Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Berdebat


__ADS_3

Antin di tinggal oleh kedua suami istri itu di ruang tamu, antin mengingat masa waktu pernikahannya dengan Gilang. Semua keluarga Gilang tak ada satupun yang berpihak padanya.


Antin seakan tak dia anggap oleh keluarga Gilang selama ini. Namun demi kebahagiaannya, dia harus menerima semua kepahitan dalam hidupnya.


Gilang yang sekarang begitu menyesal telah memperlakukan antin tidak adil. Bahkan saking tidak sukanya dia terhadap antin, dia tak pernah menyentuh antin selama pernikahannya.


Antin menyadari jika suaminya tidak menginginkannya, diapun berusaha selalu menjadi orang yang kuat atas setiap maslahnya.


Antin berjalan ke arah kamarnya, dia menangis di dalam kamarnya tanpa suara. Hatinya hancur saat membayangkan dirinya akan menikah dengan Leon, dia akan menjadi lebih tersiksa lagi.


Melihat perlakuan Leon terhadapnya hari ini, dia menjadi ragu dengan permintaan tuan Ferdinan. Tapi jika dia tidak menurutinya, dia juga kasihan terhadap Leon.


Serasa dirinya sekarang memiliki tanggung jawab yang besar pada tuan Ferdinan dan istrinya.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang, kenapa aku selalu berada dalam kebimbangan. Jika permintaan tuan Ferdinan adalah yang terbaik, apa aku harus mengikutinya. Tapi aku takut, hal yang sama akan terulang kembali meski itu dengan orang yang berbeda" antin terus saja menangis hingga tertidur.


***


Gilang baru sampai di rumahnya setelah seharian bermain kuda dengan Alice sang kekasih.


Gilang memasuki kamarnya dan beristirahat. Selain itu, banyak anggota keluarga yang datang di ruang tamu. Mama Merry menyambut kedatangan anak dan menantunya serta cucu-cucunya.

__ADS_1


"mama apa kabar, apa kalian baik-baik saja?" tanya Bima saudara yang tertua.


Mereka tidak tinggal bersama oleh sebab itu mereka jadi jarang untuk berkunjung karna memiliki kesibukan masing-masing.


"Kabar mama sama papa baik, kalian apa kabar dan dimana istrimu Bima, kenapa tidak di ajak?"


"Dia sibuk di rumah ma, berkebun. Karna dia suka sekali menanam aneka sayuran" ucap Bima. Bima sengaja berbohong meskipun memang sebenarnya itu adalah kenyataan jika istrinya suka sekali berkebun.


Alasan Bima berbohong, karna jika dia mengajak istrinya datang, mereka pasti akan menghina habis-habisan istrinya. Maka dari itu dia datang sendiri.


Keempat anaknya juga tidak terlalu dekat dengan kedua orang tuanya. Oleh sebab itu keempat anaknya jarang sekali datang ke rumah kakek neneknya.


"Mmm apa dia tidak bekerja, atau memperhatikan kamu. Tugasnya sebagai istri itu kan dia harus melayani suaminya, makan, dan memanjakan kamu nak, ini kenapa dia bisa sibuk berkebun" ucap mama Merry.


"Racun apa yang di berikan istrimu sehingga kamu bisa seperti ini melawan mama" teriak mama Merry.


"Kak, benar kata mama. Istri kamu itu telah membuat kamu melawan sama kedua orang tua kita" sahut Vivi.


"Aku yakin, pasti istri kamu mencari pelet Yang sangat ampuh agar kamu berubah" ucap Mira.


"Kalian yang benar-benar sudah tidak memiliki akal sehat. Bagaimana jika kalian yang berada di posisi istriku saat ini. Apa kalian akan diam saja,,,tidak kan"

__ADS_1


"Sudah, jika kalian akan tetap selalu seperti ini aku tidak akan datang ke rumah ini lagi" jelas Bima yang siap akan pergi.


"Jangan nak, jangan pergi. Apa kamu tega melihat papa seperti ini. tubuh papa sekarang belum stabil, papa tidak mau melihat kalian bertengkar lagi" jelas papa Andi.


"Ma, Mira, Vivi. Papa mohon sama kalian, jangan bertengkar hanya karna hal sepele, kalian itu bersaudara dan sepatutnya kalian saling mendukung dan saling mengerti. Bukan saling mencaci dan membenci" ucap papa Andi.


"Papa, kami juga tau mana yang baik dan mana yang buruk. Kami kan hanya mengingatkan kak Bima kalau dia harus lebih tegas pada istri nya. Sekarang saja kak Bima sering melawan dengan kalian" ucap Vivi.


"Cukup, aku tidak mau mendengarkan kalian lagi, aku bosan harus setiap kali berdebat dengan kalian yang selalu menganggap diri kalian benar" Bima langsung meninggalkan mereka semua yang ada di ruang tamu.


Bima sebenarnya kasian terhadap ayahnya, tapi dia sudah terlanjur kesal dengan kedua saudara dan juga mamanya.


Bima meninggalkan mereka dan pulang menemui istri dan anaknya di rumah.


***


Ternyata Gilang juga menyaksikan perdebatan hebat tadi di ruang tamu dari lantai atas. Dia juga merasa, kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuan nya menjadi sangat keterlaluan.


"kasian kak Bima, dia sangat tersiksa harus mendengarkan istrinya di cemoh seperti itu. Apa ini yang di rasakan antin dulu sebelum dia pergi. Aku menyesal tak pernah membela dan mendengar keluh kesahnya" batin Gilang.


Bersambung....

__ADS_1


Ayo kak jangan lupa tinggalkan jejak DNA jangan bosan bacanya ya


I Love you all 😘 🥰


__ADS_2