
Suasana sore itu menjadi lebih haru antara pertemuan antin dengan kedua orang tua kandungnya, kebahagiaannya menjadi sangat lengkap dengan kehadiran sosok dua orang yang paling dia rindukan. Leon membiarkan istrinya berbincang-bincang dengan kedua orang tuanya sedangkan tuan Ferdinan dan juga mama Yola ikut menangis melihat menantunya yang begitu bahagia.
"ya Tuhan, aku ucapakan banyak-banyak terimakasih padamu yang telah mempertemukan aku dengan kedua malaikat pelindungku yang telah lama hilang. Kau kembalikan mereka kepadaku atas izin mu, dan kau berikan kami bertemu juga atas kuasa mu. Terimakasih ya Allah" ungkap antin dalam hati sembari meneteskan air matanya.
"sayang, kamu jangan menangis lagi ya, kami sudah ada di depan kamu, papa sama Mama akan selalu menjaga dan melindungi kamu semampu kita" ujar mama Desi.
"iya nak, papa juga akan melakukan apapun untukmu" ucap tuan Rizal.
Antin hanya tersenyum mendengar penuturan kedua orang tuanya.
****
Di tempat lain, Mayang sore itu bersama suaminya duduk di teras rumah menikmati secangkir kopi dan teh.
Mayang sangat malas melihat suaminya yang belakangan ini sangat berbeda, tidak seperti biasanya kedua suami istri itu berbicara berdua akan sedikit hangat. Tapi tidak untuk sore itu, Dalmiro terlihat selalu memegang ponselnya dan entah kadang tersenyum sendiri dan juga kadang wajahnya terlihat aneh.
Kedua pasangan suami istri itu terlihat duduk berdua di teras namun tanpa pembicaraan. Mayang yang terlihat penasaran atas sikap suaminya menjadi ingin tau apa penyebabnya.
"ada apa, kenapa kamu senyum-senyum tidak jelas" tanya Mayang pada suaminya.
"tidak ada, aku hanya tengah bahagia saja" ucap suaminya santai.
"coba aku lihat isi ponselmu, pasti ada sesuatu yang membuatmu sampai seperti ini" tuduh Mayang.
"kenapa kamu berbicara seperti itu, itu terserah ku, aku yang punya ponsel" ucap Dalmiro yang melihat istrinya mulai panas dengan ucapannya.
Mayang langsung merebut ponsel milik Dalmiro di tangannya.
"hey apa yang kau lakukan" teriak Dalmiro.
Mayang melihat semua isi dari ponsel suaminya, ternyata dia menemukan seorang wanita yang tengah berpose sexy dan juga bersama pria yang berstatus suaminya.
Dalmiro memang sudah terbiasa untuk melakukan perselingkuhan di belakang Mayang, dan itu membuat Mayang menjadi sakit hati dengan kelakuan suaminya dengan melihat jelas di dalam foto di ponselnya, Dalmiro dengan wanita itu tengah melakukan hubungan intim.
__ADS_1
Hatinya panas dan tidak bisa di kendalikan. Matanya memerah menahan amarah, Mayang membanting ponsel suaminya dengan hancur tidak bersisa.
Prank
Mayang membanting dan juga menginjak ponsel milik suaminya lalu setelah itu dia melihat ke arah suaminya dengan sorotan mata tajamnya.
"kau tau, aku tidak suka laki-laki yang bodoh sepertimu yang mencoba untuk memprmainkan aku" ujarnya dengan matanya yang seakan keluar dari lubangnya.
"dan aku juga tidak suka dengan wanita sepertimu yang selalu mengatur bagaimana kehidupan ku" ucap Dalmiro mendorong istrinya.
Setelah aksi pertengkaran tadi, Dalmiro pergi dari hadapan Mayang.
"kau memang jahat Dalmiro, kau lihat saja aku akan membunuh ja**** itu dimana pun aku menemukannya" ucap. Mayang berapi-api.
****
Gilang berada di kantornya bersama Rio sang asisten. Gilang tidak pernah fokus belakangan ini dalam semua pekerjaannya, bahkan Rio selalu di buat pusing oleh kelakuan bosnya yang selalu menatap foto mantan istrinya dan juga selalu berbicara sendiri.
Ruangan kerja yang biasanya rapi dan juga bersih, kini hanya terdapat berbagai bekas botol minuman yang baunya menyeruak di semua sisi ruangan, jangan lupa ruangannya di penuhi juga dengan asap rokok yang mengepul membuat Rio hanya pasrah atas kelakuan bosnya belakangan ini.
"jangan pernah mengaturku Rio, aku tau apa yang harus aku lakukan dan jangan pernah berbicara lancang kepadaku, karna kau hanyalah sampah" ucap Gilang membuat Rio menjadi kesal atas ucapan bosnya.
Kalau Gilang tidak bersahabat dengan Rio, sudah pasti dari dulu Rio akan membunuh bosnya yang kurang ajar itu. Tapi sayangnya Rio merupakan seorang yang sangat setia pada Gilang.
Namun karna Rio sudah tidak tahan melihat kelakuan bosnya, dia langsung aja menghubungi tuan Andi selaku orang tua dan pemimpin perusahaan S.Y. Corporation.
Bagiamana Rio bisa tahan melihat bosnya yang setiap hari harus bermabuk-mabukan dan selalu membawa wanita kedalam kamar pribadinya. Jangan di tanya dimana Alice sekarang, wanita itu tidak tinggal bersamanya lagi.
Dia pergi bersama kakaknya ke luar negri untuk melahirkan disana. Karna dia sudah tidak tahan melihat kelakuan Gilang suaminya.
Gilang benar-benar sudah tidak bisa memenangkan akal sehatnya, dia kembali terobsesi dengan mantan istri nya, dia bertekad kuat untuk merebut kembali antin dari Leon apapun caranya.
Tapi Gilang belum mengetahui bagaimana kehidupan antin yang sebenarnya dan siapa pelindung yang akan selalu siap melindunginya.
__ADS_1
*****
Langit sudah mulai gelap, antin bersama semua keluarga suaminya serta kedua orang tuanya tengah menikmati hidangan di atas meja makan. Acara makan malam di kediaman Anggara terasa begitu hangat karna keberadaan keluarga yang berkumpul menjadi satu. Acara makan malam itu juga sebagai ucapan syukur antin atas kembalinya kedua orang tuanya.
Antin begitu sangat terharu akan malam ini yang semua orang yang dia sayangi telah berkumpul disisinya.
"sayang, kamu harus makan yang banyak supaya kamu lebih cubby pipinya ya" ucap mama Desi menuangkan semua makanan ke atas piring anaknya.
"ma, aku tidak bisa menghabiskan ini semua, ini sudah terlalu banyak" ucap antin yang melihat di atas piringnya Yang sudah menumpuk berbagai macam makanan.
"tidak apa-apa nak, yang penting kamu selalu sehat ya" ujar mama Desi.
Sedangkan Leon hanya tersenyum melihat istrinya yang kesulitan dalam mengambil makanan.
"sini biar aku suapi" Leon mengambil alih piring makanan milik Antin dan akan menyuapi istrinya.
"jangan" ucap antin malu-malu.
"tidak apa-apa, anggap mereka batu saja" ucap Entang Leon membuat mama Yola dan tuan Ferdinan memicingkan mata.
"apa kamu bilang, kamu anggap kami batu" ucap mama Yola pura-pura marah.
"iya ma, nanti kalau antin tidak mau di suapi bagaimana, kan lebih baik anggap mama batu aja" jawab Leon.
"Ting" kepala Leon kena hantaman sendok oleh mama Yola.
"aawwssh mama" ucap Leon
"makannya jangan banyak bicara" ujar mama Yola.
Semua yang melihat Leon dengan mama Yola menjadi tertawa dan juga yang mulanya meja makan yang biasanya banyak keheningan kini menjadi penuh gelak tawa atas kelakuan Leon dan juga mama sambungnya.
Bersambung.....
__ADS_1
Tinggalkan jejak ya