
"mas, kamu makan ya aku suapi kamu, sambil mengerjakan pekerjaan mu"ucap antin
" iya sayang makasih ya" Leon melakukan apa yang di katakan istrinya, dia begitu senang dikala melihat istrinya datang menemuinya ke kantor.
"sayang, aku ingin sekali bawa kamu kesini setiap hari jika kamu mau" ucap Leon.
" memangnya tidak apa-apa?" tanya antin.
"tidak ada yang bisa melarang mas untuk membawa istri mas yang cantik ini kesini" ujar Leon
"tapi nanti aku menganggu kamu bekerja" tukas antin.
"tidak sayang, bahkan itu akan menjadi hiburan untuk aku lelah bekerja baby" ucap Leon menaruh makanan yang di pegang istrinya dan mengangkat tubuh istrinya membuat antin terkejut.
"iissh lepas mas, kamu mau bawa aku kemana?" ucap Antin spontan melingkarkan tangannya di leher suaminya.
"aku ingin menghibur diri dan bersenang-senang dengan istriku ini" ucap Leon membuat antin merinding mendengar suara sensual suaminya.
"mas, tapi ini jam kerjamu?" ucap Antin.
"siapa bilang, lihatlah ini jam istirahat" ucap Leon.
"tapi bagaimana kalau nanti ada orang yang melihat kita" ujar antin.
Klik
"tidak ada yang bisa melihat sayang, karna pintu otomatis tertutup oleh remote ini baby" Leon jengah dengan istrinya itu dan tanpa banyak bicara dia membawa istrinya di kamar samping ruang kerjanya tanpa menghiraukan pertanyaan istrinya lagi.
Leon membaringkan isterinya pelan karna dia tau usia kandungan istrinya belum genap 2 bulan sehingga dia akan melakukan penyatuan dengan sangat hati-hati.
"sayang, aku ingin" suara Leon parau dan seperti meminta pada istrinya.
"iya mas" antin setuju dengan suaminya dan Leon seperti di berikan lampu hijau oleh antin, membuatnya senang dan berjanji akan melakukannya dengan hati-hati.
"mas janji akan melakukannya dengan hati-hati" ucap Leon dan mereka melakukan apa yang harus di lakukan.
****
"Dimana wanita itu sekarang, aku sudah sangat lelah untuk mengingatkannya untuk tidak usah keluar rumah" ucap Gilang dengan nada emosi yang tertahan.
__ADS_1
"apa aku harus mencarinya, tapi aku tidak tau dia berada dimana sekarang" gumamnya lagi.
Gilang berfikir dimana istrinya, dia bahkan belum melepaskan baju kemeja kerjanya namun dia belum menemukan istrinya untuk menyiapkan makanan. Gilang hanya terbiasa di layani dan memerintah sesukanya, itulah apapun bisa di lakukan dengan uang, termasuk membayar beberapa pelayan untuk rumahnya.
Namun memang sudah kebiasaan Gilang suka sekali dengan hubungan ranjang, dia tak mendapatkannya lagi pada istrinya. Dia menyewa pelayan yang lebih muda dan terlihat cekatan, juga terawat untuk iya ajak berhubungan intim namun berkedok pelayan. Tanpa sepengetahuan Alice, Gilang terkadang main bersama pelayan saat istrinya tak ada di rumah.
Bahkan Gilang tidak melarang istrinya menginap di rumah keluarganya karena dia berpikir akan lebih leluasa untuk bermain dengan pelayannya.
****
Alice memasuki rumahnya setelah berbelanja barang-barang mahal di mall, dia membeli segala keperluannya seperti pakaian, make up dan juga segala jenis skin care yang dia suka.
Sesampainya di rumah, Alice melihat suaminya yang duduk di sofa dengan santai namun menatap dirinya seolah ingin menerkamnya.
"habis dari mana kamu?" tanya Gilang menghentikan langkah istrinya.
"kamu tidak lihat, aku baru selesai berbelanja" tutur Alice.
"kamu setiap hari selalu kerjaannya menghabiskan uang dan juga beberapa barang mahal. Apa kamu tidak bosan mengkoleksi semua rongsokan seperti itu" ucap Gilang.
"hey, ini bukan rongsokan ya ini adalah keperluan aku, kamu kan pernah bilang jika ingin melihat istri cantik dan berkelas, kamu jangan selalu mengomentari jika aku menghabiskan uang puluhan juta untuk membeli barang mahal, ini sebagai keperluan kamu juga supaya aku terlihat cantik dan tidak malu-maluin kamu" ucap alice.
Alice melihat putranya di gendong oleh salah seorang pembantu bernama bik nah. "apa dia belum tidur?" tanya Alice pada pembantunya.
"baru bangun nya, setelah nyonya pulang" ucap bik nah.
"bagus, ajak di bermain di kamar dan jangan biarkan dia sendirian" ujar Alice mencium putranya.
"iya nya" ucap bik nah.
***
Di ruang tamu, Gilang masih memejamkan matanya sejenak untuk menghilangkan rasa lelah setelah berhari-hari bekerja.
Namun dirinya teringat oleh Mia pelayan di rumahnya tengah menyiapkan teh untuk gilang minum.
"pak, ini tehnya" ujar Mia namun senyumnya tak pernah pudar dari wajah yang tak terlalu cantik.
Body goals yang iya miliki mampu membuat gairah seorang Gilang bangkit dan gaya berpakaiannya yang seksi dan montok tentu laki-laki mana yang tidak terpengaruh oleh body seorang Mia. Gilang hingga tak sadar jika istrinya keluar dari kamar dan melihat suaminya yang tengah terpesona oleh gadis muda yang menjadi pembantunya.
__ADS_1
"mata kamu itu di jaga, kenapa melihatnya seperti itu" suara Alice mengejutkan suaminya membuat Gilang salah tingkah.
"kamu itu kenapa, kenapa tidak pernah bisa membuatku senang" ujar Gilang menatap sinis istrinya.
"ya seharusnya mata kamu di jaga, bukan main lihat yang montok saja. Kamu juga Mia pakai pakaian yang sopan doang, di sini kan ada suami aku, kenapa kamu pakai pakaian yang seksi, kamu pikir suami Aku akan tergoda oleh buah dada yang tak seberapa itu" ujar Alice mengingatkan Mia.
"memang suami mu sangat tergoda oleh body ku ini mbak, tapi karna ada kamu disini, membuat permainan aku sama mas Gilang menjadi tertunda. Dasar pengganggu" batin Mia.
"kalau aku lihat, sekarang tubuh Alice sudah berbeda setelah melahirkan, dia terlihat sedikit gemuk dan juga badan bergelambir. Mana ada enaknya seperti itu. Tak seperti Mia, aku sampai menjerit saat main dengannya" batin Gilang.
"sudah sekarang kamu buatkan aku makanan, aku lapar. Pulang kerja bukannya di layani, ini malah di angguri" ucap Gilang.
Alice pun segera pergi ke dapur untuk menyiapkan suaminya makan siang.
"kamu kenapa bisa cepat pulang sih, kan ini masih siang hari" ucap Alice pada suaminya setelah berada di meja makan.
"oh iya, kenapa aku tidak ajak saja Mia ke kantor untuk memuaskan ku disana, ahh aku harus cari alasan nih untuk bisa mengajak Mia nih" batin Gilang.
"aku akan kembali setelah ini, kamu kan tau kalau aku sangat bosanmakanan di kantor, ya jelas aku mau makan di rumah sekali-kali" ujar Gilang.
"oh gitu" ucap Alice.
"oh ya, sayang hari ini aku mau ke rumah mama ya, karna paman mengundang zero ulang tahun anaknya selia" ucap Alice.
"apa kamu akan menginap?" tanya Gilang.
"kalau boleh, aku menginap disana dua hari, karna setelah perayaan ulang tahun, paman akan mengajak kita jalan-jalan setelah itu" ujar Alice.
"oh baiklah, kamu pergi saja nanti di antar sopir" ucap Gilang.
"tapi aku mau bawa mobil sendiri" ucap Alice memelas.
"bawalah" ucap Gilang memberikan istrinya membawa mobil.
"Terimakasih sayang," Alice mencium pipi suaminya.
Namun dalam hati Gilang, kini bersorak gembira karna istrinya akan menginap di rumah orang tuanya. Gilang memiliki kesempatan emas untuk bisa main bersama Mia pelayannya, dia juga sudah membayangkan bagaimana permainan Mia saat di ranjang. Itulah Gilang yang tak pernah puas dalam berhubungan ranjang, karna selama ini dia sudah tak bernafsu dengan istrinya itu.
Bersambung......
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak, kalian ya biar author lebih semangat lagi buat ceritanya😊