
"mama nggak nginep disini, kita kan masih belum banyak waktu mengobrol" ucap antin setelah kedua ornag tua beserta kedua adiknya akan berpamitan untuk pulang.
"iya besan, padahal saya sudah menyiapkan kamar khusus buat kalian jika sewaktu-waktu kalian akan bermalam disini" ucap mama yola.
"untuk saat ini kami tidak bisa bermalam disini, karna besok pagi sekitar jam 4 pagi, papa kamu akan melakukan perjalanan ke luar kota, untuk menangani bisnis disana, tuan Ferdinan juga sama kan tuan?" tanya mama Desi.
"oh iya ya, benar sekali besok papa akan berangkat bersama papa kamu nak, tapi entah saya tidak tau apa akan secepatnya selesai, mungkin kedua mama kalian akan ikut" ujar tuan Ferdinan.
"yaahh papa, masak Rezi di tinggal sih, mau ikut doang ma pa" ucap Rezi memelas.
"tidka bisa sayang, karna kamu kan akan sekolah Sama Riza, dan kalian jika bosan di rumah, papa akan meninggalkan satu mobil buat kalian agar bisa datang kesini" ucap tuan Rizal.
"oke papa Rezi dan Riza akan tinggal di rumah dengan patuh" ucap Rezi membuat Riza hanya menggelangkan kepala melihat tingkah kembarannya yang sangat aktif itu.
"mama sama papa pamit dulu ya sayang" ucap mama Desi mengelus lembut punggung putri sulungnya itu.
"terimakasih ma, mama sudah datang ke sini temuin antin, tapi maafkan antin yang belum pernah mengunjungi rumah mama sama papa" ucap antin.
"tidak apa sayang, nanti setelah mama papa pulang, kamu bisa datang kesana dan kita buat acara pesta di sana buat kamu dan Leon" jawab mama Desi.
"kalau begitu saya permisi dulu tuan Ferdinan, besok sekitar jam 5 subuh kita bertemu di bandara" ucap tuan Rizal serta berjabat tangan dengan kedua besannya itu.
"iya tuan Rizal hati-hati di jalan"
"hati-hati di jalan ma, pa dan kalian berdua" ucap antin pada kedua orang tua dan saudaranya.
"siap kak"
"iya sayang"
Barulah mereka menaiki mobil dan melesat meninggalkan kediaman Anggara.
Antin masih melihat ke arah jalan sampai mobil yang di tumpangi keluarganya menghilang dari pandangan.
"kalau kamu masih rindu dengan mereka, kita bisa ke sana setiap hari nanti setelah mereka kembali dari urusan mereka" ucap Leon seraya tersenyum memperlihatkan deretan gigi nya.
__ADS_1
"iya, aku juga ingin sekali berkunjung ke rumah mereka untuk yang pertama kalinya" jelas antin. Seakan dirinya masih di landa rindu saat melihat kepergian orang yang selama ini iya rindukan. Hatinya begitu bahagia saat ini ketika mendapatkan begitu banyak kebahagiaan.
Seketika bayangan menyakitkan dulu saat hidup di rumah mantan suaminya hilang dan menjadi sebuah pengalaman buruk untuk antin. Antin bersyukur karna rasa cintanya pada Gilang yang ingin tumbuh seketika mati saat melihat siapa asli mantan suaminya itu.
Antin serasa begitu bodoh sudah tertipu dengan ucapan manis pria yang berstatus sebagai mantan suaminya itu. Namun di sisi lain, antin bersyukur bisa bertemu dengan keluarga baik yang selalu mencintainya, hingga tak bisa di sangka- sangka dia bertemu dengan sosok kedua orang tua kandungnya.
"ayo sayang kita masuk, sekarang waktunya kamu istirahat, kasian bayi kita karna kamu terlalu banyak melakukan aktivitas seharian" ucap Leon mengingatkan istrinya.
Mereka pun masuk ke kamar mereka, mama Yola dan juga papa Ferdinan sudah memasuki kamarnya karna akan bersiap-siap untuk mengemasi barang-barang yang perlu mereka bawa ke luar kota.
****
Di sisi lain seorang pria tengah duduk di kursi besar sembari menyilangkan kaki dengan tatapan tajam ke depan dan sebatang rokok di tangannya serta asap-asap yang mengepul dimana-mana. Pria itu tengah menunggu salah satu anak buahnya kembali dari penyelidikannya.
Dan tak berapa lama datanglah seorang pria berbadan tegap serta botak. Sepertinya itu adalah salah satu anak buah yang pria tadi suruh untuk pergi menyelidiki salah satu targetnya.
"saya kembali tuan" ucap anak buahnya sembari menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat pada sang tuan.
"katakan" ucap pria itu.
"besok sekitar jam 4 pagi, keluarga itu akan berangkat ke luar kota tuan, dan saya juga mendengar jika kedua orang tua wanita itu akan ikut dalam perjalanan bisnis mereka ke luar kota" ucap anak buah pria itu.
"Pergilah"
"Kau akan lihat bagaimana aku membalas Leon, kau adalah pria brengsek yang selalu menjadi pelindung, dan lihat bagaimana kau akan menjadi pelindung orang yang kamu sayangi dan menangis setelah ini" ucap pria itu dengan nada suara dinginnya.
***
Antin bersiap akan istirahat namun sebelum itu dia juga menggosok gigi dan mencuci wajahnya di westafel. Setelah itu barulah dia menaiki ranjang.
Seketika angin kencang menghembus hingga jendela kamar terbuka, Leon yang melihat angin di luar begitu kencang, segera dia menuju ke arah jendela dan menutupnya. Namun belum sempat menutup jendela.
prank
Sebuah bingkai foto milik istrinya terjatuh ke lantai hingga pecah berkeping-keping. Leon mengangkat foto itu dan melihat foto istrinya, seketika perasaannya menjadi tidak enak. Dia menjadi gelisah memikirkan sebuah firasat buruk pada istrinya.
__ADS_1
"ada apa mas?" tanya antin yang melihat suaminya tengah menatap foto miliknya.
"tidak ada, aku hanya tengah mengangkat pecahan bingkai foto yang bereskan ini" ucap Leon menutupi wajahnya yang tengah tegang di kala mendapatkan firasat buruk tentang istri nya.
"kamu tidurlah dulu, aku akan mengerjakan sesuatu di ruang kerjaku" ucap Leon.
"apa tidak bisa di kerjakan besok?" tanya antin.
"hanya sedikit saja tidak banyak"
"baiklah, tapi ingat kamu harus kembali setelah pekerjaanmu selesai" ucap antin.
"iya sayang, sekarang kamu tidurlah"
Antin pun mulai memejamkan matanya.
Setelah membersihkan pecahan bingkai itu, Leon segera keluar dan menuju ruang kerjanya. Leon mengeluarkan ponselnya dan menelpon salah satu anak buahnya di markas.
"hallo" di sebrang sana mengangkat panggilan Leon.
"apa kamu sudah lakukan apa yang aku perintahkan?" tanya Leon pada salah satu anak buahnya.
".........."
"kalian jangan lengah, aku akan datang setelah urusan selesai. Mereka akan mengambil kesempatan dalam kesibukanku besok pagi, dan kalian lakukan apa yang aku perintahkan" ucap tegas Leon.
"........."
Tut Tut Tut
Panggilan terputus karna Leon mematikannya secara sepihak.
"kau mencoba bermain denganku, bersiaplah aku akan membuatmu menginginkan kematian mu" ucap Leon dingin.
Leon kembali ke kamarnya dan istrinya sudah tertidur dengan lelap. Leon berbaring di samping istrinya, tak lupa dengan mencium serta memeluk istrinya.
__ADS_1
Bersambung.....
Maaf sudah jarang sekali up nya,,,, kadang sibuk kadang juga ada saja sesuatu yang harus di kerjakan. Dan kadang juga rasa malas melanda membuat ceritanya terbengkalai. Mohon maaf sekali