
Tuan Rizal dan juga istrinya merasa terharu atas cerita kehidupan anak sulungnya sebelum mereka bertemu, entah mengapa dari cerita tentang antin, mereka benar-benar berkeinginan besar untuk ikut berlibur ke desa tempat tinggal antin, dan begitu penasaran. Mungkin dulu mempercayakan almarhum ayah ibu angkat antin untuk mengurus anaknya namun mereka tak pernah sekalipun menginjakkan kaki mereka di sana.
Mereka hanya menyuruh kepercayaan mereka saja yang memberikan nafkah pada anak sulungnya sebelum mereka kehilangan jejak anak mereka.
"tapi Leon, apa boleh mama sama papa ikut dengan kalian di desa?" tanya mama Yola sembari mengusap air matanya.
"itu terserah istriku ma, aku hanya mendengar keputusannya" jelas Leon.
"ada satu lagi yang ingin Leon sampaikan pada kalian" ucap Leon serius.
"ada apa nak?" tanya tuan ferdinan sedangkan yang lain hanya diam menyimak apa yang akan Leon sampaikan pada mereka.
"satu bulan lagi bangunan baru yang Leon buat di luar kota akan segera siap, bertepatan juga bangunan rumah yang akan aku dan antin tempati akan segera siapa juga" tutur Leon membuat tuan ferdinan mengernyit. Sejak kapan anaknya ini membangun rumah, apa semua itu tanpa sepengetahuannya. Tapi semua itu adalah hak anaknya tanpa bisa iya cegah.
"benarkah, kamu membangun rumah nak?" tanya mama Yola.
"aku membangun rumah itu semenjak dua bulan yang lalu dan karna rumah itu tak terlalu besar, sekarang semuanya sudah hampir selesai" jelas Leon.
"kamu sangat hebat nak, inilah laki-laki yang sesungguhnya, semoga kalian bisa bahagia selamanya" tuan Ferdinan bangga dengan anaknya yang bertanggung jawab membangun sebuah rumah untuk keluarga kecilnya.
"semoga keluarga kecil kalian bahagia ya nak, dan mungkin akan terasa lengkap nanti setelah cucu kita lahir" ucap tuan Rizal pada menantunya.
Leon tersenyum hangat meski beberapa waktu lalu wajahnya datar dan tanpa ekspresi. Namun karna semua permasalahan sudah selesai membuat Leon kembali dengan wajah bahagianya. Selain itu, dia juga membayangkan jika nanti dia bersama istrinya hidup dalam satu atap bersama anak-anaknya kelak, rasanya Leon sudah tidak sabar menantikan momen itu semua.
Mama Yola yang sedari tadi hanya menyimak ucapan anak tirinya itu wajahnya langsung berubah lesu dan tak bersemangat. Leon yang melihat ke arah mamanya tentu penasaran ada apa yang membuat wajah mamanya sedih.
"mama ada apa?" tanya Leon.
"haah" mama Yola menghela nafas sebelum berbicara.
"mama nanti akan merasa kesepian, setelah kalian pergi dari rumah ini, mama akan sangat merindukan kamu dan juga antin" ucap mama Yola sedih.
__ADS_1
"mama jangan sedih, meskipun Leon dan antin akan pindah rumah, tapi kami tetap akan mengunjungi kalian, kami akan tetap datang bersama" jelas Leon yang mengerti akan perasaan mamanya.
"apa benar?" tanya mama Yola.
"iya ma, mama jangan khawatir ya, kami pasti akan selalu datang berkunjung" ucap Leon meyakinkan mamanya.
Tentu hal itu membuat mama Yola kembali ceria dan bahagia.
Tak terasa waktu berlalu dan sudah setengah jam Leon tak kembali ke kamarnya, Leon melihat jam tangan yang melingkar di tangannya dan berdiri. "ma pa, Leon ke atas dulu ya mau lihat antin" seru Leon.
Leon sudah memasuki kamarnya dan melihat istrinya yang terlelap di atas ranjang. Melihat wajah damai istrinya, Leon semakin ingin selalu menjaga apa saja yang membuat istrinya sakit hati atau kecewa. "sayang,,,,kau akan selalu berada di sisiku selamanya, aku janji tidak akan pernah menyakitimu, dan tidak akan membiarkan orang lain menyakitimu" Leon mengecup kening istrinya dan perut buncitnya.
Tok tok tok
Ketukan pintu mengalihkan pandangan Leon dan segera membukanya. "ada apa bik?" tanya Leon.
"tuan makan siang sudha siap, apa tuan akan makan bersama nona di dalam atau di meja makan?" tanya bik Imah.
"baik tuan, ini makanannya" bik imah menyodorkan nampan berisi makan siang Leon dan antin lalu bik Imah berlalu pergi.
Leon sengaja menyimpan makanan itu di atas meja dan berbaring di sebelah istrinya, Leon akan makan siang setelah istrinya bangun nanti.
***
Antin mengerjapkan matanya melihat ke sebelahnya Leon memiringkan tubuhnya menghadap antin. Antin memegang hidung lancip suaminya dan turun ke bibir suaminya. Menikmati pemandangan indah dan pahatan yang luar biasa di ciptakan dengan sangat sempurna. Wajah tegas dan berwibawa itu menjadi candu untuk antin.
Antin menatap penuh cinta pada suaminya, dan tetap menelusuri setiap jengkal wajah suaminya. Namun seketika wajah tegas dan tampan itu tiba-tiba terbangun, membuat antin sedikit terkejut.
"ada apa sayang, kau sengaja ya ingin menggodaku" suara Leon serak.
"ti_tidka aku tidka pernah menggodamu" suara antin gugup.
__ADS_1
"lalu sedari tadi kau menggodaku dengan tangan nakal mu ini" ucap Leon.
"kau jangan percaya diri sekali aku tidak pernah menggodamu elak antin.
"aku tidak percaya" leon mengeratkan pelukannya dan mendekatkan wajahnya membuat antin sedikit gugup.
"ap_ a yang akan kau lakukan?"
"aku menginginkanmu" suara Leon membuat antin merinding.
Tanpa banyak bicara, Leon menjelajahi bibirnya ke dalam rongga bibir istrinya dan menghanyutkan disana hingga pasokan udara mereka kehabisan nafas. Antin mendorong suaminya.
"sayang" tatapan Leon membuat antin menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan kode-kode suaminya.
Kruuuk kruk
Beberapa saat Leon akan melancarkan aksinya, kini terganggu oleh irama perut istrinya yang kelaparan dan tentu membuat antin merasa sangat malu mendengar suara perut laparnya. Wajah antin merah merona menahan malu.
"aduh malu banget"
Leon terkekeh melihat raut wajah istrinya yang merah bak kepiting rebus. "baiklah sayang kita makan siang ya aku akan menghangatkan makanan untukmu" Leon bangkit dari ranjang dan mengambil peralatan masak listrik yang ada di kamarnya untuk menghangatkan kembali makanan yang tadi di hantarkan oleh bik Imah.
Leon merasa bersalah karna membiarkan istrinya kelaparan.
"sayang, sebenarnya bik Imah dari tadi mengantarkan makanan, tapi karna kamu tertidur sangat lelap aku jadi tidak tega membangunkan mu" seru Leon.
"aku juga tadi merasa ngantuk sekali, jadinya aku tertidur menunggu kamu kembali ke kamar"
"sekarang ayo kita makan di balkon" Leon menuntun istrinya ke balkon, mereka pun menikmati makan siang yang sekarang menjelang sore di balkon kamarnya.
Bersambung.....
__ADS_1