Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Riza dan rezi


__ADS_3

Ketika keduanya memasuki rumah setelah pulang dari kantor, mereka melihat kedua orang tua mereka sedang berada di depan teras menunggu kedatangan mereka. Terlihat juga mama Desi dan papa Rizal disana yang sudah datang sejak tadi entah apa yang membuat mereka datang Antin menjadi bingung sendiri.


"hai ma, pa kok semua pada di luar, mama sama papa kapn datang?" tanya antin.


"Hay sayang, mama sama papa baru saja datang, tidak ada apa-apa nak, kami datang hanya untuk sekedar melihat keadaan kmu dan juga kehamilan kamu. Mama jadi rindu sama kamu" ujar mama Desi memeluk putrinya itu.


"oh ya Antin, perkenalkan ini adik-adik kamu bernama Riza dan Rezi. Mereka kembar" ucap mama yola memperkenalkan kedua saudara antin.


"wah ternyata aku baru melihat kedua adikku ini, ternyata mereka cantik dan tampan juga ya" ujar antin melihat kedua adiknya yang tersenyum menghadapnya.


"Hay kak, aku Rezi Kaka juga sangat cantik sekali. Dan ini pertama kalinya kita bertemu kak" ujar Rezi yang sebagai adik perempuan antin.


"Hay Kakak aku Riza" ucap singkat Riza yang memang tak begitu menyukai berbicara panjang lebar.


"baiklah adik-adik kakak yang cantik dan tampan ini, mari kakak buatkan kalian makanan yang tentu akan menjadi masakan kesukaan kalian nantinya setelah merasakan masakan kakak" ucap antin.


"siap kak, ayo" ajak Rezi yang antusias. Rezi dan Reza adalah kembar, mereka terlahir memiliki perbedaan sifat. Jika Rezi adalah anak yang cerewet dan manja, berbeda dengan Riza yang cenderung diam dan tidak pernah berbicara panjang.


Namun keduanya adalah anak yang baik dan sopan.


Meski baru pertama kali bertemu dengan sang adik, antin begitu senang karna ternyata dia memiliki adik-adik yang begitu penyayang dan juga sopan santun.

__ADS_1


"loh, sayang aku kan masih disini, kok mereka berdua saja yang di ajak, aku tidak" ucap Leon tak terima karna dirinya tak di ajak oleh istrinya.


"mas, kamu nggak usah lebay deh, aku hanya ingin bersama adik-adik ku. Kalau kamu mau ikut ya ayo, masak kamu harus aku gendong sih mas" ledek antin pada suaminya mengundang gelak tawa semua orang.


"kamu ini Leon, seperti anak kecil" ucap tuan Ferdianan dengan masih tertawa. Leon hanya memutar bola matanya malas mendengar ledekan dari papa dan juga istrinya.


"ayo kak Leon, kita makan bersama biar nanti aku sama kak antin yang masak, kalian tunggu di sofa saja" ujar Rezi membuat semuanya tersenyum mendengar celotehan Rezi.


"baiklah, tapi mama tidak bisa melihat menantu mama ini kelelahan, bagaiman kalau kita semua perempuan yang masak, kalian para laki-laki duduk di sofa nanti setelah kami selesai masak, kalian kami panggil" saran mama Yola.


"terserah mama deh, ayo pa kita duduk di sofa bersama sembari menunggu mereka selesai masak" ucap Leon mempersilahkan mertuanya duduk di sofa.


Di dapur, semua sudah memulai memasak. Mereka berbagi tugas, ada yang memotong sayur, ada yang membuat perbumbuan. Ada yang tengah menyiapkan beberapa cemilan serta buah-buahan sebagai makanan penutup juga semua sudah di siapkan.


"hey anak kecil, kamu tidak boleh terus bersama kakakmu, karna ada aku yang akan selalu menemani kakakmu" ucap Leon yang tiba-tiba datang dari pintu dapur membuat semuanya menoleh.


"kamu mau ngapain Leon?" tanya mama Yola.


" aku mau ambil air dingin ma, Leon haus" ujar Leon.


" enak aja, kak Leon kan setiap hari selalu bersama kak antin. Sekarang giliran aku yang bersama kak antin, dan ingin tidur bareng kakak" ucap Rezi memelas.

__ADS_1


"pokoknya tidak boleh, kata mama, kamu itu tidurnya selalu liuran dan mendengkur, selain itu, kamu itu tidurnya selalu muter-muter. Nanti kalau perut istriku kena oleh tendangan kamu, bagaimana?" ucap Leon sebagai mengancam Agar Rezi tak meminta antin menemaninya tidur.


"issh mana ada seperti itu kak, aku tidak seperti itu. Pokoknya Kak antin harus tidur denganku malam ini" ujar Rezi membuat Leon kesal.


"sayang, kamu ini tidak boleh seperti itu. Nanti kak antin tidak nyaman tidur sama kamu. Kamu kan selalu mau ini itu kalau mau tidur" ujar mama Desi membuat Rezi mengerucutkan bibirnya.


"tuh dengar mama ngelarang kamu tuh" ucap Leon merasa menang.


"ihhs awas aja kau kak Leon. Nanti kak antin akan aku rebut dari kakak" ucap Rezi.


"udah lah Rezi, nanti kita pasti akan tidur bareng kok di kamar kakak, tapi untuk sekarang tidak boleh ya. Bukannya tidak mau sih, tapi bayi besar bisa mengamuk jika tidak mengikuti kemauannya" sindir antin, namun yang di sindir tengah tersenyum lebar atas kemenangannya.


"hahaha,,,,iya kak tuh bayi besar tengah mendapat penghargaan sekarang, makanya senyum-senyum begitu" tunjuk Rezi pada kakak iparnya itu.


"sudah-sudah ya, ini makanan sudah selesai di masak, sekarang tinggal kita siapkan di meja makan ya" mama Desi segera menyiapkan semua menu makanan untuk semuanya di meja makan, dengan di bantu oleh mama Yola.


Sedangkan antin tengah menyiapkan minuman.


Setelah semua menu makanan sudah tertata rapi di atas meja makan, mama Yola memanggil para pria untuk segera makan.


Setelah mereka sudah berkumpul di meja makan, barulah mereka menikmati makan malam mereka dengan penuh keheningan dan hanya dentingan sendok saja yang terdengar.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak Klin di sini, maaf jika novel ini selalu update tidak tepat waktu🙏🙏


__ADS_2