
Hari sudah semakin gelap namun Leon dan seluruh para bawahannya belum juga sampai di tempat antin di sekap oleh Gilang.
Ternyata antin di bawa ke sebuah pulau kecil yang hanya bisa di tempati oleh satu villa yang di miliki oleh Gilang saja tanpa ada penduduk yang lain.
Pulau yang di tempati Gilang dan antin saat ini adalah pulau pribadi milik Gilang sendiri tanpa sepengetahuan siapapun tanpa terkecuali Alice selaku istri sah Gilang.
Sekarang keadaan di pulau itu juga semakin gelap, hanya ada cahaya bulan yang temaram di langit berbintang itu. Antin meliht kesana-kemari tak ada satupun penduduk yang menempati pulau kecil itu. Dia takut jika suaminya tak bisa menemukannya.
Antin tidak tau siapa pria yang menjadi suaminya, karna selama ini Leon banyak menyimpan rahasia di balik dinginnya seorang leon, membuat siapapun tak bisa menebak apa isi hati dari Leon.
"ya Tuhan apa aku akan bisa pergi dari tempat ini, bagaimana Leon akan bisa mencariku di tempat ini" ucap antin dalam hati.
Hatinya semakin di hantui rasa gelisah dan cemas karna belum ada tanda-tanda siapa yang akan menyelamatkannya dari tempat itu.
Tak berapa lama Gilang kembali memasuki kamar yang di tempati antin membuat antin terkejut atas kehadiran Gilang yang tiba-tiba.
"aaarrrhhhh" rintih antin merasakan sedikit sakit di perutnya. Entah itu karna tendangan anaknya di dlm perut atau memang perutnya belum di isi sejak sore tadi.
"kau kenapa?" tanya Gilang panik dan segera mendekati antin.
"ada apa, kenapa dengan perutmu?" tanya Gilang lagi.
"tolong jangan mendekat, aku tidak ingin berada di dekat kamu pria brengsek" ucap Antin.
"aku hanya ingin memastikan kamu baik-baik saja antin" ucap Gilang.
"kamu keluar dari sini, aku tidka butuh kamu b*****n" ucap antin dengan nada tinggi.
"kamu jangan keras kepala, aku khawatir sama kamu" ucap Gilang.
"pergi, aku bilang pergi" teriak antin membuat? Gilang kesal dan berlalu pergi lalu membanting pintu dengan keras.
Braaak
__ADS_1
"aawwwsshhh, kenapa dengan perutku. Semoga bayiku tidak apa-apa" ucap antin merintih kesakitan.
Di luar villa, banyak anak buah Gilang yang tengah mengawasi di sekitar villa, penjagaan yang sangat ketat sehingga tidak mudah banyak musuh yang bisa menyelinap masuk ke dalam area villa.
Para rombongan Leon sudah mendarat dari kejauhan, bahkan para rombongan Leon menaiki jet yang tak menimbulkan suara.
Semua sudah sampai di pulau itu dan bersiap memegang senjata masing-masing, hanya tinggal menunggu perintah dari sang king.
Leon telah memberikan beberapa petunjuk serta tugas para Mafioso ya masing-masing, Leon hanya akan memberikan perintah untuk para bawahannya.
"kalian harus ingat apa yang aku perintahkan sebelumnya, ingat jangan sampai lengah dan sampai musuh mengetahui kedatangan kita ini" ucap Leon di bluetooth yang di pakainya.
"baik king"
Setelah beberapa menit berjalan dan meninggalkan kendaraan yang mereka pakai di tempat mereka sampai tadi, Leon memberikan instruksi kepada para Mafiosonya untuk tetap selalu saling melindungi dan saling menjaga satu sama lain. Karna begitulah persatuan dan terciptanya sebuah persaudaraan dari mafia black Eagle yang di ciptakan oleh tuan Ferdinan beserta para sahabatnya dulu.
Sampai sekarang, hingga Leon mengambil alih kepemimpinan ayahnya semua peraturan berjalan seperti dulu. Para petinggi terdahulu menciptakan visi misi tidak akan menyerang apabila tidak di serang terlebih dahulu. Maka dari itu, black Eagle akan mengintai musuh dan mencari informasi sedetail mungkin siapakah musuhnya. Bila mereka telah menemukan beberapa kelemahan serta informasinya, barulah black Eagle mempersiapkan segala sesuatu untuk menyerang bila mereka akan di serang.
Itulah black Eagle yang sebenarnya. Setelah itu mereka akan menghabiskan lawan mereka tanpa sisa dan tanpa belas kasih.
Leon memandang tajam villa di depannya, berharap ada suatu petunjuk untuk bisa menemukan dimana tempat istrinya di sembunyikan.
Leon sebenarnya merasa sangat terpukul atas penculikan istrinya, dia memikirkan istrinya yang sangat membutuhkannya dalam keadaan tengah hamil besar. Namun Leon berpikir, jika dia akan terus-menerus bersedih, dia tidak akan bisa menyelamatkan istrinya. Oleh sebab itu Leon bergerak lebih cepat untuk bisa segera bertemu dengan istrinya.
"Alex, lewat belakang, dan untuk boy, masuk lewat pintu depan untuk mengelabuhi para penjaga, ingat kalian harus hati-hati" ucap Leon lewat bluetooth yang di pakainya.
"baik king"
Setelah menemukan titik terangnya, barulah Leon memanjat dinding yang begitu tingginya, karna menemukan ruangan yang Dimana istrinya berada.
Meskipun semua jendela di villa itu di tutup rapat, entah alat apa yang di gunakan oleh Leon untuk bisa melacak keberadaan istrinya.
Leon memanjat dinding tinggi itu seperti tak punya kesulitan, karna memang dia sudah mahir dalam menaiki tebing tinggi.
__ADS_1
Leon mencoba untuk membuka jendela kamar tempat istrinya itu namun sebelumnya, dia mendengar apakah ada orang lain yang ada di dalam kamar itu atau tidak, setelah tak terdengar suara siapapun di dalam barulah Leon membuka jendela itu dengan mudahnya.
Jika di tanya bagaimana Leon bisa memanjat dinding itu sedangkan banyak para penjaga yang berjaga di sana? jawabannya adalah, semua para penjaga sudah di tembak bius oleh Leon dengan menggunakan pistol kedap suara. Sehingga Leon bisa lolos dan menaiki dinding itu.
Di dalam villa di sebuah ruangan yang besar, penuh dengan bau menyengat serta minuman haram, dan beberapa makanan ringan yang terdapat di setiap meja ruangan. Banyak para pria dan wanita dengan tidak tau malunya melakukan hubungan terlarang di tempat itu, Banyak pria dan wanita yang melakukan s** di tempat menjijikkan itu, ternyata di sana ada sebuah party s** yang dimana satu pasangan wanita akan bercampur ke pria yang satu ke pria yang lain🤮
Gilang yang menjadi pemilik dari pesta tersebut kini tengah bermandikan peluh bersama para ****** kebanggaan nya di sebuah kamar miliknya. Ada beberapa wanita yang menemaninya, melayani dan dengan suka rela menyerahkan tubuhnya pada Gilang.
Gilang yang memang pecinta s** sangat senang dengan hiburannya malam ini bersama para wanita teman tidurnya.
Namun di luar sana mereka tidak mengetahui bahwa telah terjadi kekacauan yang membuat para anak buah Gilang banyak yang tewas karna serangan dari Leon dan para Mafiosonya. Karna di dalam ruangan tempat Gilang berada sangat bising dengan suara musik yang menggelegar membuat konsentrasi mereka dan semua isi villa itu menjadi lengah tak mengetahui jika villanya tengah di obrak-abrik di luar sana.
*****
Gilang langsung menerobos memasuki kamar dimana tempat istrinya berada dan yg tentu membuat antin terkejut dengan keberadaan suaminya di sana.
"Leon, bagaimana kamu bisa sampai disini?" tanya antin yang melihat suaminya
Leon segera memeluk dan mencium istrinya sayang, dia begitu takut kehilangan istrinya sampai-sampai dia rela berkorban demi mendapatkan istrinya ke pelukannya.
"apa kau tidak apa-apa sayang, apa kau terluka, dan bagaimana mereka memperlakukan mu disini sayang, apa mereka menyakitimu?" rentetan pertanyaan Leon membuat antin bingung harus menjawab yang mana.
"aku baik-baik disini, aku takut" ucap antin memeluk erat suaminya itu.
"kamu tidak usah takut, aku akan selalu berada di dekatmu sampai kapanpun"
"aku akan membunuh pria brengsek itu sekarang juga, tapi sebelum itu, kita harus keluar dari tempat ini" ucap Leon
Leonel mencium istrinya dan melepas kerinduan yang selama dua hari ini berpisah dengan istrinya dan tak lupa mencium perut buncit istrinya.
Kini keduanya tengah berciuman mesra untuk menyalurkan rasa rindunya yang begitu lama menurut Leon.
Keduanya melepaskan tautan bibir mereka dan kening mereka bersatu. Leon memandang istri cantiknya itu dalam dan kembali mengecup seluruh wajah istrinya.
__ADS_1
"ayo sayang, kita keluar dari tempat terkutuk ini" Leon menggenggam tangan istrinya erat, takut akan kehilangan istrinya untuk yang kedua kalinya.
Bersambung.......