Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Siska Kembali


__ADS_3

Setelah Leon menyelesaikan makan siangnya, Leon kembali ke mobil bersama Maya. Maya masih sangat kesal dengan bosnya karna di ajak makan di warung yang terbilang kumuh sempit dan tidak bersih menurutnya. Namun Maya terus saja menikmati makan siangnya, karna di warung itu tersedia banyak sekali makanan lezat yang ada di tempat itu.


Tapi jika dia mengingat sedang berada di mana, dia merasa jijik dengan tempat itu.


Leon sudah berada di dalam mobil dan Maya berada di belakang, hari juga semakin sore, pak sopir juga segera menghidupkan mobilnya dan segera melaju.


****


Di kediaman Surya, Gilang baru saja pulang dari kantornya dan dia juga sempat mampir di resto miliknya, baru saja dia akan menikmati sandaran di sofa, terdengar teriakan yang melengking membuat telinga menjadi sakit akibat teriakan Siska yang tiba-tiba datang ke rumahnya tanpa ada orang yang tau kedatangannya.


Ternyata sedari tadi dia mengikuti mobil Gilang dari belakang. Perempuan itu setelah sekian lama tidak bertemu, akhirnya datang juga dan kembali pada Gilang.


"gilaaaang,,," teriakan Siska yang begitu melengking dan sangat menyebalkan.


"Siska, kenapa dia ada disini? bukannya dia berada di Amerika sekarang?" tanya Gilang dalam hati.


"Hay sayang, kenapa kamu bengong sih. Pasti kamu sangat terpesona melihat aku yang sekarang ya, sebab beberapa bulan yang lalu setelah aku meninggalkan kamu, aku selalu perawatan dan selalu membeli barang-barang yang mewah untuk membuat aku semakin terlihat cantik dan elegan" cerocos Siska.


"Mampus aku, jika Siska kembali, berarti aku harus bagaimana dengan Alice." ujar Gilang dalam hati.


"hey, aduh kenapa bengong lagi sih" Siska mengibaskan tangannya di depan wajah Gilang membuat Gilang kembali sadar.


"eehh aku sampai tidak mengenalimu, karna kamu terlihat sangat cantik dan sexy" Gilang dengan suara genitnya membuat Siska menjadi besar kepala karna di puji.

__ADS_1


"Oh ya, aku sangat merindukanmu" Siska duduk di pangkuan Gilang membuat Gilang terkejut dan melihat di sekeliling rumah agar tidak ada yang melihatnya.


"ehh,,,,,sayang kita ke kamar ajha ya, kalau disini pasti mama sama papa melihat Kita kek gini, aku kan jadi tidak enak sama mereka" jelas Gilang.


"ohh begitu ya, oke ayo kita ke kamar kamu" ucap siska dan segera mengikuti langkah Gilang menuju kamarnya.


Sesampainya mereka di dalam kamar, Siska langsung duduk di atas ranjang sembari menghirup wangi dari parfum milik kekasihnya. Namun matanya tertuju pada salah satu foto di atas meja.


"Sayang, aku pergi mandi dulu ya, aku gerah sekali" ucap Gilang.


"ah iya, kamu mandi sana" ucap Siska.


Setelah Gilang memasuki kamar mandi, barulah Siska mengambil bingkai foto yang tidak terlalu besar itu di atas meja yang sedari tadi menjadi pusat perhatiannya.


Wajah Siska menjadi merah padam saat melihat foto itu, dan tanpa berkata lagi....


Braaakk


Siska membanting dan menginjak foto itu hingga hancur dan tak berbentuk lagi. Di dalam foto itu juga terselip kertas kecil disana. Siska mengambilnya dan membacanya seketika wajahnya mulai terlihat tidak bersahabat.


Gilang yang mendengar keributan dari luar, akhirnya dia keluar dan melihat Siska yang memegang sebuah kertas kecil serta melihat foto antin yang sudah tergelatak di lantai.


"Apa yang kamu lakukan Siska" teriak Gilang marah dan menatap tajam pada Siska.

__ADS_1


"Siapa perempuan ini Gilang, aku ingin tau" ucap Siska pada Gilang.


"Kenapa kamu banting foto itu, dia adalah antin istriku" jelas Gilang membuat Siska terkejut.


"ap, apa, kamu bilang dia istrimu, tidak itu tidak mungkin" teriak siska membuat mama Merry yang ada di bawah mendengar teriakan Siska dan segera menaiki tangga untuk melihat keadaan di kamar anaknya.


"Iya, dia adalah istriku." ucap Gilang membuat Siska semakin syok.


tok tok tok


"Gilang, kamu kenapa nak. Kamu bersama siapa didalam" teriak mama Merry dari luar.


"cepat buka pintunya"


"Aku adalah wanita satu-satunya yang akan menjadi istrimu Gilang, aku akan membunuh wanita ini" ucap Siska.


"Awas saja, jika kamu berani macam-macam sama dia, aku yang akan membunuhmu dengan tanganku sendiri" ucap Gilang dingin.


Siska tidak peduli dengan ucapan Gilang, dia semakin ingin mencari antin dan akan langsung membunuhnya.


Siska membuka pintu dan terlihat mama Merry yang masih berada di sana, mama Merry terkejut melihat Siska yang keluar dari kamar Gilang.


"Siska, kamu ada disini?" tanya mama Merry namun Siska hanya acuh saja dan segera pergi dari rumah itu dengan hati yang kesal dan kecewa. Keinginan besarnya dia akan mencari antin dan akan langsung membunuhnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2