Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Rumah sakit


__ADS_3

Gilang melihat di sebuah lubang kecil di pintu kamar itu dan melihat dua orang pria berpakaian hitam yang di perintahkan Gilang untuk menjaga ruangan tempat antin di sekap.


Leon menyeringai dan tak berapa lama pintu itu di tendang dengan sekali tendangan Leon yang begitu kuat.


Braaakk


Pintu itu rusak seketika dan dua pengawal yang berjaga di sana terkejut dan langsung menoleh ke arah pintu kamar itu, kedua pengawal itu melihat Leon dan antin keluar dari ruangan itu segera untuk mencegah Leon dan antin keluar.


"hei tuan, kau mau bawa wanita itu kemana,?


" bukan urusan kalian" jawab Leon dengan mata tajamnya serta kemarahan yang sangat jelas terlihat dari wajah tampannya.


"serahkan wanita itu"


"dalam mimpimu" Leon segera menghabisi kedua pengawal itu dan dalam hitungan detik Leon sudah menumbangkan kedua pengawal itu dan segera melanjutkan menggandeng istrinya untuk berjalan keluar dari tempat itu.


"awaasshh" dalam perjalanan antin meringis kesakitan tatkala merasakan perutnya yang terasa keram.


Leon yang melihat istrinya meringis berhenti dan memegangi perut istrinya itu untuk mengurangi sakit pada istrinya.


"ada apa sayang, ada apa dengan perutmu?" tanya Leon melihat istrinya kesakitan.


"entahlah, sedari tadi perutku sangat sakit dan keram," ucap antin dengan penuh keringat membanjiri dahinya.


"baiklah kita harus segera keluar dari tempat ini" Leon meraih ponselnya yang ada di saku celana nya dan menelpon boy sang asisten.


"ya tuan ada apa" suara boy di sebrang sana.


"serahkan semuanya pada Alex dan Carlos, kau bawakan jet ke ruangan paling atas"


"baik tuan"


Leon mematikan ponselnya dan kembali memandang istrinya. Antin terlihat semakin pucat dengan keadaannya. Perutnya semakin sakit, dan tenaganya sudah lemah hingga iya tak sadarkan diri.


"sayang, bangun kita akan segera sampai di rumah sakit" Leon menggendong istrinya dan mendengar suara boy dari luar jendela.


Boy yang melihat tuannya kesulitan untuk menaiki jet segera membantu bosnya itu dan setelah mereka sudah naik ke dalam jet, barulah boy dan salah satu Mafioso sebagai supir.

__ADS_1


"sayang kamu harus bertahan, aku akan tetap disini menemanimu" racau Leon .


"lakukan dengan cepat, aku tidak ingin istriku dalam bahaya" ucap Leon prustasi karna jet yang di tumpanginya terasa berjalan sangat lambat.


"baik king"


Di villa tempat Gilang berada, di ruangan tempat pesta yang penuh dengan pemandangan yang menjijikkan, salah satu Mafioso leon mendobrak pintu ruangan itu kuat hingga beberapa pria dan wanita yang ada di dalamnya begitu terkejut saat segerombolan Mafioso memasuki ruangan itu.


Semua terkejut melihat banyak orang yang berpakaian hitam dengan memegang senjata api di tangan mereka masing-masing.


Ada beberapa wanita yang menjerit dengan keadaan mereka yang masih dalam keadaan polos segera meraih beberapa pakaian yang mereka kenakan tadi, kenikmatan yang belum seberapa mereka rasakan kini harus terhenti karna kedatangan Mafioso Leon yang merusak dan menghancurkan seisi ruangan tersebut.


"jangan biarkan mereka satupun lolos dari tempat ini," perintah carlos


"baik bos"


Ada yang masih polos dan ada juga yang sudah berpakaian, terlihat dari semua sisi ruangan memang tempat itu adalah tempat yang sengaja di but oleh Gilang untuk khusus tempat kenikmatannya. Di dalam sebuah ruangan yang tak terlalu besar, Carlos mendekati pintu ruangan itu dan bersiap akan mendobrak pintu itu lagi.


Sedangkan para Mafioso yang lain mengancam beberapa orang di tempat itu dengan menodongkan pistol pada mereka agar tak ada satupun yang bisa lolos dari tempat itu.


Braaakk


Gilang yang berada di dalam tengah menikmati para wanitanya di kejutkan dengan kedatangan Carlos yang tiba-tiba membuatnya mengumpat geram.


"Shiit,,,apa yang Kalian lakukan, siapa Kalian berani-beraninya merusak kesenanganku" ucap Gilang marah karna kesenangannya di ganggu.


"Alex cepat urus para wanita itu, biar aku yang urus pria ini" seakan itulah kode mata dari Carlos membuat Alex mengerti.


Gilang memakai pakaiannya dengan cepat meraih pistol di nakas samping tempat tidur lalu mengarahkan tembakannya pada Carlos, namun sebelum tembakannya mengenai Carlos, Carlos lebih dulu menembaki kaki Gilang.


Dor


"aaarrhh, sialan aku akan habisi kalian" Gilang segera mengeluarkan pisau di dalam laci dan mengarahkan pisau itu ke Carlos namun sayang, pergerakannya sudah terbaca oleh Carlos hingga tembakan kedua di arahkan pada kaki Gilang satunya lagi.


dor


"aaarrrhhhh, siapa kalian yang sebenarnya" Gilang meringis kesakitan di kedua kakinya yang tertembak.

__ADS_1


"jangan banyak bicara, jika anda masih ingin bisa melihat dunia ini besok. Sekarang ikut dengan kami ke hadapan king kami" ucap Carlos.


Gilang tak mampu untuk berdiri hingga Carlos memerintahkan beberapa Mafioso untuk menyeret Gilang keluar dari villa ini.


Gilang di seret dan di bawa pergi dari villanya, mengahadapi sang king yang sekarang tengah berada di rumah sakit menemani istrinya yang masih belum sadarkan diri.


Alex juga tak lupa membawa para wanita dan pria yang berada di sana ke pihak berwajib untuk di tangani. Sebenarnya Carlos dan Alex bisa saja membunuh para manusia biadab yang menjadi pemain kelamin di tempat itu, namun Carlos merasa penjaralah tempat yang layak untuk mereka hingga mereka semua di bawa oleh para Mafioso ke kota asal mereka dan di serahkan ke polisi.


*****


Leon terus saja mondar mandir di depan ruangan ICU dimana istrinya berada, dia begitu takut dan khawatir dengan keadaan istrinya.


"jika sampai istriku dan calon anakku kenapa-kenapa, aku tidak akan membiarkamu hidup brengsek" ucap Leon dalam hati yang tingkat kemarahannya sudah di ambang batas karna melihat keadaan istrinya yang dalam keadaan lemah.


Leon meraih ponselnya untuk menghubungi Alex dan tak berapa lama Alex mengangkat panggilan king nya.


"iya tuan" ucap Alex di sebrang sana.


"apa kau sudah membawanya" suara dingin Leon membuat Alex di sebrang sana merinding mendengar suara king nya yang terdengar dingin dan berat.


"i-iya tuan kami sudah dalam perjalanan pulang"


"apa kau sudah lakukan apa yang aku perintahkan?" tanya Leon lagi.


"sudah tuan, tempat itu sudah hancur dan rata" ucap Alex.


"bagus, sekarang bawa pria brengsek itu ke markas dan kurung dia disana, aku akan datang besok pagi" ujar Leon.


"baik king"


Leon mematikan ponselnya dan tersenyum menyeringai, entah apa yang ada di dalam pikiran pria itu sekarang.


Bersambung......


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya....


maaf baru sempat update karna beberapa hari ini banyak acara begawe di tempat ku, yang artinya ada acara selamatan, pernikahan dan acara yang lainnya, hingga dunia halu ku tertinggal jauh. Tapi insyaAllah aku akan berusaha untuk update kembali meski hanya satu bab saja😭 yah oke....

__ADS_1


__ADS_2