
Dua hari setelah pemeriksaan, antin masih saja berbaring dan masih merasa tak enak badan. Leon sebagai suami selalu menemani istrinya di samping membuat antin merasa nyaman. Kadang mood ibu hamil terkadang berubah-ubah namun Leon tetap selalu sabar dalam menghadapi istrinya.
Mama Yola juga selalu membantu anaknya untuk merawat menantunya di sela-sela kesibukan Leon yang selalu menjaga dan merawat istrinya, mama Yola selalu membantu kadang juga orang tua antin datang ikut menjaga dan merawat anaknya.
Hari ini Leon tengah mengerjakan sesuatu di laptopnya, terlihat Leon sangat sibuk dengan laptopnya hingga suara dering ponselnya mengejutkan Leon dari kesibukannya.
"hallo"
"......."
"baiklah, aku akan segera datang, kamu tunggu saja disana, aku akan segera siap-siap" ucap Leon pada orang dari sebrang telpon.
"......."
Leon segera bergegas menuju garasi mobil namun sebelum itu dia memberitahukan pada antin dan juga mama Yola jika dia akan pergi ke perusahaan untuk menyelesaikan masalah.
"sayang, aku pergi sebentar ke perusahaan ya, ada sedikit masalah disana, aku akan kembali setelah selesai nanti" ucap Leon.
"janji ya, kamu akan cepat pulang" ucap antin lemah.
"iya sayang" Leon mengecup kening istrinya dan tak lupa pamitan pada mama Yola.
"ma, tolong jaga istri aku ya" pinta Leon.
"pergilah, mama pasti jagain istri kamu, kamu tidak usah khawatir" ucap mama Yola mengusap punggung Leon.
"baik ma, Leon berangkat dulu" ucap Leon dan segera pergi meninggalkan mama Yola dan antin di kamar.
__ADS_1
"hati-hati nak" teriak mama Yola.
Leon segera melajukan mobil meninggalkan rumah menuju perusahaan. Bukan hal penting yang akan di selesaikan oleh Leon melainkan untuk mencegah seseorang yang setiap hari selalu datang ke perusahaan bahkan dengan berani membuat kekacauan di kantornya membuat kesabarannya hilang dan ingin segera menemui biang dari permasalahannya di kantor.
Leon melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh membuat para pengendara lain banyak yang menyumpah serapah Leon yang mengendarai mobil seperti orang gila. Namun Leon tak memperdulikan ucapan orang lain, dia hanya fokus untuk bisa sampai di kantor secepatnya.
Setelah beberapa menit mengendarai mobilnya,Leon sudah sampai di kantornya dan memarkirkan mobilnya di tempat khusus pemilik perusahaan.
Leon segera turun dan menyerahkan kunci mobil pada satpam yang bisa tempat Leon menyerahkan kunci mobilnya.
Leon berjalan dengan sangat cepat membuat beberapa karyawan lain heran melihat bosnya namun ada juga yang menghormati, serta memberikan selamat pagi pada bos mereka. Leon menimpali dengan terlihat biasa saja namun dalam hatinya menggerutu kesal karna dia merasa sangat lambat untuk bisa sampai di ruangannya.
Setelah leon keluar dari lift khusus, Leon dengan langkah cepat untuk menuju ruangannya. Di luar ruangan, dia bisa melihat boy yang tengah ribut dengan seorang wanita hingga wanita itu terus saja mengamuk tak ada yang bisa menghentikannya.
"ada apa ini?" suara bariton Leon membuat semuanya terkejut dan menoleh pada kedatangan Leon.
"bos" boy segera menghampiri bosnya dan sangat jelas terlihat api kemarahan Leon saat melihat kedua wanita beda usia itu berdiri di depan ruangannya dengan keadaan barang di sekitar sudah hancur berkeping-keping.
"ada apa anda datang kesini?" suara dingin Leon membuat suasana mendadak mencekam akibat terdengar jelas suara Leon yang dingin serta tatapan tajamnya seolah jijik dengan perempuan yang berstatus sebagai ibu kandungnya.
"Leon, mama yang sudah mengandung mu selama ini, mama juga yang sudah melahirkan kamu nak. Tapi kenapa kamu menjadi seperti ini sama mama, kenapa kamu membenci mama. Apa Yola melakukan pelet padamu sehingga kamu memperlakukan mama seperti ini" drama Mayang di mulai.
"dan anda juga yang telah membuang ku, serta meninggalkan aku saat aku masih butuh kasih sayang, dan juga ayah yang masih membutuhkan mu. Rasanya andai waktu bisa di putar kembali, aku tidak ingin memiliki ibu sepertimu. Aku juga pernah berharap andai ibuku adalah orang yang tulus dan selalu memberikan aku kasih sayang sampai aku dewasa dan menyayangiku selamanya. Tapi itu hanyalah hayalan yang tak akan pernah menjadi kenyataan" ucap Leon tanpa menatap lawan bicaranya, seolah tak Sudi melihat orang yang berstatus sebagai ibu kandungnya.
Sedangkan wanita yang datang bersamanya tadi tengah memainkan kuku-kuku lentiknya membuat beberapa pasang mata terlihat tak menyukainya. Dan tak sedikit orang yang membicarakannya.
Bagai ribuan duri yang merejam jantung seorang Mayang saat mendengar ucapan Leon. Hatinya seperti di remas seketika dia merasa sangat bersalah atas perlakuannya terhadap Leon yang telah ia tinggalkan demi pria lain.
__ADS_1
"Leon maafkan mama sayang, mama tidak ada niat untuk meninggalkanmu nak. Tapi mama tidka pernah mencintai papamu dulu, tapi sekarang saat cinta mama kembali pada papamu, papa mu menikahi wanita lain"
"cukup" bentak Leon.
"kau bilang dia wanita lain, lalu bagaimana kau membuang saudaramu selamanya hingga kau bisa menyebutnya orang lain" Leon tak habis pikir dengan ibunya itu.
"Leon, Yola yang sudah merebut hati papa kamu nak, dia mencintai papa kami dulu sebelum menikah dan setelah mama pergi, Yola mengambil hati papa kamu dan menikah dengannya" ujar Mayang agar Leon percaya pada ucapannya.
"aku bersyukur jika mama Yola mengambil hati papa, karna pada saat itu, papa terpuruk dan pekerjaannya hilang, hingga mama Yola dengan suka rela menikah dengan papa meski papa belum sepenuhnya mencintai mama Yola, tapi mama Yola selalu berada di sisi papa dalam susah maupun senang, mama Yola selalu ada di sisi papa. Bukan sepertimu yang hanya gila harta hingga meninggalkan papa yang tulus mencintaimu demi pria brengsek seperti Dalmiro" ucap Leon membuat Mayang diam seketika.
"Leon mama mohon berikan mama kehidupan untuk selalu bisa bersamamu nak, mama tidak bisa hidup tenang nak, mama selalu di siksa oleh suami mama sayang, mama ingin kembali padamu" ucap Mayang namun membuat Leon tersenyum sinis melihat Mayang yang begitu dengan mudahnya meminta kehidupan yang lebih layak dari anaknya yang iya telantarkan dahulu.
"boy panggil scurity untuk membawa wanita ini pergi dari sini. Dan jangan lupa bawa pula perempuan ****** itu dari kantorku, aku tidak Sudi melihat mereka berdua disini" tegas Leon, rasanya sudah tak memiliki belas kasih pada wanita yang berstatus ibunya dan rasanya dia sangat tak ingin melihat lagi wanita itu.
"boy segera melakukan perintah dari Leon dan untuk Mila sang wanita yang menjadi teman mayang datang tadi, kini merah padam karna tak terima dengan ucapan Leon tadi dan telah mengusirnya.
"awas kamu Leon, aku akan buat kamu bertekuk lutut di kakiku suatu hari nanti" teriak Mila dengan percaya diri dan banyak mengundang gelak tawa para karyawan yang mendengar teriakannya.
"huuh perempuan aneh"
"dasar ******"
"percaya diri sekali wanita itu"
Begitulah cemohan dari para karyawan untuk Mila dan Mayang.
Ternyata Mila yang selama ini selalu bersama Mayang, dia berusaha untuk mendekati Leon untuk bisa menguasai hartanya.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa di like, komen dan votenya.