Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Keterlaluan


__ADS_3

Antin turun ke bawah menuju dapur. Disana antin melihat canda tawa seluruh keluarga suaminya. Antin berniat bergabung bersama mereka agar ada sedikit komunikasi antara dia dan juga seluruh keluarganya. Namun niatnya di urungkan dan baru beberapa langkah dia akan berjalan, kini langkahnya terhenti oleh ucapan mama Merry.


"Hey gadis kampung, ada apa kau di situ. Kamu pikir ini tempat kamu makan hah. Tidak ada yang Sudi makan bersama gadis kampungan sepertimu ingat itu" ucap mama Merry.


"Papa juga tidak suka ada orang asing yang berada di meja makan ini, dan perlu kalian pahami terutama kamu gadis kampung. Aku tidak akan pernah menganggap mu menantu di rumah ini. Kau lebih pantas menjadi pembantu" ungkap pedas papa Andi.


Antin yang sudah sakit hati oleh perkataan suaminya tadi di kamar, kini harus mendengar ucapan menyakitkan lagi dari kedua mertuanya. Antin sudah tak tahan atas semua perlakuan keluarga itu pun iya berbalik badan menghadap mereka dan tersenyum.


"Aku tau tuan, tapi alangkah lebih baik lagi jika tuan menyuruh putramu itu untuk menceraikan aku sekarang juga" ucap antin santai namun tersirat begitu dalam menusuk hati Gilang.


"Aku tidak akan pernah menceraikan kamu, bukan karna aku mencintaimu. Tapi aku akan memanfaatkan kamu disini, ingat itu" ucap Gilang.


"Oke, baiklah jika itu menurutmu mampu. Tapi jangan salahkan aku jika suatu saat nanti keluargamu hancur" jelas antin membuat Gilang terkejut atas ucapan istrinya itu.


"Apa yang akan kau lakukan terhadap keluargaku hah?" tanya Gilang.


"Aku tidak akan melakukan apapun. Tapi aku akan berusaha menghancurkan keluargamu dengan cara ku sendiri" jelas antin lagi.


"Apa hah, apa yang bisa kau buat, kau tidak memiliki apapun disini. Kau hanyalah gadis kampung yang akan selalu gila akan harta" ucap mama Merry.


"Hahaha"..tawa antin membuat semua menatapnya.


"Aku belum saja mencuri di rumah mu tapi kau telah berasumsi seperti itu nyonya Merry. Sepertinya disini, di ucapanmu itu sudah jelas jika yang gila harta itu anda sendiri bukan saya" ucap antin.


"Kau, aku benar-benar tidak Sudi memiliki menantu seperti dirimu" teriak mama Merry.


"Dan kau pikir aku juga akan Sudi memiliki mertua sepertimu, tapi anakmu memang terlihat benar-benar tak mau kehilangan istri kampungannya ini" ucapan antin membuat Gilang dan semua yang ada di meja makan itu terdiam.


Antin pun berbalik akan pergi namun suara Gilang mencegahnya.

__ADS_1


" Kau mau kemana, setelah membuat kekacauan kau malah meninggalkannya" ucap Gilang


"Maaf tuan Gilang Surya, coba kau pikirkan sendiri, siapa yang lebih dulu membuat kekacauan jika bukan kau dan juga keluargamu itu. Jadi kau menyalahkan aku sang gadis kampung ini" ucap antin tanpa menoleh menatap suaminya.


"Dan untuk aku mau pergi kemana, itu terserah aku mau kemana. Aku tak perlu izin siapapun" imbuhnya lagi dan berlalu pergi dari tempat itu tanpa mendengarkan ucapan gilang.


Sebaliknya, Gilang begitu sakit mendengarkan ucapan istrinya itu dan segera berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Gilang melihat antin yang sudah bersiap untuk pergi.


"Kau mau pergi kemana, tanpa seizin ku jangan pernah pergi dari sini" ucap Gilang mencengkram pergelangan tangan antin.


"Tenanglah tuan Gilang, aku tidak akan pergi kemanapun. Tapi sekarang aku ingin keluar sebentar dari rumah yang penuh dengan drama ini" tegas antin membuat Gilang terdiam.


Antin pun berlalu pergi meninggalkan Gilang yang masih mematung. Sebenarnya antin juga tidak suka melawan pada orang lain terlebih lagi pada suaminya. Namun karna mereka sangat keterlaluan, membuat dirinya tak bisa tinggal diam saja.


Antin juga merasa jika suami dan juga kedua mertuanya sungguh sangat keterlaluan. Dia tidak ingin di tindas dan tak ingin terlihat lemah di hadapan suami dan juga mertuanya. Dia meninggalkan rumah juga bukan untuk pergi selamanya. Namun sungguh sakit hatinya atas keluarganya tak bisa dia tahan dan terpaksa mencari sedikit ketenangan di luar.


"Ayah, ibu aku tau kau bukanlah sedarah denganku, tapi doakan aku sebagai anakmu suatu saat aku bahagia" ucap antin dalam hati.


Entah datang darimana cuaca yang tadinya begitu terik, kini mendadak gerimis dan kilat serta petir yang nyaring berbunyi di balik cuaca yang tarik tadi. Lalu tak berapa lama turunlah hujan yang begitu lebat. Antin berlari ke sebuah rumah kosong yang berada di dekat taman itu. Iya pun pergi ke rumah kosong untuk berteduh menunggu hujan reda.


Seorang laki-laki yang juga ikut berlari ke rumah itu pun tak sengaja melihat antin yang berdiri di teras rumah kosong itu. Pria itu berdiri dengan jarak yang begitu jauh.


Sementara di rumah, Gilang begitu cemas dan gelisah karena antin belum juga kembali. Membuatnya sedikit cemas. Gilang berada di ruang tamu dan sesekali berdiri dan duduk lagi bahkan bik Ijah yang melihat majikannya itupun hanya menggelengkan kepalanya.


"Kenapa aku harus gelisah seperti ini, bukannya bagus jika dia tidak ada disini, aku lebih baik dan tak ada yang menggangguku" ucap Gilang dalam hati.


tok tok tok


Ketukan pintu membuyarkan lamunannya. Gilang mengira itu adalah antin dan dengan cepat dia membukakan pintu.

__ADS_1


ceklek....


"Kenapa baru pul_"


Gilang menghentikan ucapannya melihat wanita sexy yang berdiri di depan pintu dengan wajah kesalnya.


"sayang ada apa, kenapa kau kaget melihatku seperti melihat hantu " ucap Siska. Ya wanita yang datang ke rumah Gilang adalah Siska.


"Ada apa kau kemari" ucap gilang. Sebenarnya sangat malas jika wanita yang ada di hadapannya ini datang kemari. Namun karna sudah terlanjur membukakan pintu, Gilang pun menyuruhnya masuk.


"Masuklah" ujar Gilang pada Siska.


Siska pun memasuki rumah dan berjalan angkuh melewati para pelayan yang menyambutnya.


"Kenapa bisa wanita ini datang kesini, aku malas sekali jika harus bicara padanya" ucap Gilang dalam hati.


Lalu tak berapa lama mama merry dan papa Andi keluar kamar. Mereka melihat Siska yang datang dan duduk di ruang tamu. Mereka menyambut Siska dengan hangat.


"Hai Siska, apa kabar kamu nak?" tanya mama marry.


"Aku baik Tante, tapi aku sedikit kesal dengan Gilang, dia itu sekarang sudah tidak peduli denganku Tante" adu Siska. Namun itu justru membuat mama Merry dan papa Andi hanya menghela nafas berat. Mereka justru sangat tidak menyukai Siska terlebih lagi Siska adalah kekasih putranya dulu. Gilang begitu sangat ingin terhindar dari wanita itu, namun wanita itu justru selalu mendekatinya.


Keluarga Siska adalah keluarga yang terpandang dan kaya raya, mereka juga bukan sekedar kaya raya. Mereka adalah keluarga yang brutal. Bahkan siapapun tak berani mengganggu keluarga itu. Jika ada yang berani macam-macam dengan keluarga Siska. Maka mereka akan di hancurkan. dan di bunuh. Karna keluarga siska adalah keluarga yang masuk ke dalam dunia bawah, atau organisasi mafia.


Bersambung....


"Jangan lupa tinggalkan jejak ya kak...author sangat butuh dukungan kak readers"


"Terimakasih".

__ADS_1


__ADS_2