Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
khawatir


__ADS_3

Tak berapa lama pintu ruangan tempat antin di rawat terbuka dan seorang dokter wanita keluar dari sana yang telah memeriksa keadaan antin.


Leon yang melihat dokter itu keluar segera menanyakan keadaan istrinya. "dok bagaimana keadaan istriku, apa dia baik-baik saja?" tanya Leon.


"dia baik-baik saja tuan, hanya saja keadaannya tengah lemah karna syok, tolong jangan biarkan istri anda stres atau syok ini sangat berpengaruh pada janin yang ada pada kandungannya" terang dokter itu.


"baik dok" ucap Leon


"apa saya boleh melihatnya sekarang?"


"silahkan tuan"


Leon segera masuk ke ruangan istrinya, dia melihat istrinya yang sudah sadar dan tengah duduk di atas ranjang dan bersandar.


"sayang, apa kau baik-baik saja, ada apa denganmu?" tanya Leon.


"aku tidak apa sayang, aku hanya lelah dan sedikit pusing saja, bagaimana dengan pria itu?" tanya antin menanyakan Gilang.


"apa kamu menghawatirkan nya?" suara Leon dengan nada sedikit cemburu.


Antin tersenyum melihat suaminya yang tengah cemburu dan membuatnya senang dan merasa Leon sangat menyayanginya.


"apa kau cemburu sayang" ucap antin sambil membelai lembut pipi suaminya.


"tentu, karna kau menghawatirkan pria lain? ucap Leon.


"aku tetap mencintaimu sayang, dan akan selalu mencintaimu" ucap antin membuat Leon tersenyum.


cup " itu adalah hukuman buat kamu yang sudah menghawatirkan orang lain"


"kau selalu saja mengambil kesempatan" ucap antin.


"cup" Leon kembali mengambil kesempatan ketika istrinya tersenyum, namun dengan durasi yang lama Leon ******* dan kembali mencium istrinya.


Hingga keduanya kehabisan nafas, barulah menghentikan kegiatan mereka dan Leon menempelkan keningnya di kening istrinya.


"aku menyayangimu baby, aku akan selalu menjagamu sampai kapanpun, dan aku akan membunuh siapapun orang yang berani menyakitimu" ucap Leon dan memeluk istrinya sayang.


"terimakasih sayang, kau telah menerimaku apa adanya meski status-

__ADS_1


Antin menghentikan ucapannya karna Leon menempelkan jari telunjuknya di bibir istrinya.


"jangan bicara masa lalu sayang, aku malas mendengarkannya, kita akan berusaha untuk bangun kebahagiaan di masa depanmu baby" ungkap Leon.


Antin hanya tersenyum mendengarkan ungkapan suaminya.


*****


Di markas black Eagle, Gilang kembali di seret dan di masukkan di ruang penyiksaan, Alex yang bertugas menyerahkan para pria dan wanita yang ada di tempat villa Gilang tadi ke kantor polisi dan memenjarakan mereka. Andaikan mereka bisa saja di kurung dan di bakar bersama dengan villa itu, tapi Alex masih memberikan kebebasan pada mereka.


Carlos memerintahkan beberapa Mafioso untuk mengikat gilang dan menyuntikkan sesuatu pada tubuh Gilang berupa cairan berwarna hitam dan di berikan oleh salah satu Mafioso Leon.


Leon telah memberikan sebuah cairan berwarna hitam pada Carlos untuk di berikan pada Gilang, entah itu tujuannya untuk apa Carlos dan para Mafioso tidak ada yang mengetahui.


"biarkan dia disini sampai king datang," ucap Carlos.


mereka segera keluar dari ruang penyiksaan itu, dan kembali melakukan aktivitas yang lain.


Gilang sudah tak berdaya dengan keadaannya saat ini, belum lagi mendapatkan penyiksaan tadi membuatnya tak bisa berbuat apa-apa. Leon benar-benar geram dengan kelakuan mantan suami dari istrinya itu, sehingga dia akan menghukumnya dan bersiap akan membunuhnya.


****


Keadaan antin sudah membaik namun Leon meminta istrinya Agara bermalam di rumah sakit, Leon yang berlebihan agar istrinya di rawat di rumah sakit meski hanya satu malam. Sebenarnya dokter juga sudah mengizinkan antin pulang namun memang karna Leon khawatir pada istrinya.


"aku mau pulang" rengek Antin.


"no no sayang, kau harus di rawat disini sehari lagi, aku tidak mau kamu dan juga anak kita kenapa-kenapa" ucap Leon bersikeras.


"tapi aku sudah tidak merasakan apapun sayang" ucap antin.


"biarpun kamu tidak merasa sakit, kamu harus tetap di sini. Aku tidak akan meninggalkanmu" jelas Leon.


"huufft,,,, baiklah, aku mau tidur" ucap antin merajuk.


"sayang, jangan marah aku begini juga ingin melihat kamu dan calon anak kita sehat dan baik-baik saja" ucap Leon.


Antin tak menjawab dia memejamkan matanya pura-pura tertidur tapi Leon mengetahui jika istrinya tengah berpura-pura tidur. Kemudian idenya muncul.


"baiklah kalau kamu marah sama aku, kamu istirahat saja ya, aku mau keluar sebentar" ucap Leon segera berjalan menuju pintu. Namun beberapa saat dia melangkah, antin menarik tangan suaminya dan Leon pun tersenyum saat istrinya menarik tangannya.

__ADS_1


"kau mau kemana?" tanya antin.


"aku hanya ingin keluar, daripada di sini tidak ada yang mau bicara sama aku" ucap Leon.


"sayang, aku hanya mengantuk, kau itu seperti anak kecil saja" ucap antin mengerucutkan bibirnya membuat Leon gemes dan menyambar bibir pink itu membuat sang empu tersipu malu.


"baiklah sayang, aku hanya sengaja tadi"


"sekarang kamu bangun ya, aku akan menelpon Aksa untuk membelikan mu makanan" ucap Leon.


Leon pun menelpon anak buahnya yang bernama Aksa untuk segera membawakan makanan kesukaan istrinya.


Tak berapa lama, Aksa sudah datang membawakan makanan untuk tuannya dan Aksa setelah melakukan tugasnya, dia segera pergi atas perintah tuannya.


"ini tuan makanan sudah datang"


"baiklah, kamu bisa pergi"


"baik tuan"


Setelah Aksa pergi Leon dan antin mulai menikmati makanan mereka dengan Leon yang menyuapi istrinya, meski antin tak mau di suapi, namun Leon tetep kekeh ingin menyuapi istrinya.


Antin dengan jengah membiarakan apapun yang di lakukan suaminya pasrah.


****


Di rumah keluarga Surya, nyonya Merry tengah khawatir dengan anaknya Gilang, yang belum juga datang ke rumahnya. Padahal sudah beberapa hari Gilang berencana untuk mendatangi rumah orang tuanya, tapi hingga sekarang Gilang tak kunjung datang membuat semua orang di rumahnya menjadi khawatir.


Beberapa kali Bima menelpon adiknya itu, namun nomor Gilang tidak aktif. Semuanya menjadi khawatir dengan Gilang, jika mereka akan mencarinya ke apartemen, mereka tidak mengetahui letak apartemen nya tidak ada yang mengetahui.


Gilang membeli lagi apartemen yang baru untuk dirinya sendiri, dan meninggalkan apartemen yang lama, karna Alice selaku istrinya tidak pernah pulang ke sana, entah bagaimana kabar wanita itu sekarang, bahkan berkunjung ke rumah mertuanya saja bisa di hitung jari.


"Bima, coba kamu cari lagi adikmu kemana, sudah satu Minggu ini dia belum juga datang, padahal mama sangat menanti kepulangnnya" ucap nyonya Merry.


"ma, aku sudah mencarinya kemana-mana seperti yang mama bilang, tapi hasilnya nihil, aku juga tidak tau Gilang membeli apartemen baru dimana" ucap Bima.


"pa, bagaimana ini mama takut terjadi sesuatu pada Gilang pa" tangis mama Merry membuat tuan Andi menjadi pusing.


"mama tenang ya, besok papa akan menyuruh para anak buah papa untuk mencarinya, sekarang kita istirahat dulu, ini sudah malam, kita tidur dan besok kita mulai mencarinya" jelas papa Andi dan mau tidak mau mereka menurut ucapan papa Andi.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar😊


__ADS_2