
Matahari sudah tenggelam, malam sudah datang namun perseteruan itu masih belum bisa di hentikan.
Gilang kekeh dalam keinginannya membawa antin pulang, namun antin bersikeras untuk tidak ingin kembali pada Gilang.
"Aku minta maaf atas semua yang pernah aku perbuat antin, aku mohon kembalilah padaku. Aku janji tidak akan membuatmu menderita lagi" ujar Gilang memohon.
"Cukup Gilang, kau pergilah dari sini. Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi, aku sudah cukup mengerti apa yang akan terjadi jika aku kembali padamu. Aku akan membalaskan dendam ku pada kamu dan juga keluarga kamu" emosi antin sudah sangat di luar batas. Dan baru kali ini Gilang melihat mantan istrinya semarah itu.
"Aku tidak ingin melihat lagi wajah mu, sekarang juga pergi dari hadapanku. Aku tidak Sudi melihat mu lagi" ucap antin dingin.
Tuan Ferdianan dan istrinya juga merasa heran dengan raut wajah antin yang berubah menjadi datar dan dingin.
"Antin aku mo--"
"Pergi" bentak antin membuat Gilang terdiam.
"Baiklah, aku akan pergi dari sini" Gilang dan Rio yang sedari tadi hanya berdiri saja langsung pergi begitu mendengar antin mengusirnya.
"Antin, apa kau tidak apa-apa?" tanya Yola.
"Saya baik-baik saja nyonya, saya permisi dulu ke kamar" ujar antin.
"Baiklah, kau istirahat saja. Kami akan makan di luar, kamu tidak usah masak" ucap yola.
"Tapi-"
__ADS_1
"tidak apa-apa kami hanya berdua saja, kami makan di luar karna akan bertemu dengan Klien penting. Dan Leon juga akan ikut dengan kami" ucap Yola
"Baiklah nyonya, tuan saya permisi" ujar antin.
"Iya"
Antin pun segera kembali ke kamarnya dan menangis di dalam kamarnya, dia merasa sedih saat mengingat perkataan mama Merry yang siap akan membalaskan dendamnya pada keluarganya. Sedangkan antin belum pernah melihat kedua ornag tuanya.
Antin tak bisa menerima semuanya, dia akan berusaha untuk mencari keberadaan orang tuanya tapi dia teringat jika dirinya tidaklah tau seluk beluk kota tempatnya sekarang. Namun dia akan meminta bantuan tuan Ferdinan untuk mencari keberadaan kedua ornag tuanya.
***
Gilang berada di club malam bersama Rio asistennya. Terlalu banyak minum Rio khawatir akan terjadi sesuatu pada bos sekaligus sahabatnya itu.
"Lang, kamu gk bisa seperti ini terus kamu harus bisa melupakan antin, dia sudah pergi dan tak ingin melihat kamu lagi" ujar Rio pada sahabatnya.
Rio hanya bisa menghela nafas panjang melihat kelakuan sahabatnya itu yang selalu saja tak pernah berpikir sebelum bertindak.
Rio teringat akan pekerjaannya di kantor yang sudah menumpuk. Dia harus berusaha menghandle segala urusan kantor, karna Gilang memiliki waktu yang sedikit hanya untuk sekedar ke perusahaannya. Apa lagi semenjak tuan Andi sakit-sakitan dan Gilang yang selalu berkencan dengan beberapa kekasihnya.
Gilang sudah beberapa bulan ini tidak pernah ke perusahaannya. Dia selalu sibuk bermain dengan para kekasihnya dan selalu mabuk-mabukan. Tuan Andi dan juga Bima kakak tertua Gilang hanya bisa pasrah dengan kelakuan Gilang selama di tinggalkan antin.
"Ajak aku ke rumah kak Bima" ucap Gilang di sela-sela kesadarannya.
"Tapi, rumah Bima kan jauh, bagaimana kita bisa sampai disana dengan cepat. Sementara, besok ada meeting penting di perusahaan. Kita pergi lain kali saja, lagian kak Bima pasti akan marah karna kamu datang ke rumahnya dengan keadaan seperti ini" jelas Rio yang tak di respon oleh Gilang.
__ADS_1
Rio tanpa berpikir panjang segera membawa Gilang pulang ke apartemen miliknya. Dia membiarkan Gilang tertidur disana untuk malam ini saja.
Di apartemen Rio, Gilang di tidurkan di tempat tidur milik Rio, dan Rio tertidur di sofa.
***
Waktu makan malam sudah tiba, antin keluar kamarnya menuju dapur. Keadaan rumah benar-benar sepi, mungkin tuan Ferdinan dan nyonya Yola sudah keluar untuk bertemu dengan kliennya.
Dia memasak untuk dirinya sendiri untuk mengisi perutnya yang terasa keroncongan. Dia hanya melihat sosis dan bahan makanan yang lain seperti ikan dan sayur. Karna beberapa hari ini semenjak Bu Mina pulang kampung, dia belum pernah berbelanja ke pasar.
"Hem, ternyata bahan makanan tinggal segini, aku harus pergi ke pasar besok" gumam antin.
Tak
Kini penerangan terlihat gelap karna mati lampu, antin tak bisa melihat apa-apa di dapur. Dia ingin kembali ke kamarnya namun tak dapat melihat akhirnya dia menyalakan kompor dan melihat satu buah lilin di dekat meja, antin menyalakan lilin itu.
Setelah lilin itu menyala, penerangan yang sedikit membuatnya bisa melihat. Antin akan kembali ke kamarnya namun..
Brukk...
"Aaawwwsshh"
Bersambung...
Apa yang terjadi🤔 ?
__ADS_1
Ikuti terus cerita aku, dan jangan lupa like
terimakasih