Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Kamar Baru


__ADS_3

Hari itu di kediaman Anggara, antin berada di kamarnya dan melihat semua barang-barang nya sudah tidak ada lagi di di tempatnya. Antin terkejut saat semua isi kamarnya bukanlah miliknya.


"Kemana semua barang-barang ku?" Antin kebingungan.


Dan kebetulan bik Imah memasuki kamar itu dan melihat antin yang berdiri disana tengah kebingungan.


"Eehh non, ada apa ya non ada yang bisa saya bantu?" tanya bik Imah.


"eehh,,, anu bik kemana semua barang-barang aku disini?" tanya antin pada bik Imah.


"Oohh nyonya sudah menyuruh saya untuk memindahkan semua barang-barang non ke kamar lantai atas" ucap bik Imah membuat Antin mengernyit dahi.


"kenapa?" tanya antin lagi.


"saya tidak tau non, tapi kata nyonya Yola, dia menyuruh saya memindahkan semua barang-barang non ke atas sana" ujar bik Imah.


"Baiklah nanti aku tanya mama" sarkas Antin.


"Iya non"


Antin mencari keberadaan mama Yola yang sedang berada di ruang tamu bersama papa Ferdinan.


"ma, pa" panggil antin pada kedua paruh baya itu.

__ADS_1


"hey sayang, sini nak duduk" ucap mama Yola sedangkan tuan Ferdinan tengah menikmati secangkir teh dan menonton televisi.


"ada apa sayang?" tanya mama Yola.


"itu ma, eemm kenapa semua barang-barang antin di pindahkan?" tanya antin.


"ooohh itu, mama sengaja memindahkan semua barang-barang kamu ke atas supaya kamu bisa lebih dekat dengan Leon" ujar mama Yola.


"Tapi ma, antin lebih suka sama kamar itu," jawab Antin.


"Tidak apa-apa nak, pasti kamu belum tau kalau kamar baru kamu di atas akan terasa sangat sejuk dan pasti kamu suka" jelas mama Yola.


"Antin udah, kamu harus nurut sama mama papa, biar kamu semakin dekat sama Leon makin banyak tumbuh rasa cinta di antara kalian berdua" jelas papa Ferdinan sembari mencomot cemilan yang ada di atas meja.


"iya, oh ya Antin, jangan lupa bersihkan kamar Leon ya, karna pembantu di rumah ini di larang masuk kecuali kita" ujar mama Yola.


"iya ma" jawab Antin dan meninggalkan kedua suami istri itu.


Sesampainya antin di kamar, antin melihat seisi kamarnya sudah di hias seindah mungkin dan terlihat rapi.


Antin senang melihat kamar itu dia menjadi ingat saat dulu sewaktu masih ada di kampung, dia begitu kesulitan saat tidur di malam hari sebab jika musim hujan, tempat tidurnya dan di beberapa bagian rumahnya yang reot akan bocor dan menampung air dimana-mana. Tapi sekarang setelah dia melewati setiap rintangan yang dia lalui, dia bisa bertemu dengan keluarga yang sangat penyayang seperti keluarga Anggara.


"terimakasih ma, pa, Antin janji, antin akan selalu mengikuti perintah mama dan papa" batinnya.

__ADS_1


Antin segera keluar kamar dan menuju kamar sebelah, kamar Leon. Saat antin masuk, wangi semerbak maskulin yang menyejukkan Indra penciuman membuat antin merasa nyaman oleh wangi yang ada di dalam kamar Leon.


Antin segera membersihkan kamar Leon, memang kamar itu tidak terlalu berantakan tapi Leon tidak suka dengan apapun yang terlihat berantakan di kamarnya meski sedikit.


Saat antin sudah selesai dengan kegiatannya, dia akan keluar dari kamar itu namun beberapa langkah dia akan sampai di pintu, tiba-tiba Leon masuk dan....


Bruk


Antin menabrak dada bidang Leon.


"sedang apa kamu disini?" tanya Leon yang melihat wajah terkejut antin.


"Aku baru saja membersihkan kamar kamu dan mama sama papa yang menyuruhku" jelas antin.


"sekarang aku pergi" antin pergi tapi tangannya di cekal oleh Leon.


"ada apa?" tanya antin.


"buatkan teh hangat" ucap Leon yang masih memegang tangan antin.


"iya" jawab Antin dan menarik pelan tangannya lalu meninggalkan Leon yang masih memandangnya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2