Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Meminta izin berlibur


__ADS_3

tinggalkan jejak kalian agar tak ada rasa Malas author menulis cerita. Jangan tinggalkan cerita ini, karna author butuh dukungan dari kalian para readers tercintaku😘


Antin sekarang sudah berada di rumah, di sambut oleh beberapa pelayan dan juga mama Desi yang sudah stand by di rumah. Disana juga Riza datang melihat keadaan langsung kakaknya itu. Meskipun Riza dan Rezi adalah saudara kembar, tapi Riza tak seperti Rezi yang selama ini membenci kakak kandungnya.


Riza berjalan ke arah antin dan memeluk kakaknya itu, baru pertama kali Riza memeluknya dan tentu merasa sangat bahagia yang dirasakan oleh antin.


"bagaimana keadaan kakak, apa kakak baik-baik saja?" tanya Riza setelah melepaskan pelukannya.


"iya Kaka sudah lebih baik sekarang" jawab antin.


"maafkan Rezi ya kak, karna Rezi Kaka jadi begini. Aku janji akan mengajarkan nya lebih baik lagi nanti, supaya dia tidak menyakiti kakak lagi" ucap remaja itu.


"kamu jangan gitu, dia itu masih kecil dan tidak mengerti apa-apa" ucap antin.


"tapi aku tidak bis melihatnya seperti itu, aku akan menghukumnya nanti" ucap Riza yang sampai saat ini belum percaya jika adiknya bisa berbuat seperti itu pada kakak sulungnya.


"sudah sudah, ayo kita duduk dan kalau kakak berdiri terus kaki kakak bisa pegal" ucap antin.


"hehe maaf kak" Riza membawa kakaknya ke sofa dan merebut antin dari tangan Leon, tentu pria itu menjadi sangat kesal oleh kelakuan adik iparnya.


Tanpa di sadari tuan ferdinan dan mama Yola melihat kekesalan Leon menjadi tersenyum geli melihat anaknya yang posesif.


"beruntung kau tak seperti adikmu itu, jika tidak aku sudah buat kau terpental jauh dari sini" gerutu Leon dalam hati.


Setelah antin duduk di tengah-tengah Leon dan Riza, antin membuka percakapan pada anggota keluarganya.

__ADS_1


"pa, ma, aku ingin meminta izin pada kalian semua, aku dan Leon akan pergi mengunjungi makam ayah dan ibu di desa, mungkin kami akan tinggal beberapa hari di sana," ucap antin.


"benarkah, apa kalian hanya ingin pergi berdua saja, mama dan papa tidak di ajak gitu" ucap mama Yola.


"memangnya papa dan mama mau pergi ke desa, tempatnya jauh banget" ucap Leon.


"mama sama papa seneng banget kalau pergi ke desa, mama dan papa tidak pernah ke sana, katanya kalau di desa udaranya lebih sejuk dan menenangkan" tutur mama Yola.


Antin melihat ke arah kedua orang tuanya " apa papa sama Mama juga mau ikut?" tanya antin.


"apa boleh?" tanya mama Desi lagi.


"tentu boleh, sekalian kita berlibur di sana, antin sudah sangat merindukan suasana di sana" seru antin.


"aku juga ikut kak" seru Riza.


"papa juga pasti ikut" ucap tuan Rizal.


Sebelumnya memang antin dan Leon sudah membicarakan rencananya sebelum pulang dari rumah sakit, dan tentu Leon akan menuruti kemauan istrinya.


"apa yang tidak bisa untukmu sayang" begitulah yang di ucapkan oleh Leon dan membuat antin tersenyum bahagia.


Antin kembali manja dengan suaminya, saat mereka sudah berdekatan akan susah untuk di pisahkan. Leon juga tak begitu sulit menerima keinginan istrinya, karna menurutnya tidak salah jika berlibur ke desa.


"tapi nanti kita tinggal dimana,?" tanya tuan Ferdinan.

__ADS_1


Antin sedikit bingung karna dia berfikir apakah rumah yang selama ini iya tempati, apa masih bagus atau layak di tempati. Karena semenjak kepergiannya ke kota, antin tidak pernah kembali dan mengunjungi rumah peninggalan kedua orang tua angkatnya.


"kalian tenang saja, itu semua urusanku" ucap Leon dengan santai tanpa tersirat keraguan sedikitpun.


"memangnya kita tinggal dimana?" bisik antin pada suaminya.


"kamu tenang saja baby, kau akan tau nanti"


"pa, mama sudah tidak sabar ingin melihat desa tempat tinggal antin dulu" antusias mama yola.


"kau benar besan, aku juga sudah tidak sabar" seru mama Desi.


Baru kemarin mereka bersi tegangan, sekarang mereka sudah kembali dengan hubungan yang seolah tak terjadi apa-apa.


Namun saat bersamaan mama Desi terlihat sedikit sedih mengingat anaknya yang jauh dan tentu membuat tuan Rizal bertanya pada istrinya.


"ada apa ma?" tanya tuan Rizal dan semuanya melihat ke arah mama Desi.


"bagiamana ya keadaan Rezi sekarang pa, aku kangen dengannya" matanya mulai berkaca-kaca.


Sedikit penjelasan mengenai keadaan Rezi, Leon tak membunuh ataupun menyakiti adik iparnya itu, Rezi setelah penangkapan itu, Leon menyuruh beberapa anak buah Rezi mengirimnya ke sebuah sekolah yang begitu ketat dengan penjagaan serta pergaulan bebas, Leon sudah menyiapkan segalanya dan memberikan hukuman pada gadis berusia lebih muda dari istrinya. Leon sudah berfikir tak ingin membuat istrinya sedih atas perlakuannya terhadap adik iparnya memberikan hukuman. Hingga Leon memiliki sebuah rencana untuk mengirim Rezi ke tempat yang jauh dari tempatnya dan memberikan Rezi bersekolah di tempat yang penjagaan ketat, serta program studi pendidikan yang lebih tinggi.


Semua keluarganya juga setuju atas keputusan Leon. Selain itu, Leon sudah membunuh Mila karna telah mengusik istrinya hingga terjadi kecelakaan yang harus membuat istrinya berakhir di ranjang rumah sakit. Mayang, wanita itu sekarang berada di rumah sakit jiwa karna suaminya dalmiro meninggalkan dirinya bersama wanita lain dan tak meninggalkan harta spesiar pun, tentu membuatnya histeris dan frustasi hingga sekarang berakhir di ranjang rumah sakit jiwa.


Leon sebenarnya masih memiliki hati terhadap ibu kandungnya, tapi dia sudah tidak bisa lagi menahan sakit hati atas perbuatan ibu kandungnya pada dirinya dan juga papa Ferdinan. Namun hati kecil Leon menginginkan agar ibunya lebih baik, dia juga berjanji pada dirinya sendiri untuk tetap mengunjungi rumah sakit tempat ibunya di rawat.

__ADS_1


Bersambung......


Mana komennya nih, like nya juga author rindu😭😭


__ADS_2