Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Hari Pertama Bekerja.


__ADS_3

Hari pertama antin menjadi pelayan pribadi di kediaman tuan Ferdianan Anggara. Antin bangun jam 5 pagi. Setelah melakukan ritual mandi, antin membereskan kamarnya dan berniat membangunkan tuan mudanya. Antin merasa sedikit takut dan canggung saat mendekati kamar Leon.


Sesampainya antin di depan pintu kamar Leon, antin bersiap untuk mengetuk pintu kamar Leon. Namun tangannya seolah takut untuk mengganggu Leon. Antin berfikir jika ini masih terlalu pagi untuk iya membangunkan majikannya. Akhirnya antin berniat untuk membersihkan sekitaran rumah sebelum para penghuni rumah bangun.


Antin juga memasak di dapur dan membuatkan seluruh keluarga makanan dan menyediakan nya di atas meja makan.


Setelah semua sudah selesai antin melakukan pekerjaannya, seorang pelayan datang menuju dapur. Dia adalah buk Mina yang datang ke dapur untuk melakukan pekerjaannya. Tetapi buk Mina melihat antin yang berada di dapur yang sedang menata makanan di meja makan.


"Nak antin, apa yang kau lakukan, itu semua tugas ibuk, tugas kamu hanya melayani tuan muda saja" ucap Bu mina.


"tidak apa-apa buk, antin udah biasa kok bangun pagi. Lagian sekarang kan masih terlalu pagi untuk antin bangunkan tuan muda" ucap antin.


"Tapi setidaknya kamu kerjakan yang lain seperti beres--"


"loh, kok semuanya udah beres" ucap buk Mina yang kaget karna semua ruangan sudah terlihat bersih dan rapi.


"Kenapa Bu" tanya antin.


"Apa semua ini kamu yang bersihkan ya" tanya buk Mina.


"Iya Bu, tadi antin sudah bersihkan semua, emang kenapa bu"?" tanya antin.

__ADS_1


"A,ah tidak apa-apa, kamu ternyata selain cantik, kamu adalah anak yang rajin" puji buk Mina pada antin membuat antin tersipu.


"Ah ibuk, antin kan udah bilang tadi, antin sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Sama juga waktu di desa karna antin hanya tinggal sendiri" ucap antin.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka tadi.


"Hemm"


Antin dan buk Mina menoleh ke arah sumber suara deheman seseorang. Antin dan buk Mina terkejut melihat tuan muda mereka sudah keluar dari kamarnya.


"Apa semenyanangkan itu bergosip di pagi hari. Apa kau hanya datang untuk bekerja atau bergosip" ucap Leon yang tiba-tiba sudah ada di hadapan Bu Mina dan antin.


"Ada apa" tukas Leon membuat antin terkejut.


"Ti,tidak ada, baik tuan saya akan menyiapkan jas dan kemeja tuan" ucap antin berlalu pergi dari dapur dan menuju kamar Leon. Namun sebelum antin memasuki kamar Leon, Leon mencegahnya.


"Tidak perlu, kau hanya membersihkan kamar tidur dan kamar mandi lalu setelah itu, kau harus mencuci baju kotor yang ada di keranjang. Karna sudah banyak baju kotor yang menumpuk" Leon segera meninggalkan antin yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.


Antin memasuki kamar Leon dan melakukan apa yang menjadi tugasnya. Antin begitu suka dengan wangi kamar Leon.


"waah, wangi sekali kamar ini. Aku merasa rilex dan nyaman" ucap antin setelah memasuki kamar Leon.

__ADS_1


"Kau sedang apa?" tiba-tiba suara seseorang dari arah belakang antin membuatnya terkejut dan berbalik. Dia melihat Leon yang berdiri di sana yang sedang menatapnya tajam.


"Jangan coba-coba berani menyentuh barang-barang milikku. Jika tidak, aku tidak akan segan-segan memotong tanganmu" ucap Leon dengan dingin.


"Maaf tuan, aku tidak akan melakukannya. Baiklah, aku akan memulai membersihkan kamar tuan" antin berusaha untuk menyimpan rasa kesalnya. Leon tanpa kata kembali keluar kamar.


"isshh,,, coba saja kau bukan majikan ku, sudah aku geprek. emang pantas di panggil ayam geprek" gumam antin pelan.


Antin mulai membersihkan kamar majikannya. Setelah berperang dengan debu dan kotoran, lalu beberapa saat antin sudah selesai membersihkan dan menata rapi kamar beserta isinya. Antin begitu sangat kelelahan membersihkan satu kamar yang besar dan luas. Kamar Leon bukanlah mirip seperti kamar dengan ukuran yang biasa. Kamar Leon merupakan kamar yang tampak 3 kali lebih besar dari rumah yang antin tempati di desa.


Antin merenggangkan otot-otot nya setelah keluar dari kamar majikannya. Itulah sebab jika Leon memiliki pelayan pribadi, dia tidak terlalu suka dengan debu dan kotoran yang ada di setiap celah-celah kamarnya.


***


Di tempat lain, Gilang melamun di balkon kamarnya, Gilang merasa kesepian saat di tinggalkan oleh antin. Pria itu selalu mengatakan tidak mencintai antin, Dia selalu membohongi dirinya sendiri. Di satu sisi dia begitu merasa kehilangan saat antin meninggalkannya dan menyesali semua yang pernah dia lakukan pada antin. Disisi lain, pria itu juga tidak begitu berani untuk mencari keberadaan antin, dia takut jika orang tuanya akan membencinya karena dia sudah memiliki rasa cinta pada Antin.


"aku harus bagaimana sekarang, aku mencintai antin, tapi aku takut jika mama sama papa akan membenciku jika aku pergi mencari antin" gumam Gilang dalam hati.


Bersambung.....


tinggalkan jejak yuk😘

__ADS_1


__ADS_2