
"Jika kalian tidak segera keluar dari rumah ini, jangan salahkan aku menggunakan kekerasan"
Leon menatap tajam keluarga itu yang tengah tengah menangis dan beberapa dari mereka juga seakan enggan untuk pergi dari rumah itu.
"lakukan" titah Leon lagi yang jengah melihat satu keluarga itu yang belum juga pergi.
Dengan beberapa mafioso membawa semua keluarga itu memasuki mobil yang di sediakan oleh Leon, kecuali Bima yang Leon tak usir karna Bima memang orang yang selama ini membela istrinya, meski tak bisa berbuat apa-apa.
"apa tanggapan mu kak Bima, maaf jika kami berbuat ini pada keluarga kakak" ucap antin.
" aku sebenarnya kasihan pada mereka semua, tapi mengingat dulu telah membuat kamu menderita, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa, aku hanya pasrah saja" ucap Bima lesu yang melihat semua keadaan keluarga nya.
"mereka juga pantas mendapatkan itu, karna selama ini mereka terlalu banyak membuat kesalahan mereka" ujar Bima lagi.
"baiklah kak, mereka akan baik-baik saja, tapi sesuai janji suamiku, jika mereka akan di tempatkan di tempat yang jauh dari ini dan di asingkan." tutur antin.
"iya, semoga mereka sadar setelah ini" ucap Bima
"sayang, ayo kita pergi" ucap Leon dengan datarnya.
Antin hanya mengangguk dan kembali berterimakasih pada Bima
"trimkasih kak, ku akan pergi"
"pergilah"
Antin dan leon memasuki mobilnya, dan mobil yang di tempati Gilang dan keluarga sudah berlalu pergi.
Mobil antin dan Leon melaju menuju rumah dan segera menemui mama dan papa mertuanya yang beberapa hari ini pergi izin ke luar kota. Namun di tengah-tengah perjalanan, antin melihat bocah kecil laki-laki yang sekitar berumur 2 tahun terduduk di sebuah trotoar dengan memeluk lututnya sembari menunduk.
Antin yang melihat itu merasa kasihan melihat bocah itu sendirian.
"sayang, berhenti"
Leon segera berhenti dengan permintaan istrinya, dan menatap istrinya heran.
__ADS_1
"ada apa sayang?"
Tanpa bicara antin segera membuka pintu mobil dan keluar dari mobilnya dan menghampiri bocah itu. Leon juga menghampiri istrinya yang tengah menyapa bocah kecil itu.
"sayang, siapa namamu?" tanya antin lembut.
Bocah kecil itupun mendongakkan wajahnya ke arah suara lembut itu.
"siapa nama kamu sayang?" tanya antin sekali lagi namun anak itu justru merasa takut untuk menjawab.
"kenapa kmu takut, Tante tidak akan apa-apakan kamu, kmu jangn takut" ucap antin.
"kemarilah" ucap antin merentangkan kedua tangannya membuat bocah itu sedikit demi sedikit mendekat.
Antin meraihnya dan mengangkat dagunya," kenapa disini sayang dimana orang tuamu?" tanyanya pada bocah itu.
" ti-tidk tau" ucap bocah itu berusaha bicara.
"memangnya kamu kesini sama siapa?" tanya antin.
"kasian sekali kamu, apa boleh Tante antar kamu pulang?" tanya antin.
Anak itu menggelengkan kepalanya.
"kenapa?"
"mama tidak cayang lagi cama aku" ucapnya sedih.
"memangnya mamamu kenapa tidak sayang sama kamu?"
"mama selalu pukul aku, dan tidak menganggap aku sebagai anaknya" tutur bocah itu membuat antin merasa iba dengan penuturan anak itu, anak seusianya yang seharusnya bermain dan menikmati masa kecilnya, kini dengan tega kedua orang tuanya meninggalkannya di tepi jalan raya sendirian.
Antin merasa sangat kasihan melihat anak itu di kala di tinggal orang tuanya. Panasnya terik matahari dan udara yang kotor karna banyak pengendara yang lalu lalang di jalan yang ramai itu.
Leon yang melihatnya tersenyum karna istrinya itu selalu peduli pada siapapun dan tidak pernah memandang siapapun.
__ADS_1
"sayang, kita bawa pulang saja anak ini ya" ucap Leon.
"iya kau benar suamiku"
"sayang, kamu pulang sama om dan tante ya" bujuk antin.
"aku nggak mau pulang ke lumah mama lagi, aku takut di pukul lagi" ucap bocah itu.
"kamu tidak akan pulang ke rumah mama kamu lagi sayang, kamu pulangnya ke rumah om dan tante" ucap antin membuat bocah itu berbinar.
"mau mau, aku mau ikut sama om dan tante" ucap ank itu polos
Akhirnya bocah itu di bawa memasuki mobil mewah milik Leon dengan sangat gembira.
"sayang, tadi kamu belum kasi tau siapa nama kamu" ucap Antin menengok ke belakang dimana bocah itu berada.
"namaku, Aksa Nugraha Pratama" ucap bocah itu.
membuat Leon mengerem mendadak
Chiiiiit
Aksa sedikit tersentak kaget dengan ucapan bocah itu dan bocah itu beruntung sudah di pakaikan sabuk pengaman dan bocah itu bisa aman.
"kmu kenapa?" tanya antin pada suaminya" kau membuatku jantungan" ucpa antin.
"maaf aku melihat seekor kucing yang berlari membuat aku terkejut" bohong Leon namun membuat antin percaya.
"baiklah kita jalan"
Mereka pun segara meninggalkan tempat itu menuju rumah mereka.
Bersambung.....
Jangan bosan baca ya meski ceritanya ngelantur😁😁
__ADS_1