Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Pembantu Baru


__ADS_3

Seperti biasa antin akan mengambilkan sarapan untuk Leon layaknya suami dan istri. Mama Yola hanya tersenyum melihat wajah Leon yang seperti di tekuk pagi ini,sedangkan antin, dia hanya berusaha bersikap biasa-biasa saja meski dia sedikit merasa malu saat mengingat perkataan calon mertuanya tadi.


Setelah selesai dengan sarapannya, Leon berangkat terlebih dahulu karna hari ini Leon akan melakukan perjalanan di luar kota, karna ingin melihat pembangunan sebuah villa di desa yang tak jauh dari tempat wisata miliknya.


Leon sengaja membuat villa itu yang jauh dari penduduk lain, karna menurutnya, itu akan terasa menenangkan bila jauh dari keramaian.


"ma, pa Leon berangkat kerja dulu. Dan untuk hari ini, Leon akan pulang lambat karna Leon harus pergi meninjau pembangunan yang sedikit lagi akan jadi di sana di luar kota" jelas Leon.


"ohh begitu, baiklah tapi kamu harus pulang oke, jangan sampai tidak pulang" ucap mama Yola.


"Hati-hati di jalan nak" ucap papa Ferdinan.


"iya pa,ma. Baiklah Leon berangkat dulu ya ma, pa" Leon menyalami kedua orangtuanya dan saat akan melewati antin, Leon berhenti dan memberikan sebuah kartu Black card pada Antin.


"Ini untukmu" ucap Leon.


"Apa ini?"


"itu kartu Black card untuk keperluan belanjamu, dan belilah barang sesukamu nanti mama akan menemanimu berbelanja" ujar Leon pada Antin sembari menyodorkan kartu itu.


Dengan sedikit ragu antin mengambilnya dari Leon.


"Terimakasih mas" ucap Antin.

__ADS_1


"Hem" Leon pun segera berangkat.


Setelah Leon pergi, kedua suami istri itu tersenyum melihat tingkah antin yang masih kebingungan.


"sayang, biar kamu tidak kebingungan, mama akan membawa kamu besok untuk berbelanja dan membelikan apa yang kamu butuhkan sayang, dan sekarang kamu simpan dulu kartu itu dan kita lakukan seperti biasa, menyiram tanaman" ucap mama Yola.


"iya ma antin akan mencuci piring dulu ya" ucap Antin dan segera membersihkan piring kotor dan mencucinya di wastafel.


******


Di kantor Leon, Leon sudah menyiapkan segala keperluannya untuk perjalanan yang cukup melelahkan itu. Leon dan Maya sang sekertaris segera menaiki mobil dan semua urusan kantor akan di handel oleh asistennya boy.


Leon sudah berada di dalam perjalanan namun seolah ada yang tertinggal. Hatinya bergetar saat mengingat wajah Antin yang terlihat polos dan anggun membuat konsentrasi nya terganggu. Hingga tak menyadari jika Maya memanggilnya.


Dan kesadaran Leon pun kembali, dan melihat ke arah sang sekretaris.


"apa bapak haus, saya turun belikan minum di supermarket itu" ucap Maya yang berusaha mengambil hati bosnya dengan menawarkan minum pada bosnya.


"Hem" Leon menjawab seadanya dan membuat maya tersenyum lebar.


"Baiklah pak, saya keluar sebentar untuk membelikan minum untuk bapak" ucap Maya dengan gaya centilnya namun membuat Leon tak merespon apa-apa dan hanya cuek saja.


Setelah menunggu beberapa menit, Maya kembali dengan membawa dua buah minuman dan Maya memberikan minuman itu pada Leon.

__ADS_1


"ini pak minumannya" ucap Maya.


Maya adalah sekertaris Leon, dia bekerja selama beberapa bulan ini untuk menggantikan sekertaris lamanya karna mengundurkan diri. Semenjak Maya yang menjadi sekertaris Leon, Leon sebenarnya merasa risih saat Maya selalu memakai pakaian terbuka dan sexy. Namun Maya terus saja menolak untuk patuh dan akhirnya Leon tidak kembali menegurnya.


Leon hanya diam saja dan terlihat cuek dan datar saat Maya selalu berusaha mencari perhatian dan berusaha mendapatkan hatinya. Selama Maya tidak melakukan tindakan atau suatu yang fatal, Leon akan tetap mempekerjakannya dan tidak memecatnya.


Kembali ke kediaman Anggara.


Antin dan mama Yola tengah menikmati teh di halaman belakang rumah. Dan tak lama kemudian Bu Mina datang menghampiri antin dan mama Yola di tempatnya.


"Permisi buk, ada pekerja baru yang ibu suruh kemarin sudah datang dan dia berada di ruang tamu" ucap Bu Mina.


"oh baiklah, ayo sayang kita temui mereka" ajak mama Yola.


Antin dan mama Yola pun segera menuju ruang tamu dan benar saja sesampainya mereka berdua disana, antin melihat dua orang paru baya yang tidak terlihat tua dan tidak terlihat muda juga yang sudah duduk di ruang tamu.


"Selamat pagi" sapa mama Yola.


"Selamat pagi nyonya" ujar kedua paru baya itu.


Bersambung.....


Tinggalkan jejak kalian

__ADS_1


I Love you all 😘🥰


__ADS_2