
Dua hari setelah Antin dan keluarganya menikmati makan malam bersama, hubungan antin dan juga keluarga semakin membaik dan semakin terlihat dekat. Leon juga senang melihat istrinya yang selalu penuh canda tawa setiap hari.
Hari itu di kantor Leon, Leon di suruh cepat-cepat pulang oleh mama Yola karna ada sesuatu yang ingin iya sampaikan pada Leon. Padahal dia bisa saja membicarakannya di telpon, akan tetapi sudah menjadi hal biasa bagi keluarga Anggara harus berbicara saling berhadapan.
"ada apa sih mama suruh aku pulang, untung saja semua pekerjaan sudah selesai" gerutu Leon sembari mengemasi barang-barang yang dia bawa pulang.
"boy" panggil Leon dan boy segera masuk saat mendengar bos memanggilnya.
"ada apa bos?" tanya boy.
" batalkan agenda hari ini, karna ada urusan di rumah" titah Leon.
"baik bos"
"siapkan mobil juga"
"oke bos"
Leon pun segera keluar dari ruangannya dan melihat para karyawan masih sibuk dengan pekerjaannya. Leon melihat jam yang ada di pergelangan tangannya dan dengan langkah cepat dia segera meninggalkan kantornya.
****
Antin tengah duduk berselonjor di dalam kamar, dia seperti biasa akan melakukan kegiatannya yaitu membaca novel kesukaannya. Semakin hari dia selalu membaca banyak buku novel, dan semakin hari dia banyak mengambil pelajaran di dalam novel yang dia baca.
Antin tidak sadar jika Leon sudah berada di belakangnya, karna antin terlalu serius dengan kegiatannya, dia tidak melihat Leon di belakangnya tengah bersedekap dada.
"ehem"
"ehem"
"ehem"
Antin masih saja bergelut dengan buku novelnya, mungkin karna cerita dalam novelnya sangat sedih membuatnya menangis dan tidak bisa menahan air matanya. Bahkan tak mendengar deheman suaminya.
Leon yang mendengar Isak tangis istrinya segera menghadap kedepan istrinya.
"kamu kenapa sayang kenapa kamu menangis?" tanya Leon.
Antin yang terkejut saat melihat suaminya sudah berada di depannya membuatnya terkejut.
"kamu kapan datang, kenapa kamu bisa ada disini" ucap antin dan menghentikan kegiatannya.
" aku bertanya kamu kenapa menangis?" ujar Leon.
"iya, karna aku sedih membaca isi buku novel ini," antin menunjukkan bukunya pada Leon.
"kamu bisa percaya sekali dengan buku novel ini, ini itu bukan kisah nyata, tapi buatan seseorang hanya imajinasi seseorang saja" tukas Leon.
"kamu salah, novel ini memang berbentuk tulisan, tapi orang yang berkarya ini mungkin sudah banyak melihat atau mengalami berbagai macam kehidupan. Oleh sebab itu mereka menyampaikan imajinasi mereka dalam bentuk tulisan seperti ini" ucap antin sembari menunjukkan buku novelnya.
"iya, iya, aku paham. Kamu memang paling cerdas" ucapnya sembari mengacak rambut istrinya.
__ADS_1
"iihh kan jadi berantakan rambutku" gerutu antin membuat Leon gemes melihat istrinya.
"oh ya sayang ada apa mama menyuruhku pulang ya?" tanya Leon.
"aku juga tidak tau, mama hanya bilang kita makan siang bersama di rumah saja dan ingin berbicara sesuatu pada kita" ujar antin.
"oh" Leon hanya ber oh ria saja.
Lalu tak berapa lama kemudian, ketukan pintu terdengar dan Leon segera berdiri untuk membuka pintu.
"mama"
"ayo turun makan siang, ajak istrimu juga" ucap mama Yola.
"baik ma, aku panggil antin dulu"
"mama tunggu di bawah"
"iya ma"
Setelah mama Yola menjauh, Leon menghampiri istrinya dan menyampaikan pesan mamanya.
"sayang, mama panggil buat makan siang tuh, yuk kita ke bawah" ucap Leon.
"ayok"
Mereka berdua segera turun ke bawah untuk makan siang bersama.
Setelah mereka selesai makan, tuan Ferdinan ingin menyampaikan sesuatu pada anak dan menantunya.
"pa, ma, mmm kalian mau bicara apa?" tanya Leon membuka suara pada kedua orang tuanya.
Tuan Ferdinan menghembuskan nafas kasar sebelum berbicara.
"begini Leon, kamu kan menikah sudah beberapa Minggu, dan kalian belum membuat rencana untuk pergi berbulan madu" ucap tuan Ferdinan.
"iya nak, kalian seharusnya pergi bulan madu" jelas mama Yola.
"iya sih ma, Leon juga berfikir begitu" ucap Leon.
"ada satu hal lagi yang ingin papa sampaikan sama kamu"
"apa"
"kamu harus berhati-hati, karna Gilang sudah mulai menampakkan dirinya dan ingin segera menghancurkan kamu. Papa menyuruhmu segera pergi berbulan madu, agar kamu bisa terhindar dari mereka" jelas tuan Ferdinan.
"pa, papa tenang saja, aku bisa menghadapinya, papa lupa ya siapa aku" ucap Leon.
"iya, papa tau. Tapi ada baiknya kamu harus berhati-hati dan jagalah istrimu, Lindungi dia dari mantan suaminya." tegas tuan Ferdinan.
"papa tenang saja" ucap Leon tersenyum menyeringai
__ADS_1
"ini, lalui perjalanan dengan baik nak, nanti bila ada waktu kita bisa pergi berlibur bersama" tuan ferdinan memberikan tiket pesawat untuk Leon dan antin.
"pa, Leon bisa beli tiket sendiri" ujar Leon.
"tidak apa-apa nak, itu sebagai hadiah pernikahan kalian. Papa bisa sempat memberikannya sekarang untuk kalian" ujar tuan Ferdinan.
"ini juga nak" mama Yola memberikan sesuatu pada antin.
"apa ini ma" ucap antin.
"bukalah" titah mama Yola.
Antin membuka kotak pemberian ibu mertuanya.
"kalung" ucap antin.
"iya sayang, isinya kalung dan itu sangat cocok untukmu" jelas mama Yola.
"ini terlalu berlebihan ma, antin tidak pantas menerimanya" ucap antin meletakkan kalung itu ke dalam kotak kembali.
"tidak nak, kamu pakailah kalung itu, dan bawalah kemanapun kamu mau. Karna kamu lebih pantas menggunakannya karna terlihat sangat cantik" ucap mama Yola.
"biar aku pasangkan" Leon mengambil alih kalung itu dan memasangkan di leher jenjang istrinya.
"terimakasih mas, terimakasih juga ma, pa" ucap antin pada kedua mertuanya.
"sama-sama sayang"
"oh ya ma, aku mau pergi jalan-jalan keluar bersama antin. Karna sudah lama aku tidak mengajak antin keluar" ucap Leon.
"pergilah" ucap mama Yola.
"makasih ma, ayo sayang kita siap-siap" Leon membawa istrinya ke kamar untuk bersiap-siap karna akan pergi jalan-jalan ke berbagai tempat wisata"
Mama Yola dan tuan ferdinan hanya tersenyum melihat menantu dan anaknya. Dia seperti melihat cerminan dirinya pada masa muda dulu. Kehidupan tuan Ferdinan memang jauh lebih baik sekarang setelah menikah dengan Yola. Tapi yang namanya rumah tangga, pasti banyak menghadapi kisah kehidupan yang berliku-liku dan banyak dengan duri. Namun berkat buah kesabaran yang besar, membuat suatu hubungan akan berakhir bahagia.
Antin juga merasakan hal yang sama, dia dalam kehidupannya sungguh dia tidak menyangka jika dirinya akan mendapatkan sosok suami dan keluarga yang sangat menyayanginya. Yang dulunya hidup sebatang kara dan serba kekurangan, sekarang hidupnya jauh lebih baik dan banyak orang yang menyayanginya.
Setelah Antin sudah selesai dengan bersiap, tinggal menunggu suaminya yang seperti wanita saat bersiap.
Jika antin hanya menggunakan bedak tipis dan lip tin sederhana. Berbeda dengan Leon yang sangat lama saat bersiap-siap, sehingga dia heran saat melihat istrinya sudah siap lebih awal.
"ayo sayang kita berangkat"
Mereka pun segera berangkat dan bergandengan tangan.
Bersambung.....
jangan lupa selalu like, komen dan votenya ya
Terimakasih
__ADS_1