Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Niat jahat mila


__ADS_3

Leon memasuki rumah dan tak mendapati mamanya di ruang tamu tempat biasa mama Yola duduk dan begitu juga dengan papanya tidak ada di sana. Leon segera menuju kamarnya di lantai dua, barulah dia bisa melihat kedua orang tuanya berada di sana setelah sampai di kamarnya.


"ma, pa Leon pulang" ucap Leon sembari menyalami kedua orang tuanya. Dan melihat ke arah tempat pembaringan istrinya, ternyata antin sudah sadar dan tengah di suapi oleh Bu Imah bubur yang baru saja dia buatkan untuk antin.


"sayang, kamu kenapa lama sekali, kamu bilang hanya sebentar dan akan segera pulang, tapi kenapa lama sekali, tadi mama sempat panik dan khawatir melihat kondisi istrimu yang membaik, tadi antin pingsan lagi di dapur, beruntung tadi Bu Minah dan Bu Imah yang menemukannya di dapur" tutur mama Yola membuat Leon merasa takut dan merasa bersalah pada istrinya.


"ma, maafkan Leon tadi benar-benar ada hal mendesak dan itu merupakan sebuah hal yang sangat penting sekali" ucap Leon.


"baiklah nak, sekarang kamu masuk dan lihat kondisi istri kamu" ujar papa Ferdinan membuat Leon sedikit tenang dan segera memasuki kamarnya. Bik Imah yang tengah menyuapi antin dengan bubur segera meletakkan mangkuk bubur itu saat melihat Leon yang sudah datang.


"sayang" ucap Leon membuat antin menoleh dan mendapati suaminya tengah berdiri di depan pintu. Lalu antin tersenyum lirih saat melihat suaminya, sepertinya antin tengah menahan sakit pada kepalnya yang terus saja nyeri dan panas.


"mas, mas udah pulang?" tanya antin.


"iya sayang, mas sudah pulang, bagaimana keadaanmu sayang, apa kamu baik-baik saja?" tanya Leon duduk di depan istrinya sembari mengusap lembut perut rata istrinya.


"aku baik mas, aku hanya pusing saja tapi semua sudah membaik setelah meminum obat yang di belikan oleh bik Sri di apotek tadi" ungkap antin seraya mengulas senyum. Terlihat dari bibirnya yang terlihat pucat karna sudah beberapa hari antin gak memakan nasi atau apapun yang masuk ke dalam perutnya, itu semakin membuat dirinya tak memiliki tenaga. Namun setelah Antin meminum obat pereda mual yang di beli oleh bik Sri membuat rasa mualnya berkurang.


"semoga kamu cepat sembuh sayang" Leon mengusap lembut rambut istrinya dan tak lupa mengecup kening istrinya.


"baiklah kamu istirahat ya, aku mau mandi dan setelah itu mau nemanin kamu istirahat nanti" ucap Leon.


"iya mas" Leon segera menuju ruang ganti dan melepas seluruh jas dan juga kemejanya lalu memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Sementara mama Yola dan juga papa Ferdinan sudah berada di bawah karna Leon sudah pulang untuk menjaga istrinya yang masih sakit.


****


"Aaaaaaarrrrrhhhh, dasar pria brengsek itu,aku tidak akan tinggal diam. Kamu sudah mempermalukan aku Leon, dan mulai sekarang, aku akan membalas perlakuan mu padaku Leon" ucap Mila menggebu-gebu membuat beberapa pelayan yang ada di sekitarnya itu menjadi gemetaran melihat seisi ruangan majikannya sudah seperti kapal pecah akibat amukan Mila.


"aku harus cari cara agar Leon bisa bertekuk lutut di hadapanku" ujar Mila dengan percaya diri.


Mila meraih ponselnya yang ada di atas meja lalu menelpon Mayang.


Hingga panggilan ketiga, barulah di angkat oleh Mayang.


"ada apa?" ucap Mayang langsung di telpon.


"kamu itu bicara enteng banget ya, tapi aku setuju sama kamu. Lalu apa yang harus kita rencanakan untuk mendapatkan Leon?" ucap Mayang yang tengah berpikir di sebrang telpon.


"aku punya rencana" ucap Mila


"apa itu?"


"bagaimana kalau kita......." Mila memberi tahu rencana apa yang ada di dalam otak bodohnya pada Mayang membuat Mayang juga percaya.


"baiklah, semoga berhasil, aku akan mengatur itu nanti" ucap Mayang membuat Mala bersorak gembira.

__ADS_1


"Aku sudah tidak sabar untuk mendapatkanmu menjadi milikku Leon, aku ingin sekali menikmati keindahan dalam dirimu" ucap mila.


Antin baru bangun dari tidurnya karna badannya sudah kembali membaik meski belum sepenuhnya normal. Leon yang selalu menemani istrinya saat tengah sakit dan tak pernah meninggalkannya.


"mas kamu belum makan siang ya?" tanya antin pada suaminya.


"iya nih, mas lapar banget, mas mau keluar ya mau makan" ucap Leon.


"baiklah, sekarang aku sudah sehat dan ingin membuatkan suamiku ini makanan kesukaannya" ucap antin.


"jangan dong sayang, kamu kan baru sembuh dan belum pulih sepenuhnya, aku takut kamu kecapean dan ingat dia dalam sini ada bayi kita yang harus di jaga" ujar Leona seraya mengelus lembut perut rata istrinya.


"aku ingat kok, tapi si baby kasian liat papanya yang tengah menahan lapar, sekarang si baby mau buatkan makanan untuk papanya, boleh ya" ucap antin mengatup kedua tangannya di depan wajah Leon.


"baiklah, sayang papa akan menunggu baby buatkan makanan untuk papanya" ucap Leon tersenyum pada istrinya.


"oke sayang, muuah" antin mencium pipi suaminya dan segera berlalu pergi.


Leon yang menerima ciuman istrinya menjadi sangat senang, dan bahagia melihat istrinya kembali ceria setelah beberapa hari sakit.


Bersambung.....


tinggalkan jejak kalian

__ADS_1


__ADS_2