Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Anak Angkat


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Leon dan antin segera turun dan membawa Aksa ke dalam. Di dalam rumah sudah banyak sekali orang, karna mama Yola dan papa Ferdinand beserta mama Desi dan juga papa Rizal sudah menunggu kedatangan anak dan menantunya.


"mama, kalian sudah pulang,?" tanya antin.


mama Yola segera menghampiri menantu kesayangannya itu dan memeluknya begitu juga dengan Desi. "sayang, katanya kamu di culik terus kamu tidak apa-apa, apa mereka menyakitimu?" tanya mama Desi memutar tubuh sang anak untuk memastikan keadaannya.


"mama, antin pusing" keluh Antin.


"maaf sayang kami telat pulang, karna begitu banyak pekerjaan papa kmu yang belum selesai" ucap mama Yola.


"nggak apa-apa ma, yang penting antin selamat" ujar Antin.


"ini siapa sayang," ucap mama Yola pada Aksa orang tuanya di sana jadi antin ajak pulang" ucap Antin.


"wah kasian banget kamu sayang, berapa umur kamu sayang?" tanya mama Desi.


"kata mama, umul Aksa balu dua tahun" ucap Aksa.


"wah kmu pinter sekali, bagiamana kalau kamu panggil Oma saja dan panggil Tante antin mama dan om Leon papa" tanya mama Yola.


"benarkan" ucap Aksa berbinar.


"iya sayang, kamu akan jadi anak mama dan papa ya mulai dari sekarang" ucap antin memegang. kedua pundak Aksa dan memeluknya.

__ADS_1


"asiik horee akca punya mama dan papa" ucap bocah kecil itu bahagia.


"Sekarang kamu duduk dulu ya kita makan bersama" ucap mama Desi dan semuanya duduk di kursi masing-masing.


Aksa memakan makanan yang telah di sediakan oleh bik Sri dan bik Imah, hingga semuanya tandas tak tersisa. Aksa benar-benar terlihat sangat kelaparan membuat semuanya kasihan melihatnya.


Makan siang itu menjadi penuh canda tawa karna anggota keluarga bertambah satu lagi meskipun kehadiran Aksa yang tiba-tiba namun membuat penuh canda tawa oleh tingkah laku bocah kecil yang menggemaskan seperti Aksa.


Setelah mereka menikmati makan siang itu bersama, Aksa di ajak ke kamar yang sudah di bersihkan dan di pilihkan untuknya oleh antin dan di bantu oleh bik Sri yang membantu menyiapkan kmar untuk Aksa. Antin mengajak masuk Aksa ke kamar barunya. Namun di kamar itu tampak seperti kamar bisa yang belum di tambahkan poster atau hiasan untuk kamar ank lelaki, namun demikian Aksa justru sangat menyukai kamar barunya.


"baiklah sayang, kamu istirahat di kamar ya, mama mau keluar mau istirahat juga mama capek" ucap antin.


"iya ma, oh ya dedek kecil tidak boleh nakal ya, cepatlah kelual bial bisa main belsama" ucap Aksa mengusap perut buncit antin.


"ya sudah kmu istirahat ya" antin mengelus lembut rambut lebat anak angkatnya itu dan membiarkan Aksa tertidur dengan tenang.


****


"antin duduk disini nak" ucap papa Rizal memberikan tempat duduk untuk anaknya.


"siapa yang menculikmu hingga kamu di bawa jauh di tempat ini" tanya papa Rizal.


"huuuuffft" antin menghembuskan nafas panjangnya dan memulai bercerita paska penculikannya. tanpa terlewatkan membuat semua yang mendengar menjadi syok dan sangat marah karena ternyata kecolongan dengan matan suami dari antin yang telah menculik antin saat mereka pergi ke luar kota.

__ADS_1


"apa kau sudah urus semuanya Leon?" tanya tuan Ferdinan.


"iya pa, mereka telah aku kirim ke suatu tempat yang bahkan mereka tidak tau tempat itu dimana" ucap Leon dengan wajah dinginnya dan jangan lupa sorotan matanya yang membuat siapapun yang melihatnya akan menjadi ketakutan.


"baiklah nasehat papa, jagalah istrimu dan juga lindungi dia. Kalian akan saling bergantungan antara satu sama lain, apa lagi sekarang istrimu tengah mengandung anakmu. Mereka yang tidak akan pernah menyerah untuk menghancurkan mu akan tetap berusaha agar kamu hancur dan memanfaatkan setiap kelemahnmu nak" nasehat tuan Ferdinan.


"iya pa, aku janji akan selalu melindungi istri dan juga anakku, aku juga akan melindungi Aksa meski dia bukan anakku" ucap Leon.


"iya kasihan dia, kenapa ada yang Setega itu menelantarkan anaknya di tepi jalan. Beruntung kamu menemukannya dan membawa dia pulang, jadi mama ada teman main sekarang" ucap mam Yola senang.


"iya mam juga akan tetap datang kesini untuk menjenguk Aksa" tutur mama Desi.


"baiklah, sekarang kita pamit pulang dulu ya, besok-besok kami datang membawa kedua adikmu pasti mereka merindukan kamu" ucap papa Rizal.


"iya pa antin juga kangen dengan adik-adik antin" ucap antin.


****


Setelah kedua orang tua antin pulang, Antin pamit ke kamar bersama suaminya pada kedua mertuanya yang akan pergi istirahat juga.


"ma, pa antin ke kamar dulu ya sama mas Leon" ucap antin.


"iya sayang, kalian istirahatlah, papa sama Mama juga akan istirahat"

__ADS_1


Barulah antin dan Leon pergi memasuki kamar mereka dan istirahat karna semenjak kehamilannya, antin menjadi susah bergerak dan tak bisa terlalu lama beraktivitas.


Bersambung....


__ADS_2