
Beberapa jam kemudian pesawat sudah mendarat di bandara Ngurah Rai Bali, yaps mereka akan berbulan madu di pulau Dewata dalam beberapa Minggu. Karna sebelum mereka berangkat ke Bali, papa Ferdinan sudah mengatur keadaan dan tempat yang nyaman untuk mereka berdua tempati.
Bukan karna Leon tidak bisa membiayakan dirinya sendiri, namun karna tuan Ferdinan sangat menyayangi anaknya dan melakukan yang terbaik untuk anaknya. Leon juga membiarkan apapun yang di lakukan oleh ayahnya dan tak ingin mengecewakan ayahnya yang sudah berusaha membesarkan dan membahagiakannya selama ini.
Perjalanan Leon dan antin juga sangat di rahasiakan oleh kedua orang tuanya, karna tuan ferdinan takut terjadi sesuatu pada menantu dan anaknya itu. Oleh sebab itu, perjalanan mereka di rahasiakan.
"sayang, apa kau masih pusing?" tanya Leon
"iya, masih sedikit. Tapi tidak apa-apa aku bisa jalan sendiri kok" ucap antin karna kasihan melihat suaminya yang kelelahan sejak sedari mereka menaiki pesawat hingga turun, Leon dengan telaten membantu istrinya dan memberikan pertolongan pertama saat antin pusing dan mual-mual di dalam pesawat.
"baiklah sayang, setelah kita sampai di hotel nanti, kamu bisa istirahat" Leon membawa istrinya menuju mobil, sedangkan barang-barangnya di bawa oleh sopir yang dia sewa tadi setelah turun dari pesawat.
Sekitar beberapa menit, akhirnya mereka sudah sampai di hotel. Leon terus saja membopong istrinya masuk ke dalam kamar untuk segera istirahat.
"kamu tidurlah dulu, aku akan membuatkan kamu air lemon hangat supaya rasa pusing mu reda. Aku juga akan keluar untuk mencarikan makanan untuk kita" ucap leon dan dia angguki antin.
Setelah Antin tertidur, barulah Leon membuatkan minuman hangat untuk istrinya.
Ketika melihat istrinya sudah tertidur, barulah dia pergi untuk mencarikan makanan untuk dirinya dan juga antin, karna semenjak turun dari pesawat hingga tiba di hotel, mereka belum memakan apapun.
Beruntungnya di melihat beberapa lalapan dan juga berbagai macam seafood yang mengubah selera. Leon memang sangat menyukai makanan khas Nusantara termasuk di Bali yang dengan berbagai macam menu yang tersedia disana.
Leon membelikan beberapa makanan untuk istrinya karna pihak hotel akan mengantarkan makanan untuk mereka besoknya. Jadi Leon harus membeli makanan tidak terlalu jauh dari hotel.
Setelah tangan Leon sudah banyak menenteng banyak plastik isi makanan, barulah dia kembali ke hotel dan segera menemui istrinya.
Leon melihat istrinya, menjadi kasihan dengan keadaan istrinya. Dia mengecup kening istrinya yang masih tertidur pulas karna lelah dalam perjalanan.
Leon tak tega harus membangunkan istrinya, namun karna antin tidak pernah memakan apapun sejak tadi sore mereka sampai, Leon terpaksa harus membangunkan istrinya.
"sayang, bangun ayo kamu harus makan supaya kamu cepat pulih dan kembali bertenaga" ucap Leon.
__ADS_1
Barulah antin terbangun dan masih merasakan nyeri di kepalanya.
"aku tidak mau makan" ucap antin.
"sayang, kalau kamu tidak makan pusing mu tidak akan hilang, dan kamu akan bertambah sakit, aku suapi ya" ucap Leon membantu istrinya bersandar di atas ranjang.
Leon menyuapi istrinya dan tak lupa memberikan istrinya air Lemon yang sudah di buatkan oleh nya tadi. Leon sangat perhatian terhadap istrinya membuat antin terharu atas perlakuan suaminya. Inilah yang membuat antin selalu merasa beruntung dengan perlakuan Leon terhadapnya, dia seperti di jadikan ratu oleh suaminya.
Leon merupakan pria yang sangat dingin dan cuek terhadap siapapun wanita, tapi semenjak antin memasuki kehidupannya, dia menjadi sedikit menerima jika wanita yang dia nikahi adalah teman hidup yang akan selamanya menyatu dengan dirinya.
Leon juga sebenarnya menyayangi ibunya, namun setelah melihat tidak adanya perubahan dalam diri seorang wanita yang sudah melahirkannya, diapun menjadi membenci ibunya itu.
Dia merasa jika ibu kandungnya akan datang setelah tau dirinya sudah sukses dan memiliki segalanya. Leon menjadi mengerti kenapa ibunya kembali untuk menemuinya.
Itulah salah satu tujuan dari seorang Mayang. Mayang tak Sudi hidup dalam kemiskinan, dia akan selalu menginginkan kemewahan dan kenyamanan dalam hidupnya, entahlah itu dengan cara yang positif ataupun negatif dia tidak peduli.
Setelah menikmati makan malam, mereka berdua pun tertidur karna sama-sama kelelahan dalam perjalanan.
***
antin terlebih dahulu bangun dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, karna baju yang semalam belum sempat iya ganti membuatnya tidak nyaman.
Leon meraih istrinya namun tidak menemukan antin di sampingnya seketika iya bangun dan mendengar suara gemercikkan air di kamar mandi menandakan seseorang tengah mandi.
Leon melangkah ke arah kolam di hotel itu sembari menikmati suasana sejuk di Bali, dia juga untuk yang ke dua kalinya dia pergi ke Bali yang pertama untuk urusan bisnis dan yang sekarang, Honeymoon bersama istrinya.
Setelah beberapa menit iya masih terduduk di kursi, suara deringan ponselnya berbunyi.
tring tring tring
"Hallo"
__ADS_1
"tuan, ada seorang yang ingin bertemu dengan anda seorang wanita, yang sekiranya berumur 40 an ke atas deh kayaknya" ucap boy yang menelpon.
"ada apa dia datang ke sana?" tanya Leon.
"saya tidak tau tuan, tapi dia bilang ingin bertemu dengan anda" jelas boy dalam panggilan.
"katakan, jika saya tidak ingin bertemu dengan siapapun dan saya sedang sibuk" ucap Leon.
"tapi, bos dia akan mengamuk setelah saya mengatakan itu nanti" ucap boy takut pada bosnya.
"kenapa mendadak tidak ada scurity di kantor, kemana semua" ucap Leon sedikit membentak.
"baik bos, saya akan memanggil scurity segera" ucap boy yang takut akan amukan bosnya itu.
Setelah panggilan terputus leon menaruh ponselnya di atas meja. Dia tau siapa yang datang ke perusahaannya, namun karna dia sekarang berada di Bali, dia tak ingin terganggu oleh siapapun termasuk wanita yang datang ke kantornya yang tak lain adalah Mayang, ibu kandungnya.
"mas" Suara lembut itu memanggilnya, membuat Leon langsung menoleh menghadap suara panggilan istrinya.
"ada apa sayang?"tanya antin.
"tidak ada, aku hanya sedang menelpon dengan boy mengenai pekerjaan saja" ucap Leon sedikit berbohong karna takut istrinya khawatir.
"baiklah, apa kamu sudah enakan badannya?" tanya Leon. sembari mendekatkan dirinya pada antin.
"iya, aku sudah lebih baik sekarang karna obat semalam" ucap antin.
"maaf membuat kamu seperti ini, aku tidak tau kalau kamu belum pernah menaiki pesawat" ujar Leon
"mas, mas kamu gimana sih, aku kan orang kampung alias wong deso, mana pernah aku menaiki pesawat, naik mobil sekali setahun ajha sudah bersyukur banget apalagi naik pesawat sama mas lagi" ucap antin nyengir kuda.
Inilah yang sangat di sukai oleh Leon dari istrinya, kepolosannya dan hidup sederhana meski memiliki banyak barang-barang mewah dan berharga, tapi dirinya akan selalu merendah dan juga tidak pernah merasa sombong atas apa yang dia punya sekarang.
__ADS_1
Bersambung....
jangan lupa komen, like dan votenya kakak biar author semakin bersemangat buat ceritanya.