaktu kecil sampai sekarang setelah menikah. Semua orang memperlakukan antin sangat tidak baik.


Hanya orang tua angkatnya saja yang menyayanginya. Namun sekarang berbeda, bahkan mereka pergi meninggalkan antin yang hanya bisa menangis dalam sepi.


Antin menjalani kehidupannya selama ini dengan begitu ikhlas. Namun seolah takdir keberuntungan belum juga bisa dia gapai. Sekarang antin hidup layaknya orang mati. Suami yang dia harapkan akan menjadi penopang hidup serta sandaran hatinya, kini tak pernah mencintai serta menginginkannya.


Hanya ada helaan nafas yang terdengar dari antin. Antin sudah pasrah dengan kehidupannya.


Antin memasuki kamar, karna malam semakin larut. Namun tanda-tanda Gilang yang pulang tidak ada. Antin memutuskan tidur terlebih dahulu. Dengan meletakkan bantal di atas sofa dan diapun merebahkan tubuhnya yang rapuh di atas tempat tidur. Dan mencoba memejamkan matanya.


Di lantai dasar, Gilang baru saja memasuki rumah. Gilang terlihat begitu bahagia karna hari ini. wanita incarannya datang menemuinya di kantor dan mengambil kesempatan untuk mendekatinya.


Gilang dan wanita itu langsung terlihat seperti sepasang kekasih dalam satu kali pertemuan. Bahkan Gilang dengan gilanya bermain ranjang dengan wanita itu. Wanita itu bernama Alice Alexandra.


Alice merupakan gadis yang manja, egois dan sombong. Sifat yang di miliki seorang Alice mulai timbul sedari lahir hingga sekarang. Alice sudah lama mengetahui jika Gilang sudah lama menaruh hati padanya. Pada saat mereka bertemu 8 bulan yang lalu sepulangnya Gilang dari Singapura.


Alice yang merasa jika Gilang menaruh hati padanya, kesombongannya pun sudah sangat melewati batas. Gilang yang terkenal dengan kekayaan yang di milikinya, membuat banyak wanita termasuk Alice yang mendekati dan merayu seorang Gilang Surya.


Pada saat ini Gilang berada di ruangan khusus pemilik restoran. Dia sedang melakukan hal yang tentunya di lakukan pria dan wanita pada umumnya jika sudah berada di dalam satu ruangan.

__ADS_1


"sayang, aku sudah tidak tahan ingin memakan mu" ucap Gilang meremas bokong Alice. Alice yang mendengarkan suara Gilang yang serak ketika menahan sesuatu pun tersenyum menyeringai.


"Akhh... Suara ******* Alice keluar tepat di telinga Gilang. Gilang yang sudah terbakar api gairah pun tanpa berkata langsung membawa Alice ke ruangan kamar yang ada di sana.


"Kau yang sudah memulai menggodaku, dan sekarang aku tidak bisa lagi menahannya" ucap Gilang serak.


"Lakukanlah, sayang aku juga sudah tidak bisa menahannya, aahhkk,,,," ucap Alice semakin terdengar sexy di telinga Gilang. Hingga Gilang pun langsung menuntun dan mulai bermain dengan kekasihnya yang baru saja beberapa jam menjadi kekasihnya.


Hingga sore menjelang malam. Entah mereka melakukannya berapa kali. Alice yang masih berada di pelukan Gilang pun terlihat begitu kelelahan.


Gilang terbangun dan melihat jam yang ada di ponselnya ternyata sudah jam 7 malam. Gilang melihat ke arah sampingnya, menemukan seorang wanita yang masih terlelap tidur di lengannya. Gilang tersenyum mengingat apa saja kegiatan yang mereka berdua lakukan di kamar itu. Hingga Alice yang tertidur langsung terbangun akibat sentuhan tangan Gilang yang ada di wajahnya.


"Jam berapa sekarang sayang" tanya Alice.


"jam 7 malam" ucap Gilang.


"iya, karna aku merasa puas atas permainanmu tadi. Aku semakin ingin terus bersamamu" ucap Gilang dan membuat Alice tersenyum.


"Baiklah, aku mau mandi dan pulang sekarang, aku mau istirahat di rumah saja" ucap Alice yang berusaha berdiri. Namun kini Gilang mengangkat tubuh Alice menuju kamar mandi.


"Apa kita akan melakukannya disini lagi sayang" tanya Alice.


"Tentu, kita akan melakukannya disini sebelum kamu pulang, aku akan memuaskan mu terlebih dahulu" ucap Gilang. Dan akhirnya pergulatan pun terjadi sekali lagi hingga jam menunjukkan pukul 11 malam.


Setelah Gilang dan Alice melakukan pergulatan perpisahan tadi, kini mereka berada di ruangan Gilang tadi dan bersiap untuk pulang.


"Sayang, aku masih rindu" ucap Gilang memeluk Alice dari belakang.

__ADS_1


"Aku juga merindukanmu sayang, tapi kita harus pulang karna aku takut jika istrimu marah nanti dan mencurigai mu" jelas Alice.


"Aku sebenarnya tidak apa jika kita tetap bersama seperti ini, dan aku juga tidak takut jika istriku curiga. Karna aku tidak memiliki nafsu untuk menyentuh tubuhnya, aku merasa jijik melihatnya berada di depanku" terang Gilang membuat Alice tersenyum tipis.


"Baiklah sayang, aku akan selalu siap berada di sampingmu, dan jika kamu membutuhkan memuaskan hasrat mu, aku akan selalu ada membantumu" ungkap Alice yang terdengar sangat menjijikkan di telinga orang lain. Namun di telinga Gilang adalah suara yang sangat memabukkan.


"Baiklah sayang, aku akan selalu mencintaimu" ungkap Gilang.


"aku juga sangat mencintaimu" ucap Alice yang langsung menerobos mencium bibir Gilang dengan rakus. Dan tanpa penolakan dari Gilang. Justru Gilang semakin ingin meneruskan.


"sudah ya sayang, kita bisa kelolosan nanti" ucap Gilang dan mereka pun segera berdiri untuk melangkah menuju ke parkiran. Terlihat di luar sudah terlihat sepi karna jam sudah menunjukkan setengah 12.


Gilang pun menaiki mobilnya setelah melihat Alice menaiki mobilnya. Gilang menawarkan diri untuk mengantar kekasihnya itu namun karna Alice membawa mobil, akhirnya Alice akan pulang sendiri.


Gilang sudah menyuruhnya untuk menitipkan mobilnya di restoran. Namun Alice beralasan agar ayahnya tidak memarahinya saat pulang bersama pria. Alice berpura-pura terlihat seperti gadis polos di depan Gilang. Namun seperti serigala buas jika si belakang Gilang


Gilang pun selalu percaya apa ucapan Alice dan mengizinkan kekasihnya itu pulang dengan menggunakan mobilnya. Mobil Gilang dan Alice berpisah di persimpangan. Karna arak jalan pulang mereka berlawanan.


Setelah mobil Gilang tak terlihat lagi, Alice menelpon seorang pria untuk menjemputnya. Setelah beberapa menit, pria yang tadi dia telpon sudah datang, dan mereka menaiki mobil yang sama lalu menuju sebuah Club malam.


Terdengar suara tawa bahagia di dalam mobil itu saat Alice dan pria itu membicarakan sesuatu.


"Bodoh dia memang lelaki bodoh yang mudah di hasut dan di kendalikan" ucap Alice.


"Kau harus bisa mengambil hatinya, tapi kau jangan terlalu mencintainya, aku takut dia mengambil mu dariku sayang" ucap pria itu.


"itu tidak akan pernah terjadi" jelas Alice.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2