Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Penasaran


__ADS_3

Mayang mengambil uang itu dan segera pergi dari perusahaan Leon. Mayang menaiki taksi online untuk pulang, selama di perjalanan, Mayang membuka amplop berisi uang yang di berikan pada Leon tadi. Dan benar saja matanya membulat melihat uang yang begitu banyak, membuat hatinya gembira dikala mendapatkan uang besar. Mayang tak langsung pulang, dia langsung singgah di mall untuk shopping untuk berbelanja, dan berfoya-foya dengan menghabiskan uang yang di berikan oleh Leon.


****


Sekitar jam 10, Antin teringat akan membawakan makan siang untuk suaminya, dia segera memasak berbagai menu kesukaan suaminya. setelah Antin lama berkutat dengan peralatan dapur, antin sudah menyelesaikan masakannya dan menyiapkan di rantang.


Antin segera menuju kamar untuk mandi dan bersiap untuk berangkat menuju kantor suaminya, kebetulan hari ini tidak terlalu ramai sehingga tak menimbulkan kemacetan. Antin memesan taksi online Agara lebih cepat untuk segera tiba di sana.


Antin tidak mengabari suaminya jika dirinya sudah berada di jalan menuju ke kantor suaminya. Sesampainya antin di kantor, antin segera menuju ruangan sekertaris Leon dan menanyakan apakah suaminya itu sibuk atau tidak.


"mbak, apa pak Leon nya sibuk?" tanya antin.


"oh pak Leon sedang menerima tamu, didalam" ucap sekertaris itu takut-takut.


"siapa?" tanya antin.


"eemm, anu buk" ucap sekertaris itu tidak bisa bicara.


Antin langsung saja masuk tanpa mengetuk pintu lebih dahulu membuat orang yang berada di dalam menjadi terkejut.


Antin menyaksikan pemandangan yang membuat naik pitam. Bagaimana tidak, seorang wanita tengah duduk di pangkuan Leon dengan begitu mesra membuat antin merasa sangat geram.


"apa ini kelakuan kamu selama di luar rumah mas?" suara antin seperti menahan sesak karna melihat suaminya dengan perempuan lain.

__ADS_1


"sayang, ini bukan yang seperti kamu lihat" ucap Leon dan spontan mendorong wanita yang berada di pangkuannya ke lantai, membuat wanita itu jatuh ke lantai.


"aawwwsshhh" wanita itu merintih karna bokongnya mencium lantai.


"sekarang sudah jelas begini kamu masih saja mengelak. Apa karna aku dalam kondisi hamil membuat kamu berpaling mas" ucap antin.


"sayang, dengarkan aku. Aku bisa jelaskan semuanya" ucap Leon namun antin tak ingin mendengarkan suaminya.


Antin bersiap akan pergi namun Leon menahannya dan mencekal pergelangan tangan istrinya dengan kuat sehingga antin tak bisa keluar dari ruangan suaminya.


"Dengarkan, jika kamu tidak mau menjadi salah paham sayang, aku tau kamu marah tapi semua itu tak seperti yang kamu pikirkan" ucap Leon.


"kamu perempuan ******, kamu harus membayar semua ini. Aku sudah pernah bilang dan memperingatimu, kalau sampai istriku melihat semuanya kamu akan habis di tanganku" ancam Leon.


"baiklah, jika ini yang kamu inginkan, sayang kamu jangan pernah percaya pada wanita ular ini, mulai hari ini dia akan aku beri pelajaran, karna sudah tak mendengarkan aku untuk menjauh dariku, ini yang aku takutkan darimu sayang" ucap Leon namun antin hanya diam saja melihat semuanya.


"cepat bawa wanita ini ke markas, aku akan habisi dia nanti" tegas Leon membuat beberapa bodyguard dengan berpakaian serba hitam masuk ke ruangan dan segera menyeret wanita itu keluar.


Seketika wanita itu ketakutan karna akan di bawa ke markas wanita itu bernama Alice, ternyata mantan dari Gilang yang mencoba untuk merayu Leon. Dengan begitu mudahnya masuk ke perusahaan entah bagaimana caranya. Memang sudah lama ini Alice mengincar antin untuk membunuhnya namun Karna selalu gagal membuat dirinya ingin memanfaatkan Leon suami antin agar menjadi kelemahan antin. Namun sayang, justru Leon tak pernah memandangnya Hingga hari ini Alice berakhir di tangan anak buah Leon.


Flashback on


Sebelum antin dan Leon pergi berbulan madu, Leon sempat mengajak istrinya pergi ke danau, dari tempat itulah Alice menemukan mereka, dia mengikuti kemanapun antin dan suaminya pergi. Saat antin di tabrak oleh Gilang di jalan hingga terjatuh diam-diam Alice bersembunyi dan melihat interaksi mereka bertiga karna jarak yang terlalu jauh membuat alice tak bisa mendengarkan percakapan mereka karna suara-suara kendaraan yang berlalu lalang membuat Alice tidak bisa mendengar ucapan mereka. Namun karna pertarungan Leon dan Gilang sempat mengundang banyak orang yang menyaksikan membuat Alice memiliki ide tersendiri saat itu. Alice segera meninggalkan tempat itu dan memikirkan bagaimana cara dia bisa membunuh antin dan membalas dendam pada antin yang sudah membuat Gilang masih memikirkan antin sampai sekarang.

__ADS_1


Flashback off


Sampai sekarang, sebenarnya Leon tau jika selama ini Alice menguntit istrinya itu, namun Leon tidak akan mengganggu selama orang itu tidak mengganggu istrinya.


"sayang, selama ini wanita inilah yang sudah meneror kamu tanpa sepengetahuan kamu. Awalnya aku ingin menangkap dan menghabisi wanita ini, tapi karna dia belum memulai aksinya membuat aku tak bisa menyerangnya" ungkap Leon membuat antin merasa syok dan tak habis pikir oleh wanita itu mengapa sampai dia menerornya.


"iya, itu karna aku membencimu, dan sangat membencimu. Karna selama ini Gilang selalu memikirkan kamu dan ingin merebut kamu dari suamimu, dan dia tak pernah memikirkan aku dan juga putraku, dia selalu menghabiskan waktu untuk selalu memegang fotomu dan juga selalu menyebut nama kamu, aku tersiksa selama ini selalu mendengar nama kamu dari ucapannya" ucap Alice.


"aku sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi dengannya, kamu juga tau dulu dia sangat membenciku, hingga pernikahan aku dengannya tidak pernah bahagia bahkan dia selalu memilihmu saat itu" tukas antin.


"aku tidak Sudi jika istriku dia menjadi bayang-bayang untuk orang lain, istriku hanya milikku. Dan lihat saja, aku akan melakukan apa yang seharusnya aku lakukan untuk menghabisi pria brengsek itu" ucap Leon dengan sorot mata tajamnya.


"lihatlah Gilang, sebentar lagi nyawamu akan habis di tanganku" "cepat bawa wanita ini pergi dari sini, aku akan membuat pelajaran pada suaminya yang brengsek itu, aku akan membunuhnya" ucap Leon dingin.


Alice pun di bawa oleh para bodyguard Leon untuk di bawa ke markas entahlah antin tidak tau markas siapa tapi dia menjadi penasaran siapa sebenarnya sosok laki-laki yang menjadi suaminya itu.


"mas" antin menepuk punggung suaminya pelan agar emosi suaminya terkendali.


"sayang, kamu percaya kan dengan semua ini?" ucap Leon.


"iya mas, aku percaya. Tapi yang membuat aku penasaran, siapa pria-pria yang datang ke ruangan kamu tadi dan membawa Alice pergi dan tadi kamu bilang bawa alice ke markas?" tanya antin penasaran.


"kamu akan tau nanti sayang, ingat kamu jangan pikirkan apapun yang terpenting anak kita tetap sehat dan jangan biarkan kamu berpikir yang tidak-tidak ya" ucap Leon seketika menghangat dikala melihat istrinya kemudian mereka saling berpelukan.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2