
Mama Yola dan antin langsung menoleh pada orang yang memanggilnya, mama Yola menjadi terdiam sejenak melihat wanita paru baya yang datang menyapanya.
"Desi, kamu Desi kan?" tanya mama Yola sedangkan antin, hanya diam saja melihat mama mertuanya dengan orang lain berbicara.
"iya ini aku Desi istrinya Rizal" ujar Desi.
"ah aku minta maaf, aku benar-benar tidak mengingatnya, sudah lama ya kita tidak bertemu. Sekarang kamu makin cantik saja" puji mama Yola.
"kamu berlebihan sekali, aku itu memang seperti ini dari dulu" ucap Desi.
"eh ini perkenalkan menantu ku, namanya antin" jelas mama Yola memperkenalkan menantunya dengan Desi.
"Antin?" gumam Desi dalam hati.
deg
Saat Desi melihat wajah antin, hatinya terkejut dan perasaannya campur aduk. Apakah ini sebuah keajaiban atau mungkin ini adalah sekedar kebetulan. Desi terdiam.
"Antin Tante" ucap antin mengulurkan tangannya. Namun beberapa detik kemudian.
Bruk...
Antin hampir terjungkal ke belakang karna Desi yang langsung memeluknya dengan kuat tanpa menyambut uluran tangan antin.
"anakku"
deg
deg
deg
Entah datang darimana, air mata Antin bercucuran saat mendengar suara lembut nan merdu yang selama ini sangat iya rindukan. Hatinya bergetar, perasaanya tak karuan, lidahnya Kelu tidak bisa berbicara apa-apa. Hanya Isak tangis saja yang terdengar dari kedua wanita yang Saling berpelukan itu. pelukan yang sangat hangat dan lembut serta nyaman.
Mama Yola yang melihatnya menjadi heran dan bingung, kenapa baru saja mereka saling lihat, sekarang mereka sudah akrab bahkan berpelukan. Mama Yola menjadi yakin, ada sesuatu di antara mereka berdua.
"Desi?" panggil mama Yola.
"anakku antin" ucap Desi lagi membuat antin dan mama Yola kebingungan lagi.
"maaf Tante, saya bukan anak Tante, saya anak yatim sedari kecil dan saya bukan orang asli disini" ucap antin untuk melepas pelukan Desi karna tidak ingin tertipu dengan apa yang iya dengar.
Hatinya benar-benar sangat merindukan sosok ibu, se cinta apapun mertuanya dan se sayang apapun dia, tetap Antin merindukan sosok ibu.
"kamu tinggal di desa, *** kecamatan ** dan tinggal bersama Bu Minah dan juga pak Ahmad iya kan?"
deg
__ADS_1
Antin kembali terdiam saat mendengar nama alamat rumahnya dan juga kedua orang tua yang selama ini merawatnya.
"bagaimana Tante bisa tau, kalau disana orang tuaku tinggal?" tanya antin.
"nak, maafkan mama sayang, mama meninggalkanmu dulu, sewaktu kamu masih bayi sayang, ini mama nak" Desi menangis membuat pengunjung di restoran itu melihat ke arah mereka saja.
Mama Yola yang melihat keadaan di tempatnya semakin membuat banyak orang yang melihatnya. Dia kemudian berbicara pada dua orang yang tengah berbicara di depannya.
"sayang, kita pergi saja dari sini, dan kamu Desi kita bisa bicara di tempat lain" ucap mama Yola membuat keduanya sadar karna begitu banyak orang yang melihat mereka.
"baiklah, kita bicara di rumah saja. Aku akan menelpon suamiku dulu untuk datang" ujar Desi.
"iya, kami tunggu di rumah" mama Yola segera mengajak menantunya yang masih saja terdiam dan meninggalkan tempat itu, mereka tidak jadi makan disana, tapi mama Yola langsung saja membayar makanan yang sudah dia pesan tadi.
***
"pa, papa dimana sekarang, papa cepat pulang ayo" Desi menelpon suaminya yang baru saja selesai meeting di kantornya.
"ada apa ma, papa baru saja selesai meeting dan papa mau istirahat dulu, papa pulang sore saja" ujar tuan Rizal di sebrang telpon.
"pa, papa pasti menyesal kalau papa tidak cepat pulang hari ini" ucap Desi.
"memangnya ada apa ma?" tanya tuan Rizal pada istrinya.
"pa anak sulung kita sudah ketemu..."
Panggilan terputus karna tuan Rizal segera merapikan tempat ruangannya dan juga segera pulang dari kantornya, saat mendengar ucapan istrinya tadi.
Tuan Rizal segera berjalan dengan langkah lebarnya untuk segera sampai di basment kantornya.
tuan Rizal segera menyuruh supir pribadinya yang tadi sedang makan siang langsung memerintahkan untuk segera melakukan mobilnya pulang.
Tanpa banyak bicara lagi, supir itu segera membawa majikannya untuk segera pulang.
****
Di rumah kediaman tuan Rizal, istrinya menggerutu kesal karna suaminya mematikan ponselnya sepihak.
"papa jahat banget, mama belum selesai bicara ponselnya sudah di matikan" ujar Desi kesal.
Desi sudah berada di rumahnya sejak tadi, karna rumahnya tidak terlalu jauh dari mall tempatnya bertemu dengan antin.
Saat Desi akan pergi ke kamarnya, tuan Rizal sudah sampai di rumahnya. Tuan Rizal segera turun dari mobil dan mencari keberadaan istrinya.
"ma, mama, mama dimana" teriak tuan Rizal mencari istrinya.
"kenapa papa teriak-teriak sih, ini tu rumah bukan hutan papa" ucap Desi yang heran melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil karna berteriak.
__ADS_1
"ma, Dimana anak kita ma, anak sulung kita ada dimana" Tuan Rizal tidak sabar ingin bertemu dengan anaknya.
"dia tidak ada disini papa, dia sekarang ada di rumahnya tuan Ferdinan" jelas Desi.
"kenapa dia ada disana, apa dia yang menculik anak kita. Jika iya, papa tidak akan tinggal diam, papa akan melaporkan Ferdinan itu ke polisi....."
Desi menutup bibir suaminya dengan jari telunjuknya. Dia pusing mendengar kata-kata yang keluar dari suaminya yang berceloteh.
"pa papa udah ya, sekarang kita berangkat ke rumah tuan Ferdianan, kita akan berbicara disana nanti" jelasnya.
"baiklah ma, ayo tunggu apa lagi" ucap tuan Rizal pada istrinya.
Desi Hanya menggelangkan kepalanya melihat tingkah suaminya.
***
Menempuh perjalanan menuju kediaman tuan Ferdianan memakan waktu yang cukup lama namun tuan Rizal sangat bersemangat untuk melihat tempat dimana keberadaan anaknya yang sudah sekian lama menghilang.
Sesampainya mereka di rumah tuan Ferdinan, mereka segera turun dari mobil. Di depan pintu, kedua suami istri itu berdiri di depan pintu masuk.
Teeeeet
Bel pintu di tekan oleh Desi membuat pembantu di rumah itu segera membukakan pintu untuk tamunya.
Sri segera membuka pintu dan melihat kedua suami istri itu berdiri disana.
"maaf anda cari siapa ya?" tanya Sri.
"apakah kami boleh masuk?" tanya Desi pada Sri yang membukakan pintu.
"oh maaf, silahkan masuk tuan, nyonya" ucap Sri mempersilahkan suami istri itu masuk.
Kedua suami istri itu masuk dan di persilahkan duduk di ruang tamu oleh Sri.
."silahkan duduk nyonya, tuan, kami akan memanggil majikan saya" ucap Sri sopan.
"baiklah"
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya mama Yola keluar bersama suaminya. "Oh ternyata kalian, aku kira siapa" papa Ferdinan menyapa.
"selamat siang tuan Ferdinan" ucap tuan Rizal berjabat tangan.
"selamat siang juga, ada apa ya tumben sekali anda datang ke rumah kami?" tanya tuan Ferdinan.
"Yola, mana anak saya antin, kami ingin bertemu"
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak